GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Hantu


__ADS_3

Ameera nampak gelisah atas kesalahan yang ia perbuat, meski kondisi Pak Rudi sudah jauh membaik namun kekecewaannya terhadap Ameera membuatnya sedih sehinga ia tidak dapat memejamkan matanya, meski rasanya ia sangat Lelah namun terasa sanagat sulit untuk ia memejamkan matanya.


Tidak terasa waktu sudah menujukkan pukul tiga dini hari, di tengah keheningan malam ia mendengar suara yang membuatnya bergerak keluar kamarnya.


“Astaga, Mas Rumi..” Ameera melihat rumi tengah merangkak menaiki anak tangga, Ameera mempercepat langkahnya.


“Kamu mabuk? Astaga Mas, kamu benar-benar gila ya?” Kesal Ameera, hingga salah satu satpam masuk ke dalam rumah itu dan membantu Rumi untuk sampai ke atas dimana kamarnya berada.


“Victor mana?” Tanya Ameera.


“Sudah tidur di kamarnya, non.. saya bisa handle Den Rumi kok, jadi tidak saya bangunkan..” ucap satpam itu menjelaskan.


“Pulang dengan siapa, dia pak?” Tanya Ameera sambil menaiki anak tangga memapah tubuh Rumi Bersama satpam kediaman itu.


“Sama seorang wanita, Non.. tapi naik Taxi..” Katanya menjawab pertanyaan Ameera.


Ameera tidak ingin membahasnya, ia tau saat ini kondisi suaminya tengah mabuk berat, meski ingin sekali ia bertanya pada Rumi apakah dia pergi Bersama dengan Risca.


Tiba di kamar, Ameera bingung harus melakukan apa, ia tidak pernah menangani seseorang yang tengah mabuk, Ameera akhirnya menuju kamarnya meraih ponselnya dan mencari solusi dengan aplikasi pintarnya.


“Ameera..” Rintih suara Rumi memanggil Ameera.


“Minum ya? Minum..” Ameera memberinya segelas air putih namun hanya sedikit Rumi meneguknya.


“Aku ingin muntah, Ameeraa..” Ucap Rumi sambil berlari dengan tidak stabil menuju ke kamar mandi. Ameera berjalan mengimbangi Langkah Rumi. Ameera memijat leher belakang Rumi. Tidak lama tubuh Rumi lunglai ke lantai, Ameera tentu kebingungan mengangkat tubuh besar Rumi.


“Mas, bangun yaa.. berdiri..” Kata Ameera, Rumi mendengar perintah Ameera pun melakukannya meski lemas dan tidak ada keseimbangan kala itu.


Ameera memapah tubuh Rumi yang besar dan tinggi itu dengan susah payah, Ameera langsung saja melempar tubuh Rumi ke atas kasur sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah itu.


Ameera tidak memiliki pilihan lain selain mengganti pakaian Rumi dan membantu membersikhkan tubuh Rumi, berjalan Ameera mengambil satu wadah berisi air hangat dan juga sapu tangan, Ameera membuka baju yang di kenakan oleh ia membasuh tubuh rumi dengan cukup telaten.


Memalukan sekali aku harus mengganti pakaiannya begini.. – Batin Ameera kala itu.


Tiga puluh menit Ameera menghabiskan waktunya untuk mebasuh tubuh Rumi dan mengganti pakaiannya. Ameera menghela nafas lelahnya lalu ia duduk di tepi kasur, namun tiba-tiba tubuhnya terbanting ke atas kasur akibat sebuah tarikan yang tidak lain adalah tarikan dari Rumi.

__ADS_1


Ameera terkejut, jantungnya berdebar kencang dan matanya membulat sempurna.


“Aku bingung.. aku tidak mencintai kalian semua.. aku hanya suka dengan tubuh kalian..” Ucap Rumi membuat Ameera terkejut, Airmatanya perlahan berlinang.


Apa itu aku? Apa kamu hanya menikmati tubuhku saat itu? - ameera membatin.


Serendah itukah kamu menilai keberadaan setiap wanita disisihmu? – Batin Ameera.


Rumi memeluk dan mengunci tubuh Ameera dengan cukup kuat kala itu. Ameera berusaha melarikan diri namun nampaknya sangat sulit.


Ameera hanya pasrah dalam kesedihannya kala itu sampai akhirnya ia terlelap dalam tidurnya di waktu yang sudah menujukkan pukul lima pagi.


*


Pagi itu Rima panik, ia tidak mendapati sosok Ameera di kamarnya.. Victorpun ikut panik kala itu.. Namun sebuah laporan memngatakan Ameera berada di kamar Rumi sejak subuh Tadi, merasa tidak percaya, Rima dan Victor menuju kamar Rumi dan Ameera..


Perlahan Rima membuka pintu kamar itu, ia sedikit terkejut saat ia melihat sepasang suami isteri tidur saling berhadapan dengan jarak satu jengkal terlebih kakak kandungnya tengah memluk seorang wanita yang tidak lain adalah Ameera.


Rima kembali menutup pintu kamar itu perlahan, ia menghembuskan nafasnya yang sejak tadi ia tahan demi menjaga ketenangan suasana.


“Mereka tidur, sambil berpelukan.. Apa ini settingan?” Tanya Rima pada Victor.


“Maksudmu mereka melakukan itu?” Tanya Rima.


“Iya, kenapa tidak.. Den Rumi pernah juga waktu mabuk mengatakan tubuh Ameera adalah candu yang tidak dapat ia penuhi kembali..” Ucap Victor jujur.. Rima terkejut hingga membuka mulutnya.


“Jadi... so pasti doang yaa mereka sudah melakukannya?” Kata Rima dengan senyum lebarnya penuh rasa senang.


“Mungkin..” Kata Victor sambil ia mengangkat kedua bahunya.


“baiklah, kalo begitu sering-sering saja Rumi mabuk, agar bisa seperti itu..” Ucap Rima asal sambil ia tertawa.


“Hus jangan begitu Non.. kasihan tau Mbak Meera” Ucap Victor.


"Oh iya aku minta data-data tentang Risca, segera cari dan berikan padaku, y?" Kata Rima .

__ADS_1


"Untuk apa?" Tany Victor bingung.


“Sudahlah jangan banyak bertanya, sudah yaa aku ingin sarapan, oh iya jangan lupa obat papa harus kamu ambil hari ini..” Ucap Rima memmerintahkan Victor.


“SIAP” Tergas dan lantang Victor menjawab. Hingga akhirnya mereka berdua menyadari suara Victor yang lantang dan kencang mampu membuat Ameera dan Rumi terbangun, Mereka berdua bergegas lari agar Rumi dan Ameera tidak dapat menemui mereka.


Rumi mulai tersadar dari tidurnya, kepalanya terasa sakit dan tubuhnya terasa sakit, saat ia membuka matanya, tatapannya langsung tertuju pada kening Ameera yang persis berada sejajar dengan bibirnya.


Astagaa… kenapa jadi sedekat ini dengan Ameera, aku memeluknaya? Aku harus segera melepasnya, nanti dia merasa kepedean.. – ucap Rumi sambil berusaha melepaskan dekapannya.


Pergerakan Rumi ternyata mengundang kesadaraan Ameera sehingga ia ikut terbangun dan merasa terkejut.


“Astagaaa..”Ameera menjauh dan menarik selimut.


“Aku tidak melakukan apapun, justru kamu yang nampaknya puas sekali mengelucuti pakaianku..” Ucap Rumi membalikan situasi, ia juga tidak ingin mendapat cacian dari Ameera.


“Mengelucuti? Cih! Mana aku sudi kalo bukan karena rasa kasian..” Kesal Ameera sambil beranjak dari kasur.


“Haha kenapa harus mengkasihaniku? Harusnya kamu membenciku saja.. aku tidak masalah..” Ucap sombong Rumi.


“Iyaa memang aku sudah membencimu, tapi aku masih puya hati nurani.. aku manusia yang ingin di manusiakan maka sikapku harus manusiawi kan? Membantu pria mabuk jam tiga subuh.. kalau aku tidak menganggapmu manusia akan ku abaikan semalam…” Ucap Ameera kesal sambil beranjak perlahan menjauh dari tempat tidur.


“Heii.. Ameera, maksud kamu apa? Kalo saya bukan manusia lalu apa??” Kesal Rumi berteriak.


“HANTU, sama seperti kekasihmu…” Ucap Ameera dengan konyolnya lalu ia berlari secepat kilat meninggalkan Rumi.


"Kurang ajar gadis itu.." Kesal Rumi memicingkan matanya.


*


*


*


Selamat Datang September 🌺

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca, terimakasih komen positif nya, like nya dan giftnya. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan kalian, mohon maaf jika banyak kekurangan.


❤️


__ADS_2