GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Terbongkar


__ADS_3

Ameera hanya duduk sambil menundukkan kepalanya, sementara Rima tengah bercerita kepada Pak Rudi atas apa yang baru saja terjadi. Wajah Pak Rudi seketika memerah merasa kecewa terhadap sikap Rumi, Ameera juga menitihka air matanya karena rasa takutnya kala itu.


Tidak lama berselang, datang Rumi masuk kedalam Villa, kedatangannya kini di sambut sinis dengan Rima dan juga Pak Rudi.


“Duduk Kamu!” Ucap Pak Rumi membentak .


“Pah, tenang ya pah, Rumi bisa jelaskan semua pada papa.. Rumi janji akan menjelskan semuanya pada papa" Ucap Rumi memohon.


“Tidak!!” Ucap tegas Pak Rudi.


"Papa sudah sangat kecewa dengan kamu, Rumi.. Papa sudah bilang beberapa kali kepada kamu? Buang sikap sifat prilaku burukmu.. jadilah Rumi anak papa.." ucap Pak Rudi dengan nada tinggi.


"Pah, jangan terlalu.. ingat kondisi papa ya" pinta Rima.


“Meera, jelaskan apa yang kamu rasakan selama pernikahanmu dengan Rumi..” Ucap Tegas Pak Rudi. Ameera sangat ketakutan, banyak hal yang menjadi rasa takut pada dirinya seketika muncul.


“Ameera, katakana saja.. tidak perlu takut..” Ucap Rima mencoba menenangkan Ameera.


Rumi nampaknya sudah sangat pasrah atas apa yang kemudian akan terjadi pada dirinya setelah Ameera dengan jujur akan mengungkap semua yang telah terjadi.


Ameera menatap rumi, sesekali pandangannya ia alihkan melihat ke arah pak Rudi juga Rima.


Mas Rumi nampaknya snagat ketakutan… tapi aku juga tidak bisa banyak berbohong atas segala perbuatanmu padaku, Mas..



*


“Pah.. Ameera tidak terlalu paham dengan wanita itu, jikapun seperti dugaan Risca bahwa wanita itu adalah kekasih Mas Rumi, Jujur aku dan Mas Rumi sejauh ini dalam keadaan baik-baik saja, hanya saja mungkin belum terbiasa.. “ Ucap Ameera yang masih menutupi sebagaian hal yang terjadi.



Ameera mengusap air matanya yang berlinang membasahi pipinya, kemudian ia menarik nafasnya dengan cukup kuat.


“Pah, Meera ikhlas jika Mas Rumi hendak memilih Kekasihnya dari pada Ameera..” Ucap Ameera.


“Aku wanita, aku tidak ingin berkhianatt dan dikhiananati..” Tmabah Ameera.


“Apa yang kamu katakana Meer? Aku tidak sudi jika itu terjadi..” Ucap Rima.


“Papa tidak akan tinggal diam.. jika Rumi memilih wanita lain dari pada kamu, maka bersiaplah dia pergi dari kehidupan papa..” Ucap Pak Rudi dengan tegas.


“Pah.. maafkan Rumi..” Ucap Rumi penuh rasa takut, biar bagaimanapun ia tidak bisa hidup tanpa harta dan tahta.

__ADS_1


“Rima, berkemaslah.. ajak Ameera, kita kembali ke Jakarta ..” Ucap Pak Rudi Tegas sambil berjalan hendak masuk kedalam kamarnya.


Langkahnya tertahan, mengdengar ucapan Rumi.


“Tidak.. Ameera biar pulang bersamaku, pah..” Ucap Rumi berbicara pada Pak Rudi, namun ucapannya kini di abaikan begitu saja. Rima bergegas menarik Ameera ke lantai dua untuk segera berkemas.


“Rima, kamu belum mendengar penjelasan kaka.. dengarkan dulu..” Ucap Rumi yang sama sekali tidak mendapat respon apapun dari Rima kala itu. Rima lebih memilih menghindari Rumi saat itu.


Tinggal Rumi seorang diri, ia nampak frustasi dalam situasi yang menekannya, terliht dari wajahnya panik dan penuh kebingungan.


Rumi harus berbicara dengan Ameera, Bergegas ia memutuskan untuk menyusul Ameera ke kamar.


“Meera, hanya kamu yang mampu membuat keadaan akan kembali seperti semula, Meer..” Ucap Rumi yang secara menegjutan masuk kedalam kamar mengejutkan Ameera.


“Aku tidak paham maksudmu, Mas..” Ucap Ameera.


“Aku mohon, please jangan membuat aku semakin terpojokkan, oke aku mengaku salah.. tapi aku lebih dulu mengenal Risca dari pada kamu, jadi dia tidak salah sepenuhnya.. Ucap Rumi menambah kesal Ameera.


Sudah gila dia nampaknya, bisa-bisanya dia membela Risca sundel itu.. – Ameera membatin kesal .


“Sudahlah Mas, aku tidak ingin mengecewakan papa..” Ucap Ameera.


Ameera pergi meninggalkan Rumi seorang diri di kamarnya, Nampalknya Pak Rudia dan Rima sudah menunggunya di bawag, bergegas Ameera turun.


Dalam perjalanan, ketiganya hanya saling diam tidak ada satu patah katapun yang terlontarkan semala perjalanan menuju Bandara.


*


Ameera, Pak Rudi dan Rima tiba di kediaman utama mereka.. Ameera nampak sangat Lelah, dan kepalanya terasa sakit maka ia meminta izin untuk menuju kamarnya untuk beristirahat.


“tunggu..” Ucap Pak Rudi menahan Langkah Ameera.


“Kenapa kamu mau masuk ke kamar tamu?!” Tanya tegas Pak Rudi sambil melangkah mendekati Ameera di ikuti oleh Rima.


Ameera lupa akan hal tersebut, jantungnya kini berdebar kencang.


Pak Rudi tidak mendapatkan jawaban apapun dari Ameera, maka ia memilih mencari tahu sendiri apa yang terjadi. Pak Rudi membuka kamar itu, dan betapa terkejutnya ia melihat kamar itu terisi beberapa barang-barang milik Ameera.


“Apa kalian ini pisah kamar?” Tanya Pak Rudi, tidak ada satu kata yang terucap dari mulut Ameera, ia hanya mengangguk.


“Astaga.. apa-apaan kalian ini? Memalukan sekali..” Ucap Pak Rudi kemudian ia memegang dadanya yang seketika terasa nyri.


“Papahhhh..’ Rima langsung mendekap sang Ayah, di ikuti Ameera.

__ADS_1


“ Meer, cari supir.. kita bawa saja papa ke rumah sakit..” Ameera mengangguk dan hendak berlari namun langkahnya tertahan oleh pak Rudi.


“Panggil dokter saja, papa ingin istirahat dirumah..” Ucap Pak Rudi.


Ameera menangis, ia merasa bersalah atas keadaan saat ini, meski bukan sepenuhnya adalahan kesalahan yang di buat olehnya.


*


Hari sudah malam, Ameera belum juga keluar kamar untuk makan.. tidak ada selera makan untukknya saat ini, pikirannya benar-benar kacau, ia tidak sampai hati jika Pak Rudi saat ini menjadi sakit juga karena perbuatannya.


“Meera, kamu membiarkan aku makan seorang diri? Ayo makan..” Ajak Rima yang datang menghampiri Ameera di dalam kamarnya.


“Eh.. Rima, hemm… aku gak laper..” Ucap Ameera menolak.


“Kamu belum makan sejak siang tadi, Meer? Makanlah, aku tidak mau kamu jadi ikutan sakit..” Kata Rima yang bersikap penuh perhatian pada Ameera.


“Rim.. apa Mas Rumi sudah pulang?” Tanya Ameera.


Rima menghela nafasnya dengan kasar..


“Sudah, tidah perlu kamu memikirkan dia, dia sudah tua dan dia paling tahu mana yang bisa membuatnya senang.. sudah ayo temani aku makan.. papa nanti akan semakindrop kalo tau kamu juga mogok makan..” Rima mengajak Ameera dengan sedikit paksaan.


Ameera keluar dari kamarnya dan ia melihat Victor membawa sesuatu ke arah dapur..


“Dari mana dia?” Tanya Ameera.


“Dari rumahnya, menjenguk ibunya.. mungkin itu mmebawa oleh-oleh.” Ucap Rima terkekeh kecil .


Kalo victor baru saja kembali dari rumahnya, berarti Mas Rumi tidak bersamanya? Lalu kemana mas Rumi? Apakah dia Bersama Risca? – Ameera membatin, rasa hatinya ingin sekali berbicara serius dengan Rumi, tapi alangkah lucunya mereka, bahkan nomer ponselpun mereka tidak saling memiliki.


Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?


*


*


*


Haii.. Welcome September 🌻


Semoga menjadi bulan yang lebih baik lagi yaa..


jangan lupa like komen dan ranknya yaa.. Terimakasih 🌸

__ADS_1


__ADS_2