GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Berisik


__ADS_3

Rumi melihat Ameera nampak murung dan seperti hilang moodnya setelah pertemuan singkatnya dengan Yarra.


Rumi melangkah, mendekati Ameera lalu mengusap bahu Ameera.


“Jangan di pikirkan, biar saja dia hanya saudra tirimu kan..” Ucap Rumi dengan santai.


“Kita berniat untuk berlibur eh malah kamu unmood gini” tambahnya hingga Ameera cepat tersadar dan berusaha menepis bayang Yarra dan Ayahnya saat oldi


“Iya Mas, maaf yaa.. hmm kamu mau makan sekarang?” Tanya Ameera berusaha menepikan beban pikirannya.


“Iya dong, ini sudah pukul dua, penjaga Villa juga sudah menyiapkan makanannya...” Kata Rumi berharap Ameera bisa tetap tenang dan membiarkan Yarra dengan jalan hidupnya saat ini.


Ameera akhirnya menemani Rumi menuju meja makan dan menikmati banyaknya menu yang di sajikan.


“Mas ini banyak sekali sih.. Ikan, Udang, Ayam, Cumi , Telur, Jamur, tempe, bakwan dan sayurannya juga gak hanya satu..” Kata Ameera terasa kenyang melihatnya.


“Haha makan saja, mereka pikir kita datang kesini beramai-ramai.. makan saja yang kamu mau...” Kata Rumi, Ameera berdiri sambil mengambil piring dan nasi untuk Rumi.


“ini kamu mau makan apa?” Tanya Ameera siap untuk mengambilkannya.


“Udang dan ikan tepung itu saja..” Kata Rumi, Ameera mengambilkannya selayaknya seorang isteri melayani suaminya.


Mereka menyantap makan siang yang telat itu bersamaan, lalu hujan turun kemudian. Merasa perlu bersantai mereka bersantai di kamar yang langsung terhubung ke area taman belakang dan kolam renang.


Mereka sama-sama bersantai di atas sofa sambil menonton televisi dan menyantap beberapa cemilan yang ia beli sebelumnya. Ameera yang merasa dingin sejak tadi memang menutupi setengah badannya dengan selimut, hingga Rumi akhirnya juga mengikuti Ameera, duduk namun memakai satu selimut yang sma.


Rumi kemudian merasa kantuk, Ameera yang tengah focus pada film drama percintaan itu tidak sadar jika Rumi pada Akhirnya merebahkan diri dengan posisi kepala di atas paha Ameera. Ameera yang focus tidak sadar, terlebih saat posisi Rumi sudah miring menghadap tubuh Ameera.


Merasa posisi selimutnya yang tak membuatnya nyaman kini Ameera tersadar akan posisi Rumi yang begitu membuatnya sedikit Risih namun ia tak dapat berbuat apa-apa..


Kenapa menghadap ke arah sini? Duh aku jadi rishi gini meski dia adalah suamiku.. – ucap batin Ameera


Duh bagaimana ya ini kalo aku bergerak dia terbangun.. tapi dia tertidur pun seolah melihat apa yang ada di depan matanya, risih sekali rasanya - Ameera membatin bingung.


Tangan Ameera akhirnya mengambil sebuah bantal sofa si sebelah kanan nya, ia mengambil lalu berusaha memeluknya namun nampaknya sia-sia sekali.


Jaraknya terlalu dekat, mana bisa? - kata Ameera kesal.


Pergerakan Ameera membuat Rumi akhirnya membuka matanya, dan Ameera mulai merasakan debar jantungnya kini berpacu tak menentu.


Rumi meraih bantal yang masih Ameera pegang, lalu meletakkannya di atas paha Ameera guna menjadikannya alas untuk kembali merebahkan tubuhnya.


"Mas ih, berat loh.." ucap Ameera dengan gugup.


Posisi Rumi benar-benar sejajar berhadapan dengan dua buah dada yang Ameera miliki.


"Hanya kepala kok berat.. aku ngantuk, agak peninh juga.. pinjat donk kepalaku" pinta Rumi semakin membuat Ameera tak mampu mengontrol debar jantung yang terus berpacu cepat.


Perlan Ameera meletakan tangannya di kening Rumi lalu mulai memijatnya.

__ADS_1


"Kenapa tanganmu dingin sekali?" Tanya heran Rumi.


"Yaa memang suasananya dingin Mas.." Ameera beralasan.


Rumi merih tangan Ameera mengenggamnya sambil mengusapkan tangannya di antara telapak Ameera sambil meniupnya..


"Supaya hangat" kata Rumi melepas senyumnya.


Hati wanita mana yang tidak meleleh cair mendapat perlakuan manis seorang suami.


Wajah Ameera memerah tersipu malu..


"Kita masak Mie Instan yuk.." ajak Ameera melepas rasa groginya.


"Aku kenyang.." jawab Rumi.


"Aku ingin makan sesuatu yang hangat dan berkuah, apalgi kalo pedas" kata Ameera membayangkan semangkuk mie instan kuah pedas.


"Aku juga sama, mau makan sesuatu.."


"Apa?"


"Kamu.." Ameera terkejut dengan jawaban Rumi,


"Ah kamu aneh-aneh saja sih.." ucapnya melepas gengaman Rumi merasa salah tingkah.


Rumi kemudian merubah posisinya, duduk dan menghadap ke arah Ameera sehingga keduanya saling bertatapan.


Grogi Ameera, jantungnya berdebar lidahnya kelu tidak mampu ia mengatakan sesuatu. Rumi semakin bergerak mendekati Ameera, hingga kini wajahnya terlihat sangat dekat.


Rumi menarik pelan membawa sebuah kecupan singkat dibibir Ameera.


Rumi tersenyum begitupun Ameera, tersenyum penuh pesona tanda ia juga cukup senang menerima kecupan itu.


Melihat respon baik dari Ameera , Rumi kembali menegecupnya mempersatukan kedua bibirnya dalam sebuah ciuman yang perlahan menjadi terasa candu.


Ciuman itu cukup panas, hingga Rumi mulai memainkan tangannya mengusap pelan wajah Ameera hingga kebagian leher.


"Ameera.. I love you " Rumi berbicara pelan setelah ia melepas ******* bibir tipis Ameera.


Ameera tersenyum, "i love you too" ucap Ameera dengan hembudan nafas yang begitu hangat.


Rumi kembali melanjutkan kecupan itu, dalam benak Ameera ia hanya meminta keajaiban agar dirinya bisa mengimbangi Rumi yang sudah sangat berpengalaman itu.


Ameera meningat sebuah film yang berjudul fifty shades, film yang sudah dua kali banyaknya di tonton oleh Faiz.


Astaga, mas Rumi tidak mungkin bersikap kasar kan? Lebih baik aku menikmati dulu apa yang dia berikan, sambil aku mengingat apa yang bisa aku lakukan dari sekian banyak film luar yang sering Faiz lihat.


Ameera membatin sambil menggeliat menikmati sentuhan dan kecupan kecupan yang kini membasahi leher jenjangnya.

__ADS_1


Tangan Rumi mulai mengabsen tiap lekuk tubuh Ameera hingga tangan kanannya kini menyusup masuk kedalam kaos santai yang Ameera kenakan.


"Ahhhh.. Mas..." Ameera mencoba menahan pergerakan tangan suaminya yang sudah berada di atas buah dadanya.


"Meera, plis.. aku ingin.." ucapnya berbisik dengan nada suara yang tengah menahan hasrat terpendamnya.


Mendengar hal itu Ameera mengalah dan pasrah, Ameera pun tahu itu adalah hal wajib yang ia berikan untuk Rumi, suaminya.


Tidak tahan menahan posisi itu, Rumi membaringkan tubuh Ameera di atas sofa bed yang cukup besar itu, Ameera tersenyum melihat suaminya kini mulai berkeringat di tengah udara yang dingin.


"Boleh?" Ucap Rumi seolah meminta izin pada isterinya.


Ameera mengangguk dengan malu.


"Aku akan melakukannya dengan pelan, aku janji tidak akan memaksa jika kamu tidak mau.." ucap Rumi yang tengah berusaha menepis rasa takut dan trauma Ameera.


Ameera tersenyum, sambil ia mengalungkan tangannya di leher suaminya yang tengah berada di atasnya bertumpu pada kedua tangannya.


"Lakukan.. aku isterimu.." ucap Ameera menambah rasa semangat.


Rumi memulainya dengan sangat lembut, membuka baju Ameera, menyentuhnya dengan perlahan dan penuh kelembutan, kecupan yang mengabsen seluruh bagian tubuh Ameera hingga Ameera melepas suara desahannya yang sangat candu bagi Rumi.


Rumi pun akhirnya sudah tidak sabar untuk melakukan hal paling inti saat itu. Rumi menatap Ameera yang berbaring tanpa busana dengan mimik wajah malu-malu.


"Ahhh" Suara itu membuat pergerakan Rumi terhenti sejenak.


"Apa sakit?" Tanya Rumi .


"Iya sedikit sakit.." jujur Ameera.


Kenapa masih seperti gadis padahal aku sendiri yang merebut kesuciannya.


Rumi melakukan pergerakan itu dengan pelan, hingga semakin lama ia semakin berpacu dalam kecepatan permainan, suara ******* Ameera seakan mengundang semangat Rumi.


Hingga akhirnya Rumi mengerang penuh kenikmatan, Ameera pun ikut bersuara saat sebuah hentakan Rumi berikan beberapa kali sebelum akhirnya ia terbaring di samping Ameera sambil ia mengatur nafasnya.


"Terimakasih, sayang..." ucap Rumi lalu mengecup tangan Ameera berkali-kali.


"Kamu berisik juga yaa.." ledek Rumi membuat Ameera terkejut akan ucapan suaminya😅


Ameera memilih diam ikut mengatur nafasnya, sambil membatin penuh malu karena ia memang mendesah dengan suara sexy dan nampak sedikit kencang.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..

__ADS_1


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


__ADS_2