GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Feeling Berbicara


__ADS_3

Keyla sudah menerima pengobatan pertama di sebuah klinik kesehatan terdekat, selanjutnya Sebagai seorang laki-laki Argha mengantarkan Keyla hingga bertemu dengan kedua orang tuanya.


Profesi sang ayah membuat Keyla merasa cemas, ia takut semua akan semakin rumit kedepannya, padahal baginya ini hanya masalah perasaanya yang salah.


"Jujur saya kecewa atas kejadian ini, Argha.. saya bahkan sangat melindungi keluarga saya dari orang yang tidak menyukai saya di meja persidangan, tapi di luar kendali saya malah itu sendiri muncul dari hal yang tidak terduga.."


"Untuk kali ini saya memberi maaf dengan menyimpan semua bukti dan saksi.. jika memang ibumu semakin menjadi mengincar anak saya maka saya akan bawa kasus ini ke jalur hukum"


"Baik om, saya paham.. tapi saya tetap akan bercerita masalah ini pada Ameera dan Suaminya, mereka tengah sibuk kesana kesini mencari siapa dalang atas kejadian ini.."


"Tapi kak.." Keyla mulai khawatir.


"Bagaimana kalo Suaminya Ameera membawa masalah ini ke hukum, bagaimana dengan ibu mu?" Kata Keyla dengan rasa pedulinya.


Dia sudah di sakiti tapi masih memikirkan mama..


"Keyla.. apa kamu memikirkan nasib mamaku kedepannya? Tanya Argha.


"Jujur iya, meskipun aku kesal, marah dan kecewa dengan ibumu tapi aku juga memikirkan kondisinya saat harus berurusan dengan Rumi.." ucap Keyla.


"Tidak apa, harus ada efek jera.. masalah apa yang akan Rumi tempuh nantinya, aku akan bicarakan dengannya"


"Benar Key, kalo kalian menyembunyikan ini justru itu akan membawa kehancuran dalam persahabatan kalian.." Sahut sang Ayah sambil menenangkan Keyla.


"Kalo begitu, bicaralah besok.. aku mau ikut menemanimu, kak" kata Keyla yang berfikir bahwa Argha tidak akan bisa dengan mudah masuk kedalam kediaman Rumi.


"Boleh kan pah? Mah?" Tanya Keyla meminta izin.


"Mama izinkan asal Argha mau berjanji bisa menjagamu" kata Ibunda Keyla.


"Papa pun demikian.."


"Baik om, tante.. besok saya akan jemput Keyla disini.." ucapnya.


Karena hari sudah malam, Argha berpamitan untuk pulang.. namun ia memutuskan untuk tidak kembali kerumah melainkan pergi ke kantornya untuk bermalam disana.


Argha menatap langit ruang kerjanya, sambil ia mengingat kembali ucapan sang ibu yang mengatakan bahwa Keyla menyukai Argha.


Argha kembali membayangkan sosok Keyla.


Ia kemudian meraih ponselnya membuka kolom percakapan Keyla.


"Online.. apa aku telfon saja ya?" Ucapnya meyakinkan diri.


Argha pun akhirnya menghubungi Keyla, dan Keyla yang sedikit panik menerima panggilan itu.

__ADS_1


Ada apa?


Aku hanya ingin ngobrol saja, key..


Astaga, aku sudah mikir kamu kenapa-napa..


Key.. - Suara sapaan itu terdengar serius.


Iya?


Keyla, apa kamu menjauhiku karena perasaan tulus hatimu terhadapku?


Deng deng deng! Keyla mendadak terdiam dengan lidah kelu, jantungnya berdebar kencang tak beraturan, batinnya juga diam bingung tanpa jawaban.


Key? Aku hanya butuh pengakuan, aku juga mau tau apakah pernyataan mama tadi terkait perasaan mu itu benar?


Iya kak benar..


Argha diam sejenak..


Apa Ameera tau?


Mengapa kakak menanyakan hal itu? Aku merasakan hal ini setelah kita sering kali bersama, aku tidak pernah memiliki perasaan disaat kalian bersama..


Kak, Ameera dan suaminya saat ini saling menghargai dan mencintai meskipun dulu Rumi begitu kejam pada Ameera..


Kak.. jangan memikirkan perasaanku itu, anggap saja angin lalu, namanya permpuan kadang lebih mudah merasa dan cepat terasa di hati.. abaikan saja, fokus pada hubungan kamu dan Dokter Naya..


Kak, aku pamit tidur lebih dulu.. kamu jangan tidur terlalu larut, ya? Sampai bertemu esok..


Keyla tak kuasa menahan tangis merasa kepedihan itu, entah mengapa air matanya jadi mudah menetes dan membasahi pipinya. Pilihannya untuk mengakhiri panggilan itu adalah hal yang tepat baginya.


Sementara Argha terdiam dalam lamunannya.


"Apa aku yang tidak peka? Apa aku yang terlalu cuek dan fokus pada perasaanku terhadap Ameera?"


Malam itu membawa Argha ke sebuah hal yang seharusnya mampu menyadarkan dirinya atas perasaan yang kian menyiksanya.


Bertahan memiliki rasa untuk Ameera sementra Ameera tengah berbahagia dengan cinta barunya atau belajar menyadari arti dari kebersamaannya dengan Keyla sejauh ini?


*


Malam itu, Rumi tengah berada di kamar untuk bersiap tidur bersama Ameera, lampu kamar mereka juga sudah padam saat itu. Namun pintu terketuk, Rima adalah pelakunya.


"Buka dulu, mas.. mungkin ada hal yang penting, Rima kan mau kembali ke Rumah Sakit" kata Ameera.

__ADS_1


Sambil menghela kasar nafasnya Rumi beegegas membuka pintu itu di ikuti oleh Ameera.


"Ada Tante Sonia, dia bilang mau bermalam disini karena kunci rumah dibawa Argha dan Argha tidak bisa di hubungi"


Rumi sedikit Aneh! Sepengetahuan Rumi, Tante Sonia memiliki banyak kekuasaan, perihal kunci kediaman Argha tidak mungkin sekali jika Tante Sonia tidak memiliki serepnya.


"Boleh ga kak?" Tanya Rima meyakinkan.


"Agak aneh bagiku, tidak masuk akal.. tapi yasudah lah hanya bermalam pun tak jadi masalah" ucap Rumi sependapat dengan Rima juga Ameera.


"Yasudah, aku juga pamit ya? Papa bermalam di hotel samping Rumah sakit katanya" kata Rima memberi informasi.


"Ameera, istirahat yaa.. aku tau ini sangat menyakitkan tapi percaya atau tidak nanti pasti akan ada hikmahnya.." ucap Rima penuh perhatian pada kakak Iparnya .


"Iya Terimakasih yaa, kamu hati-hati.. besok aku akan menyusul ke rumah sakit.." kata Ameera.


"Istirahat dan tenangkan diri dulu, agar aura positifnya juga bisa di rasakan mama" kata Rima.


Sesaat sebelum Rumi dan Ameera terlelap, Rumi nampak tak habis pikir dengan alasan Tante Sonia yang hendak bermalam disana, feeling Rumi seakan berbicara.


Ia mengangkat telfon di kamarnya..


"Kunci seluruh ruangan termaksud kamar utama papa, standby cctv bergantian.." ucap Rumi pada kepala keamanan di kediamannya, ucapan Rumi pada panggilan itu cukup mengejutkan Ameera.


"Mas? Apa kamu ga salah? Kenapa harus standby cctv gitu?" Tanya Ameera merasa suaminya cukup berlebihan saat itu.


"Feelingku mengatakan ada yang tidak beres.. maka aku memilih untuk mencari amannya saja" kata Rumi jujur.


"Apa terkait dengan kehadiran Tante Sonia disini? Dia tante mu loh mas, adiknya papa.. apa pantas sikapmu seperti mencurigainnya?" Tanya Ameera saat itu.


"Iya.. sudahlah sayang, aku hanya mawas diri.. keadaan juga sedang tidak baik-baik saja kan? Aku harap kamu mengerti, ya?" Kata Rumi meyakinkan Ameera saat itu.


Ameera tidak bisa membantah Rumi saat itu, atas perasaan suaminya itu Ameera ikut khawatir akan beberapa hal, namun rasa lelah itu membawa Ameera terlelap dalam peluk hangat suaminya.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰

__ADS_1


__ADS_2