GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Memikirkan


__ADS_3

Ameera masih berbaring sementra suaminya sudah berpakaian rapih menuju kantor.


"Apa setiap datang bulan akan sakit begini?" Tany Rumi sedikit khawatir, pasalnya beberapa kekasihnya terdahulu tidak pernah mengeluh sakit saat datang bulan.


"Yaa kadang sakit kadang juga tidak sesakit ini.." kata Ameera.


"Yaudah kamu istirahat, aku nanti minta bibi antar sarapan kesini" kata Rumi.


"Mas.. semalam Victor biacara apa soal Risca?" Kata Ameera mengingatkan Rumi yang sama sekali tidak mengingat hal tersebut.


"Aku juga tidak fokus semalam.." ucap jujur Rumi .


"Kamu sudah berjanji akan menceritakan apapun itu terhadapku.. kamu ga boleh menutupi masalah Risca dariku.." pinta Ameera sambil mengengam tangan Rumi yang duduk di sampingnya sementara ia tengah berbaring miring menghadap Rumi.


"Iya aku janji, nanti akan aku bahas saat berada di kantor.. dan kamu ingat, jangan keluar rumah, apapun alasannya! Aku juga sedang banyak pekerjaan, maka dengarkan perkataanku demi kebaikan bersama" kata Rumi memperingati Ameera.


Ameera mengangguk mengerti. Rumi memutuskan untuk pergi ke kantor pagi itu, sementra Ameera memilih untuk beristirahat saat itu agar rasa sakitnya cepat mereda.


*


Di tempat lain..


"Kenapa aku kesulitan menghubungi Keyla dua hari ini.. Bahkan dia resing pun hanya lewat email.. kemana keyla?" Kata Argha berdecak kesal.


"Ameera juga sulit untuk aku hubungi, ada apa sebenarnya? Kenapa Keyla menjauh dariku?" Argha nampak kebingungan dengan keadaan saat ini.


Ia mencoba menghubungi faiz namun Faiz tidak menjawab penggilannya, pesan singkatnya pun di abaikan oleh Faiz tanpa membaca apalagi membalasnya.


Inisiatif Argha membawanya menuju kediaman Keyla saat itu, kediaman yang nampak sepi tak berpenghuni, beruntung ia bertemu dengan satpam komplek yang mengatakan bahwa satu keluarga Keyla tengah berada di bandung menjenguk sang nenek yang tengah sakit.


Argah nampak sedikit lega, pikirnya sangat positif dan tenang.. "mungkin dia ingin lebih fokus pada kesembuhan neneknya" santai Argha berfikir.


Saat perjalanan ke kantornya, Argha tersadar bahwa kontak nya di blokir oleh Keyla, perasaan yang semula tenang kini kembali tak karuan.


"Ada apa? Kenapa sampai memblokir kontakku? Apa aku ada salah?" Ucapnya mengingat kejadian beberapa hari lalu.


"Astaga.." Argha nampaknya sudha ingat, saat acara peresmian perushaannya, ia hanya sekali melihat Keyla lalu keyla seolah hilang tak nampak dalam pandangannya.


"Sialnya gue terlalu fokus pada acara" ucapnya membatin.

__ADS_1


Argha melaju menuju kediaman Rumi guna menemui Ameera. Setibanya disana, karena Argha merupakan salah satu dari beberapa orang yang di curigai Rumi atas tindak teror, maka Argha tidak bisa masuk kedalam rumah itu, satpam menghadangnya dan melarangnya.


Tak lama, seteah Argha menghubungi Rima, akhirnya Rima keluar.. dengan memakai celana pendek dan kaos berwarna kuning.


"Itu perintah Kak Rumi, siapa yang berani membantahnya.." kata Rima menyerah.


"Om mana? Mungkin om bisa membantu.." kata Argha masih sangat kekeh ingin bertemu Ameera.


"Lo ngapain kekeh banget mau bertemu Ameera? Inget hellow dia sudah jadi milik kak Rumi.." kata Rima memperingatinya.


"Aku ingin menanyakan soal Keyla.. Kenapa Keyla menghilang dan terlihat mejauhiku.." kata Argha.


Rima tertawa terbahak-bahak.


"Dasar laki-laki tidak punya pikiran.." kata Rima kesal.


"Sudah ah, kamu pikir saja kenapa Keyla menjauhimu.. tapi ingat jangan kamu ganggu dia, ya? Aku marah!" Kesal Rima lalu ia memilih masuk kedalam pintu gerbang rumahnya.


"Rima.. tunggu, aku gak paham! Rimaaa"


Nampaknya sia-sia untuk Argha meminta penjelasan pada Rima yang enggan memberi penjelasan lebih.


Argha nampak kecewa dan memilih pergi pergi meninggalkan kediaman itu dengan rasa yang tak tenang.. pikirannya melayang memikirkan Keyla.


Namun nampaknya ia mengugurkan niatnya dan bergegas menuju kantor.


Setibanya di kantor ia harus di gadapkan dengan kehadiran Dokter Naya.


"Sepagi ini sudah berada disini, apa kamu tidak praktek?" Tanya Argha sangat dingin.


"Aku praktek setelah jam makan siang, aku sengaja kesini untuk antar makanan ini, hasil masakkanku lohh" ucapnya sangat bangga memberikan satu buah lunch box pada Argha.


"Aku sedang malas makan.. nafsu makanku berkurang" kata Argha seakan ia menolak pemberian Naya.


"Kamu sakit? Kecapean ya? Aku resepkan obat ya?" Naya terlihat begitu perhatian pada Argha, namunArgha menolaknya.


"Jangan paksa aku, Naya.. aku tidak suka di paksa.." kata Argha tegas.


"Aku cuma gak mau kamu sakit, aku gamau kamu kelelahan.. setidaknya vitamin akan meningkatkan daya tahan tubuhmu.." kata Naya menujukkan perhatiannya pada Argha.

__ADS_1


"Aku sudah dewasa biasa merasakan sendiri keadaan diriku..! Sudah Naya, aku ingin bekerja, silahkan keluar aku ingin bekerja" kata Argha dengan wajah flat tanpa ekspresi.


"Argha! Kita ini akan di jodohkan, kita akan menikah. Bisa tidak kamu sedikit saja perhatian kepada ku" protes Naya membuat Argha kesal dan mengelurkan hembusan kasar nafasnya.


"Aku ingin menikah jika aku merasa cinta.. paling tidak sayang, aku tidak mau ada cinta setelah pernikahan.." kata Argha menegaskan pada Naya.


"Begitukah? Lalu bagaimana dengan cintamu yang telah pergi dan kini menjadi milik orang lain?" Sinis Naya berkata pada Argha.


"Siapa? Ameera?" Ucapnya dengan sinis.


"Siapa lagi?" Ucap Naya menantang.


"Heuuhh.. aneh sekali kamu ini, kamu tidak tahu tentang aku dan Ameera, bagaimana hatiku dan bagaimana dulu hubungan kita" kata Argha kesal dengan Naya.


"Bisa-bisanya kamu membahas hubungan aku dan Ameera terdahulu.." kata Argha sinis pada Naya.


"Naya.. aku tidak bisa menerima kamu, sebagai pasangan.. maka aku mohon, aku mohon jangan kamu berharap lebih, dan jangan kamu anggap aku akan mengikuti semu permintaan mama.. aku sudah dewasa."


Naya begitu sakit mendengar ucapan itu, naya bagai wanita tak memiliki harga diri saat itu. Ia pun berdiri, meraih lunch box yang sebelumnya ia bawa.


"Argha.. Terimakasih atas luka yang begitu menyakitkan dan juga memalukan! Aku pamit!" Naya melangkah pergi sambil memasukkan lunch box yang ia bawa ke dalam tempat sampah.


Argha sempat tersentak duduk dan terdiam sejenak.. hatiny terus memikirkan keyla, entah mengapa ada secercah rasa bersalahny terhadap keyla meski Argha juga tidak yakin atas perasaan bersalahnya saat ini.


Aku harus bagaimana ya? Apa aku ada salah pada keyla? Sejak tadi hati dan pikiranku terus menerus menyebut memikirkan Keyla..


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


♥️♥️

__ADS_1


Karena ada kegitan RLku yang tidak bisa aku tinggalkan, maka Selama 8-10 hari kedepan, aku akan up GPLP setiap hari 1 chapter di jam 17.00 WIB.


Jangan lupa tinggalkan jejak kesetiaan kamu yaa, aku akan pilih 3 orang untuk dapat GA dariku.. ♥️


__ADS_2