
Bisikkan Untuk Kita:
Pada Akhirnya, kamu akan paham; **Oh mungkin masanya sudah selsai.. Meski tak sempurna hati ini untuk ikhlas tapi masa akan menghantarkan Ikhlas yang sesungguhnya. **😊
*
*
"Apa yang kamu harapkan?" Tanya Rumi.
"Aku mengharapkan yang terbaik versi Tuhan.." ucap Ameera lalu Rumi terdiam sejenak.
Apa aku harus mengatakannya sekarang??? Apa ini waktu yang tepat untuk berbicara pada Ameera?? - Rumi membatin.
"Mas.. kenapa diam??" Tanya Ameera melepas lamunan Rumi.
“Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi seepertinya ini terlalu cepat..” ucap Rumi sambil menghela nafasnya.
“Maksudnya? Terlalu cepat bagaimana? Hmm ayolah mas katakan saja..” Ameera merengek dengan rasa penasaran yang mendalam.
Rumi mengehela nafanya, sambil meyakinkan hatinya untuk segera mengatakan hal yang ia rasakan akhir-akhir ini.
“Jangan menertawakan aku ya?" Kata Rumi, sambil menatap serius Ameera.
“Iya ihh memangnya kamu badut ..” kata Ameera sambil terkekeh kecil.
Namun Ameera langsung terpaku pada wajah serius Rumi, sambil ia merasakan hangat gengaman tangan Rumi saat itu.
“Mas.. kamu baik-baik saja kan?” Tanya Ameera menatap Rumi yang nampaknya gugup.
Rumi tersenyum..
“Apa aku salah, jika aku merasakan ada yang lain dari perasaanku akhir-akhir ini?” Kata Rumi sambil menata serius Ameera.
“Sepertinya Aku termakan oleh ucapanku sendiri..” ucap Rumi lalu ia tertunduk malu.
“Ucapan apa Mas?” Bingung Ameera menanggapi.
“Ameera…”
“Yaaaa??” Jawabnya dengan mata yang cukup berani menatap tegas Rumi.
“Aku rasa aku sudah jatuh cinta pada mu, Ameera..” ucapnya dengan pelan, namun Ameera cukup jelas mendengrnya hingga ia tak sanggup berkata-kata.
Ameera tak menyangka, jantungnya berdebar kencang, hatinya berbunga dan mata berbinar penuh kebahagiaan.
Rumi menatap mata Ameera yang juga sudah menatap nya sejak tadi.
"Aku merasa ada yang lain saat kita jauh, saat kita tak bertatap, bahkan saat kamu terluka" ucap Rumi.
__ADS_1
"Lalu apa yang pernah kamu ucapkan terdahulu sampai kamu tadi bilang kalo kamu termakam ucapanmu sendiri???" Tanya Ameera berharap mendapat penjelasan.
“Aku pernah bersumpah di hadapan ibumu sebelum ibumu meninggal dunia, bahwa aku tidak akan pernah bisa mencintaimu dan akan membawamu dalam sebuah kesengsaraan…” ucap Rumi yang nampaknya membuat Ameera terkejut hingga berlinang air matanya.
"Kamu bertemu mama? Kapan? Tanya Ameera bingung.
"Saat mama kamu berada di rumah sakit, saat itu aku baru saja bertengkar dengan papa di kediaman kami di luar kota, tak banyak pikir aku langsung mencari tahu siapa Ibu Fina dan dimana ia berada.."
"Lalu kamu berbicara sama mama saat mama koma atau mama di ruang perawatan ?" Tanya Ameera dengan penuh rasa penasaran.
"Di rumah sakit, diruang perawatan.. sepertinya itu satu hari sebelum mama meninggal dunia" Jujur Rumi.
Ameera kembali mengingat kejadian saat itu, dimana ia tengah membeli cemilan Roti dan saat ia kembali menemui ibunya yang terbaring keadaan ibunya sudah terjatuh bahkan itu kejadian awal mula ibu Finna koma.
“Astagfirullah…” Ameera seolah kembali pada situasi menyakitkan saat itu. Ia menangis pelan menitihkan air matanya.
"Kamu kenapa?" Tanya bingung Rumi menatap Ameera yang terdiam syok.
“Mas...kamu, kamu penyebab mama koma?” Ucap Ameera sarkas.
Rumi terdiam sejenak.. ia sungguh tidak mengetahui hal itu.
“Koma? Apa maksudmu, Ameera? Sungguh aku tidak memahaminya..” ucap Rumi penuh kebingungan.
Ameera melepas begitu saja gengaman tangan Rumi.. sambil ia berbicara dengan tegas menceritakan kejadian saat itu.
“Jadi kamu orang itu? Kamu yang menemui mama dan membuat mama down?” Ucapan Ameera nampak begitu menekan, hingga Rumi tersentak penuh rasa terkejut.
Ameera hanya mampu menangis , ia tertunduk tidak ingin menatap suaminya meski Rumi sudah mengatakan apa yang sebenarnya saat ini tengah ia rasakan.
Ameera terdiam saat mendengar apa yang baru saja Rumi ucapkan padanya. Seperti mimpi di siang bolong batinnya. Rumi yang langsung mendekap tubuh Ameera membuat respon Ameera yang juga membalas pelukan itu dengan sangat hangat.
“Maafkan aku, maafkan aku, aku bersumpah meera, aku akan menebus segala salahku, aku akan menarik ucapanku…” ucap Rumi sangat serius.
Ameera menyadari sebuah takdir yang tidak bisa ia hindari, bahkan hadirnya Rumi saat ini dengan cintanya sedikit menutup luka Ameera di masa lalu.
“Ameera, hal yang perlu kamu tahu.. ayah tirimu mau menjual kamu dan adik tirimu pada beberapa pimpinan perusahaan lain, tapi kamu tahu? Ibumu yang bersi keras menentang dan dalam kesempatan singkat ia berani berbicara pada papa, bukan untuk menjualmu, tapi menitipkan mu pada papa, entah sebagai anak atau pun sebagai seorang pembantu pun tidak masalah asal kamu bisa selamat dari ayah tiri mu.. melihat dirimu yang begitu sempurna di mata papa, maka papa langsung berniat menikahkan kita berdua, itupun sebagai syarat mutlakku jika aku ingin mendapatkan hakku dalam pembagian harta..”
“Miris terdengar, kamu hanya menikahiku karena harta” ucap Ameera sarkas.
“Dulu iya, aku akui.. bahkan saat kamu menolak aku langsung mencari cara dengan menodai kesucianmu.. dengan begitu kamu pasti akan menerima pernikahan ini.. dan benar dugaanku, meski saat itu Victor sangat membenci ku.. aku tidak peduli..” ucap Rumi dengan jujur.
“Tapi aku minta kamu bisa memaafkan aku, kembali kita memulai, bantu aku untuk semakin mengenal cinta, bantu aku menguatkan diri jadi lebih baik… itu permintaan papa, kini menjadi permintaanku..” Rumi mencoba meyakinkan Ameera.
Terdiam Ameera mendengar semua perkataan Rumi.
“Aku tidak masalah jika kamu belum mampu untuk menerima kejujuranku, kamu masih meragukanku.. aku terima dan akan berusaha membuktikan ucapanku..” ucap Rumi.
“Apa kamu masih mengharapkan harta ini? Dan kamu juga sudah tau kan kondisiku? Aku akan sulit hamil..” ucap Ameera.
__ADS_1
“Aku akui, aku butuh harta ini untuk aku membahagiakan kamu.. aku tidak munafik akan hal itu.. tapi landasaku sudah berbalik, dulu aku menjadikan mu sebagai alasan untuk mendapatkan harta ini, namun saat ini aku menjadikan kamu sebagai landasak utama untuk bekerja keras membangun semua kepercayaan papa agar menjadi lebih baik lagi…”
"Aku percaya akan ada jalan bagi kita jika kita ingin berusaha memiliki keturunan.." tambah Rumi.
Bagai sewajarnya hati seorang wanita, Ameera terenyuh mendengar ungakapan Rumi dengan harapan dalam batin tak ada dusta dalam ucapan tersebut.
Perlahan Rumi melepas pelukan itu sambil tersenyum..
“Kalo kamu tidak percaya, aku tidak akan marah.. aku akan buktikan seiring berjalannya waktu..” ucap Rumi menatap wajah sendu isterinya.
Ameera mengusap air matanya, lalu tersenyum menatap Rumi..
“Aku akan belajar mempercayaimu, tapi jika satu kali aku kecewa atas sebuah penghianatan, maka aku harus pergi… bagaimana?”
Ucap Ameera seolah mengikat sebuah perjanjian pada Rumi.
“Oke, aku berani bertangung jawab..” ucap Rumi merasa terpacu jiwanya sebagai seorang laki-laki.
Ameera kemudian menghampus air matanya lagi, memberi senyum pada suaminya untuk kesekian kalinya lalu ia membuka pesan singkat dari Argha yang sempat tertunda di hadapan Rumi..
“Kita harus saling terbuka.. ya?” Kata Ameera tak segan membuat sebuah kenyamanan baru dalam hubungannya Dengan Rumi.
Selamat malam Meera, kamu apa kabar? Aku dengar kabar kalo kamu sedang terkena musibah yang di lakukan oleh kekasih gelap Rumi??
Ameera melihat wajah kesal Rumi, ia langsung mencoba memberi ketenangan pada Rumi..
“Jangan terlampau emosi, dia tidak tahu apa-apa maka ia punya penilaian begitu..” Ucap Ameera pada suaminya.
“Lalu dia tau dari siapa” Tanya Rumi kesal.
“Hmm mungkin Keyla, mereka memang dekat akir-akhir ini.. nanti aku coba bicara dengan Keyla untuk menutup cerita tentangku di hadapan ARgha..” Kata Ameera begitu meneduhkan hati Rumi.
Rumi kembali membuat kejutan yang luar biasa, ia mendekati Ameera dan mengecup keningnya.
Istirahatlah, besok kita ke makam mamamu pagi-pagi agar tidak terlalu panas..” Ucap Rumi pada Ameera.
“Kamu juga istirahat kan?” Tanya Ameera
“Iya, aku juga istirahat..” Jawab Rumi sambil beranjak mengatur posisi tidur di samping Ameera.
*
*
*
Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..
Terimakasih, salam cintaku..
__ADS_1
Mei 🥰