
"Bagaimana hari ini? Happy?” Kata Rumi sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang persis di samping Ameera.
“Happy banget, kan sudah aku sampaikan ke kamu juga tadi, kalau skripsiku tidak banyak Revisian..” Kata Ameera.
“Hemm oke, lalu apalai yang membuatmu happy?” Kata Rumi.
“Apa ya? Hemm paling canda tawa Rima dan Faiz saja Mas..” Kata Ameera sambil mengingat kegiatannya hari ini.
“Kalian hanya bertiga? Kata Rumi heran lalu Ameera menjawab dengan anggukkannya..
“Lalu kemana Keyla?” tambahnya.
“Kerjalah.. lusa dia baru akan ke kampus itupun hanya bimbingan lalu Kembali lagi ke kantornya mungkin..” Kata Ameera menerka.
“Aku sebenarnya khawatir dengan Keyla, aku takut dia di beri harapan palsu oleh Argha..”Kata Ameera mengungkapkan keluh kesahnya.
“Yaa kamu minta saja Keyla untuk menjauhi Argha kalo memang itu tidak baik untuknya..” Kata Rumi dengan simplenya seorang laki-laki berfikir.
“Yaa tidak semudah itu dong, Mas..” Kata Ameera sambil ia menghela nafasnya.
“Yaa di buat mudah saja, jangan persulit..”Kata Rumi sambil terkekeh.
“Ah kamu ini malah guyon terus..” Kesal Ameera.
“Sudah, jangan merajuk.. oh iya lusa bagaimana? Apa kamu masih ingin datang ke acara peresmian perusahaan baru Argha?” Tanya Rumi.
“Masihlah.. apa kamu masih malas untuk datang kesana?” Kata Ameera.
“Tergantung sih..” Kata Rumi mengundang lirikan tajam Ameera.
“Tergantung apa?” Tanya nya.
“Tergantung kamu..” jawabnya kali ini mengundang heran Ameera.
“Kok aku, kenapa tergantung aku?” Bingung Ameera.
“Kamu beri aku pelayanan khusus dulu, nanti kita akan pergi kesana” Kata Rumi memberi penawaran sambil memasang wajah penuh harapan.
“Astaga.. benar-benar ya kamu ini, menyebalkan sekali.. masa iya setiap hari..” ucapnya penuh rasa heran.
“Yaa gak masalah dong, kan tidak ada larangannya .. selagi mau dan mampu ya lakukan hahahah” Kata Rumi sambil tertawa sementara Ameera terdiam merasa malu.
“Sudah malam.. tidur saja dulu isi energi..” Kata Ameera merebahkan diri sambil menarik selimut.
“Kamu menolak?” Kata rumi hampir putus asa.
“Loh emang kamu ngajak sekarang?” Kata Ameera terkekeh berlagak tak memahami ucapan Rumi.
__ADS_1
“Dasar wanita tidak bisa yaa pakai kode-kode..” kata Rumi yang langsung saja mengambil posisi di atas tubuh Ameera, ia mengecup bibir isterinya yang sudah mengoodanya sejak tadi, Ameera tersipu dalam hatinya sambil merasa berbunga-bunga melayani Suaminya malam itu hingga waktu tengah malam.
*
Pagi ini Ameera memilih untuk bersantai sejenak dirumah setelah melepas kepergian suaminya ke kantor, ia memilih bersantai sambil melihat Rima yang tengah olahraga berenang di cuaca yang masih sangat sejuk itu.
“Rim.. siang nanti Keyla mau main kesini loh..” Kata Ameera.
“Iya kah? Kamu mau intogasi dia yaa?” Kata Rima terkekeh sambil naik ke darat.
“Yaa itu si katanya setelah makan siang mau mampir dan sorenya kita mau ke mall bersama.. soal introgasi Iyaa itu pasti sih.."jawab Ameera menjelaskan..
"Oh ya, kamu mau ikut?” Tanya Ameera.
“Boleh.. kamu sudah izin kakak?” Tanya Rima meraih handuk dan menutupi Sebagian tubuhnya.
“Sudah, boleh kok..” Kata Ameera jujur.
“Baguslah.. setidaknya dia tidak terlalu posesif terhadapmu..” Jawab Rima sambil terkekeh.
“Oh iya, papa juga hari ini akan datang, besok dia juga akan menghadiri acara Argha karena tante SonSOn memintanya…” Kata Rima.
“Wahh aku sudah rindu dengan papa.. jam berapa papa sampai? Masa papa baru datang kita sudah tinggal..” Kata Ameera merasa tak enak hatinya.
“Siang mungkin sampai.. gapapa kok, tenang saja Meer, papa itu penuh penegertian tidak kolot sperti Tante SonSon..” Kata Rima sambil terkekeh di ikuti oleh Ameera.
Mereka bergegas menuju sebuah mall, untuk bertemu dengan Faiz dan Keyla. Semula Keyla ingin mampir ke kediaman Ameera namun Argha mengajaknya untuk ikut mempersiapkan acara peresmian perusahaan sehingga Keyla membatalkan janjinya untuk mampir dan memilih untuk bertemu langsung di mall.
“Rima, kita apa tidak menunggu papa dulu?” Tanya Ameera.
“Papa tuh kalo sudah bertemu dengan teman golfnya bisa sampai malam baru kemabali kerumah.. sudah tak apa, papa sudah tau kita akan pergi ke mall kok.. kamu ini terlalu banyak mikir Meer, hahah” Goda Rima pada kakak iparnya itu.
Ameera hanya ikut melepas senyum simpulnya sambil mengikuti Langkah Rima menuju mobil yang akan di kendarai Rima menuju Mall.
Selama perjalanan mereka berdua kembali mematangkan niat mereka untuk menanyakan perihal hubungan Keyla dengan Argha saat ini.
*
“Lama deh lo pada, bawa mobil apa bawa becak mini? Lama betul..” Kata Faiz mulai protes.
“Bawa odong-odong gowes gue..” sahut Rima.
“Loh Keyla mana? Katanya tadi udah mau otw kok belum sampai?” Tanya Ameera.
“Mana gue tau, nyangkut kali di antenna TV tetangganya..” Kesal Faiz dengan celetukan asalnya itu.
“Lo pikir layangan..” Timpal Rima.
__ADS_1
“Yaudah makan dulu deh, energi gue hampir habis berdiri di atas pangung ini..” Kata Faiz dengan gaya lebaynya.
“Pangung apaan? Pangung sandiwara ?” Yaa lagi-lagi Rima yang menimpali celotehan Faiz mengundang tawa ketiganya.
Mereka memesan makanan ringan di sebuah restoran modern di Mall tersebut sambil menunggu kehadiran Keyla. Tiga puluh menit kemudian Keyla datang dengan nafas yang terengah-engah.
“Abis ngapain Key? Macul aspal?” Kata Faiz sinis.
“Gue naik ojol kesini, di lampu merah sana macet parah jadi gue jalan dan naik JPO jadi senin kamis gini nafas gue..” Kata Keyla sambil menyeruput sembarang minum yang ada di meja.
“Loh, kok ga di antar ARgha? Katanya kalian lagi meeting acara untuk besok?” Tanya Rima heran.
“Engga.. Kak Argha pergi menemani Dokter Naya mencari dress..” Kata Keyla dengan wajah yang terlihat tak baik-baik saja.
Penjelasan Keyla tentu mengundang tanya tiga sahabatnya.
Faiz nampak tak bisa diam menahan kekesalannya. “lo itu sama Argha sebenarnya gimana si Key? Pacaran? TTM? HTS? Atau justru lo di PHP-in?” Faiz langsung saja pada intinya.
Bener-bener ini si mulut naga kalo bicara api yang keluar gada adem-ademnya- Batin Rima dalam hati .
“Key? Kok diem? Minum dulu deh biar plong.. ngomong aja kita siap dnegerin, kali aja bisa kasih solusi..” Kata Faiz menyodokan gelas berisi minuman ke arah Keyla.
“Ada masalah kah Key?” Tanya Ameera dengan lembut.
“Hemm gak ada, sudah ga perlu di bahas, gue baik-baik aja kok..” Kata Keyla mencoba megalihkan pembahasan.
“Baik-baik aja gimana? Itu di kening lo ada bacaanya -Sedang tidak baik- nah , cerita deh lo menidngan” Kata Faiz yang masih sempat berbicara mengundang guyon tersebut.
Keyla malah tertawa mencoba menutupi apa yang sebenarnya tengah terjadi, Rima kala itu mencoba mengalihkan sejenak memberi kesempaatan untuk Keyla berfikir, haruskan ia meluapkan cerita hatinya?
Mereka memutuskan untuk berkeliling mencari beberapa barang yang mereka butuhkan. Sementara Keyla seperti kehilangan setengah energinya.
Apa gue harus mengatakan ini pada mereka? – Batin Keyla.
*
*
*
Nah kira-kira apa yaa yang sbenarnya terjadi guys? Hehee
🤭🤭
Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..
Terimakasih, salam cintaku..
__ADS_1
Mei 🥰