GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Sebuah Rasa


__ADS_3

Serangkaian acara sudah di mulai, bagi Ameera, Keyla, Faiz dan Rima yang tidak mengerti tentu membuat mereka memilih membuka pembahasan sendiri di meja bundar dimana mereka berada saat ini.


Rumi nampak focus ke beberapa hal yang tengah di sampaikan oleh Argha terkait perusahaan barunya, hal itu membuat Ameera sedikit leluasa berbincang dengan sahabatnya.


“Gausah lo liat si Argha, bisul mata lo nanti..” Celetuk Faiz.


“Bisul? Apa itu?” Tanya Rima yang tidak mengerti.


“Hadeh bule ngertinya apa si? Yes no yes no” Kesal Faiz.


“Lagian lo ada – ada aja sih, memangnya ada bisul di mata? Mata tuh bintitan..” Kata Ameera usai terkekeh lebih dulu.


“Lah ini anti mainstream.. kalo ada yang tanya kenapa matanya? Hehehehe ini bisulan keseringan nempel sama bantal..” Kata Faiz dengan gaya menirukan seorang ibu-ibu..


Mereka tertawa pelan meski ingin sekali Rima tertawa lepas karena melihat gaya gemulao Faiz.


“ehh tapi serius ge gak tahu bisul, tapi kalo binitan gue tahu.” Kata Rima mengakuinya sambil ia mengusap air matanya akibat tertawa.


“Gausah lo tau, ga penting.. kalo si gacor udah dari lahir.. pada umumnya bayi lahir menangis di amah udah bisa ngomong..” Kata Keyla menimpali, dan kembali mengundang tawa.


mereka semua tahu saat itu Keyla tengah mengobati perih melihat sejauh acara itu berlangsung, Argha selalu berada di sisi Dokter Naya.


“Dih Bayi Ajaib dong gue..” Kata Faiz sambil tertawa.


“Permisi boleh gabung?” Ucap seseorang membawa segelas air minum berwarna merah.


“Waduh dokter datang nih, mau imunisasi yaa..” Ledek Faiz hingga ke tiganya tertawa.


“Silahkan duduk saja..” Kata Keyla, lalu Naya duduk dengan santainya di samping Keyla. Persisnya di antara Keyla dan Ameera.


“Seru sekali, bahasa apa sih?” Ucap Naya berharap bisa ikut becanda riang.


“Dih kepo, kaya petugas sensus aja dok..” Ledek Faiz kembali mengundang tawa ketiga sahabatnya, namun tidak dengan Naya yang nampak kesal dnegan guyon Faiz saat itu.


“Biasa aja sih kita bahas apapun yang bisa kita bahas..” kata Rima mencoba menjelaskan .


“Kalo hening tandanya udah males bahas banyak hal sih..” Ucap Faiz sambil tersenyum terpaksa pada Naya.


“ Loh kamu Key, tidak duduk disana?” Tanya Naya menujuk area khusus staf ahli perusahaan baru Argha.


“Tidak Mbak, saya disini sebagai tamu undangan biasa, bukan sebagai staff..” kata Keyla menjawab dengan keadaan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Nah dokter sendiri kenapa ga di UKS?” Lagi-lagi Faiz melepas leluconnya hingga membuat tawa sahabatnya.


“Eehhh.. kok UKS, maksud saya kok ga duduk di samping Argha..” Tambah faiz langsung meralat ucapannya.


“Engga, lebih Free gini sih bisa kesana kesini..” Kata Naya.


“Nah Ameera sendiri kok gak mendampingi Kak Rumi?” Tanya Naya seolah mencari pembahasan.


Asli kepo banget ini makhluk.. - Batin Rima menatap sinis Naya.


“Gapapa pengen aja disini..” Kata Ameera singkat.


“Allhamdlillah yaa ga nyangka PT yang Argha bangun dari Nol kini bisa bangkit lebih baik berkat usaha dan krja kerasnya..” Naya berbicara dengan menujukkan rasa kagumnya terhadap Argha.


Cocok nih sama Tante SonSon.. sama-sama lebay, gila sanjungan.. dia harusnya tahu, saham di tempat ARgha itu enam puluh persen milik papa dan kak Rumi.. – Kesal Rima namun ia masih menahan bom yang nampaknya akan segera meledak itu.


“Memang Dokter sama Argha tuh punya hubungan ya?” Tanya Faiz berlagak polos.


“Iya kami akan segera bertunangan, yaa aku maunya menikah saja langsung, tapi kak Argha belum siap katanya..” Dengan bangga ia mengatakan hal tersebut, nampaknya Keyla terpukul mendengar hal itu, ia hanya diam seribu Bahasa.


“Tak lama terdengar Argha tengah mengucapkan kata penutup dan ucapan terimakaishnya..


Saya ucapkan Terimakasih untuk Mama, Papa, Om Rudi, Kak Argha dan sahabat saya, Keyla..- Semua mendengar itu, memang tidak ada nama Naya, namun Sesak terasa saat Argha hanya menyebutkan nama Keyla sebagai seorang sahabat.


“LO oke? Mau pulang?” Tanya Faiz melihat Keyla nampaknya tengah menahan tangisnya.


Keyla mengangguk.. “Boleh gue pulang?” Tanya Keyla, Rima adan Ameera saling menatap.


“Iya pulang lah, istirahat..” Kata Ameera.


“Lo temenin Keyla bisa kan?” Pinta Ameera.


“Bisa, tenang aja gue laki banget kali..” Ucapnya sambil mengibas rambut bondolnya.


"Udah gausah bercanda dulu, lo jaga Keyla.. kalo sudah sampai kabarin, ya?” Kata Rima.


Tidak menunggu acara sampai selesai, Keyla memutuskan untuk pergi meninggalakan acara bersama Faiz.


*


“Iz.. gue mutusin untuk Resign saja dari tempat Argha.. kayaknya gue gak sanggup kalo sampe melihat dan tahu jika ia dan Naya akan bertunangan dan menikah..” Kata Keyla di dalam perjalanannya menuju kediamannya.

__ADS_1


“Iya gue dukung kalo itu merupakan bagian terbaik dari hidup lo.. lo focus deh ke skripsi..” Kata Faiz mencoba berbicara lebih serius tanpa sebuah lelucon.


“Bodoh ya gue, masa jatuh cinta sama mantan pacar sahabat gue sendiri.. memalukan.” Ucap Keyla terkekeh.


“Hus..! Namanya perasaan itu kan hak seseorang, yang penting lo gak jahat sama Ameera dan gak berniat merebut apapun itu yang bukan hak lo.. sudah jagan di pikirin, gue gak mau yaa lo sakit..” Kata Faiz mencoba menenangkan Keyla.


Merasa sakit, kecewa.. apa it hanya perasaanku saja? Tapi jelas aku merasakan itu begitu menusuk dan menyiksa.. sepertinya gue butuh tenang, gue akan menjauh dan pergi dari hidup kak Argha.


Di malam yang nampak cerah itu, di dalam perjalanan kembali kerumahnya Keyla mengirimkan email kepada Argha yang berisi surat pengunduran dirinya . Keyla juga menghempas bahkan memblokir beberapa akses kominikasi antara dirinya terhadap Argha.


Setibanya dirumah, Keyla di bantu oleh Faiz mengemas pakaiannya beberapa, entah mengapa Keyla memilih untuk menyusul keluarganya di Bandung yang tengah berlibur.


Faiz mencoba untuk terus berkomunikasi pada Ameera dan Rima, kabar ini memang mengejutkan Ameera dan Rima, ini begitu mendadak tapi mereka mengerti jika ini di lakukan oleh Keyla demi menyembuhkan hatinya dan melupakan sejenak bayang Argha saat itu.


*


Ameera menghapus makeupnya di jam 00.30 sambil ia beecerita pada suaminya tentang keadaan Keyla saat ini.


“Kamu jangan banyak-banyak memikirkan masalah ini, aku gak mau kamu ikut kepikiran dan malah jadi sakit..”Kata Rumi.


“Iya Mas, aku tau…” Jawab Ameera.


“Oh iya, Lusa aku ada meeting dengan Client baru, seorang CEO dan dia perempuan.. aku tidak ingin ada masalah baru nantinya, maka aku mau kamu menemani aku dalam meeting itu..” Kata Rumi dengan permintaan yang cukup mengejutkan Ameera.


Ameera berdiri dari kursi meja riasnya menghampiri Rumi.


“Apa perlu? Aku akan percaya kamu dan kamu masih punya satu kesempatan untuk kamu jaga sampai akua tau kamu mati.. maka tidak perlu aku ikut kamu meeting, Mas..” Kata Ameera haru.


Rumi memeluk Ameera dengan lembut, ia mengusap pungung Ameera memeberi kenyamanan lebih..


“Aku sayang sama kamu, Ameera.. aku gak mau ada masalah baru antara kita baik itu sengaja atau tidak, baik itu salah faham atau bukan.. aku mau kamu banyak terlibat dalam urusanku yang berhubungan dengan wanita lain.. meski itu adalah urusan bisnis. Aku tidak ingin ada kejadian seperti yang pernah kamu lakukan, pergi dan tinggal di toko roti, bahkan sekarang Keyla juga pergi menghilang untuk tenang.. aku rasanya gak sanggup untuk itu, Meera..” Ucap Rumi mengundang air mata Ameera yang berlinang membasahi pipi.


Ameera tak mampu menjawab, ia hanya mengucap syukur atas perubahan sikap suaminya, ia bersyukur penuh haru dan tak henti mengucapkan rasa bahagianya kepada Tuhan.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..

__ADS_1


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


__ADS_2