GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Suara Hati Ameera


__ADS_3

Sepertinya aku harus memiliki sikap kali ini untuk menghadapi Wanita ini.. – Ameera membatin sambil ia memasang wajah sinisnya.


“Ada apa kamu mencari suami saya?” Kata Ameera begitu menantang.


Waduh.. keren juga nih Ameera.. – Batin Rima melihat Ameera nampaknya mulai bersikap.


"mana Mas Rumi..?” Risca nampak kesal saat itu.


“Tadi saya sudah bertanya, Ada apa kamu mencari suami saya? Suami saya sedang mandi..mau ikut?” kata Ameera begitu nyeleneh.


“Kaya anak bebek saja, induknya mandi maka anaknya ikut mandi..”Rima berbicara meledek Risca dengan tawa nyelenehnya.


“Baik.. aku akan menghampiri Rumi..” Risca berkata dengan penuh percya diri, ia melankah melewati Rima dan juga Ameera.


Melihat langkah penuh percaya diri Risca, bergegas saja Rima menjulurkan kaki kananya hingga Risca terselengkat dan jatuh tersungkur..


Yesssss - satu sama bestie - Batin Rima kala itu .


“Aww..” Keluh Risca setelah terjatuh.


“Aduh, kakiku ada semutnya tadi.. eh malah membuat anak bebek terjatuh.. salahkan semutnya yaa..” Kata Rima dengan alasan yang begitu konyol mengundang tawa Victor dan juga Ameera.


“Kamu sengaja yaa?” Tuduh Risca pada Rima.


“Mana ada sengaja..”Kata Rima dengan santai, sementara Risca beusaha bangun dari posisinya.


“Nih.. kaya gini baru sengaja..” Kata Rima sambil Kembali mendorong Risca yang tengah ebrusaha bangun kini ia Kembali tersungkur lagi.


Ameera dan Victor terkejut dengan perlakuan Rima kala itu. Ameera mendekati Rima dan berbisik.


“Jangan begitu, nanti dia ngadu macam-macam..”Kata Ameera.


Nampaknya Rima sangat santai menanggapinnya.


“Aku tidak sengaja, kamu tidak boleh marah..dan yang aku lakukan barusan adalah contoh.. jadi paham ya?” Kata Rima berbicara pada Risca yang sudah mengepal kedua tangannya dengan sangat kesal .


“Victor panggil kakak, jangan sampai Wanita ini menginjak lantai-lantai mahal ini…”Ucap Rima dengan sengaja ia menyombongkan diri.


Victor berjalan santai menaiki anak tangga.

__ADS_1


Rima menarik Ameera untuk duduk di atas sofa sambil berbincang santai, Risca nampak tak di hargai sama sekali saat itu, wajahnya sangat kesal ingin sekali ia memaki Rima sat itu, namun nampaknya status Rima mendjadi penghalang aksinya tersebut.


“Kamu mau makan apa?’ tanya Rima dengan sengaja membuka pembahasan dan tidak menganggap Risca yang terus berdiri.


“Sudah request ke bibi?” Tambah Rima dengan sengaja.


“sudah kok, aku mau sup, dingin begini enak makan sup..”Kata Ameera dengan menu makanan kesukaannya.


“Makannya berdua dengan kakak, pasti akan semakin menyenangkan…”kata Rima dan Ameera hanya terkekeh malu.


“oh iya, luka lebammu hasil visumnya sudah keluar belum, ya?” Tany Rima namun pertanyaan itu sungguh membuat Ameera bingung.


Visum? Kapan aku visum? – Batin Ameera.


“kalo sudah seesai hasilnya keluar, kan pengacara bisa bertindak.. aku sudah lama tidak ikut persidangan.. seru kayaknya..” Goda Rima, kali ini apa yang menjadi pembahasan keduanya membuat Risca merasa tertekan jiwanya.


Apa maksudnya? Visum? Lebam? Apa luka lebam yang di maksud itu adalah luka akibat aku menyelengkatnya kemarin di swalayan? – Risca membatin kesal saat itu .


“Kakakmu yang mengurus semuanya, Rima.. tanyakan saja pada kakakmu, ya?” Kata Ameera semakin membuat Risca geram.


Rumi mengurus proses Visum? Apa benar? Kenapa jadi Rumi pro pada posisi Ameera sampai sebegitunya? – Risca nampak kesal dan tidak tahan denga napa yang di bicarakan oleh Rima dan juga Ameera saat itu.


Tanpa banyak basa basi Risca memutar tubuhnya dan bergegas pergi..


“Anak bebek mau kemana? Induk bebek belum menyelesaikan mandinya..” Rima berucap sambil tertawa melihat Risca berjalan ke arah pinu keluar dengan langkah kakinya yang tidak seperti biasanya.


*


“Dia meonjok satpam??” Rima terkejut saat mereka tengah berkumpul dengan Rumi dan juga Victor.


“Benar non..” Kata Victor.


“kak, buka deh matamu, dia saja bisa bersikap anarkis pada satpam kita, dan kemarin pada Ameera.. coba deh kakak pikir..” Ucap Rima pada Rumi saat itu.


Rumi mendengarkan cerita Victor dan juga Rima sementara Rumi sambil memaikan ponselnya yang baru saja ia nyalahkan Kembali.


Mendengar ucapan Rima ia langsung menoleh ke arah Ameera..


“Apa kamu sudah memakai obat olesnya lagi?” Tanya Rumi paada Ameera.

__ADS_1


Amera hanya mengangguk karena gugup menjawab pertanyaan Rumi.


Rumi kemudian menghela nafasnya sambil mematikan ponselnya.


“Rica mengatakan ATM yang aku berikan itu tidak bisa di gunakkan, sampai dia harus menangung malu karena tidak ampu membayar belanjaan tersebut..” Rumi berbicara sambil meghela nafasnya.


“Aku sudah cek,ternayta ada pemblokiran tapi aku tidak merasa memblokirnya..” Ucap Rumi terdengar cukup kesal kala itu.


Keadaan seketika Henig, Rima juga terdiam.. diam bukan takut tapi ia ingin melihat sejauh mana Rumi berbicara membela Risca.


“tentu aku tau kalian tidak menyukai hubunganku dengan Risca, tapi Risca tidak bersalah, dia memang kekasihku jauh sebeleum aku mengenal dan menikahi Ameera..” Ucap Rumi, nyatanya ucapan itu membuat sebuah reaksi pada Ameera.


“Jadi maksudmu aku yang salah? Maksudmu aku juga yang mengusik kalian?” Ameera berdiri dan berbicara sangat tegas dengan Rumi.


“Kamu jangan berlagak seperti manusia yang amnesia..! ingat, aku sudah ingin membatalkan pernikahan kita, tapi kamu datang membawa petaka dalam masa depan aku, tapi Tuhan sangat baik, Ia menggerakkan hatiku untuk menerima bujuk rayumu untuk melangsungkan pernikahan ini, dan ternyata? Sumber petaka yang merusak masa depanku adalah kamu??!!!! Kalo qaktu berputar Kembali, aku tidak akan membuat Ibuku mati membawa harapan besar atas pernikahan aku dan kamu!!!”


Ameera berbicara sangat latang dan penuh emosi, ia sudah tidak tahan lagi mendengar Rumi yang seakan menyalahi posisi Ameera saat ini, baginya sudah cukup untuk tetap diam.


“Petaka apa?” Tanya Rima kemudian.


“Kamu tanya sendiri pada kakakmu ini, aku rasanya sudahtidak sanggup lagi jka harus menunggu sampai enam bulan lama nya..”


Ucap Ameera dan akhirnya ia memilih berlari menuju kamarnya di lantai dua sambil menangis. Rima berusaha menahnnya, namun Victor meminta Rima membiarkan Ameera menenangkan diri sejenak.


Mata Rima memicing menatap kakak kandungnya yang nampak seperti pecundang di hadapan Rima.


“Kakak ini bodoh! Kakak laki-laki yang sudah melukai banyak hati, aku, papa dan Ameera.. Cukup kak, cukup jangan sampai kamu menyesal kemudian .. kalo kakak masih berfikiran semua Wanita sama seperti mama, itu tandanya kamu tidak menganggapku adikmu sendiri sebagai sosok Wanita baik-baik yang mampu menjaga kehormatannya… tapi kalo kamu bisa tidur dengan Wanita yang bukan isterimu sesuka hatimu, tentu kamu bisa menilai bagaimana pribadi Wanita itu sendiri..!!”


Rima berbicara tanpa rasa takut pada Rumi, ucapannya sangat lantang, tangannya ikut bergerak menujuk ke arah Rumi sesekali.


Rumi terdiam, merenungi ucapan Rima dan juga mengingat ucapan Ameera yang juga cukup menyayat hati kecilnya saat ini.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..

__ADS_1


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


__ADS_2