GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Kedatangan Risca


__ADS_3

Ameera tidak ingin memperpanjang rasa kesalnya pada Rumi, maka kali ini ia memilih kembali bersikap cuek terhadap Rumi. Banyak hal yang Rumi tanyakan di jawab dengan singkat oleh Ameera.


Ketahuilah jika diam adalah tanda lelah..


Di tengah kebersamaanya, ponsel Rumi berbunyi dan ternyata Risca yang menghubungi Rumi saat itu. Rumi menolak panggilan itu dan membuat Ameera menyungingkan bibirnya.


Kenapa harus di matikan, padahal itukan kekasihnya.. - Batin Ameera.


"Angkat saja, dari pada nanti aku yang babak belur di tuduh menyekap kekasih orang..” Ucap Ameera sambil ia terkekeh.


Merasa malu, Rumi tetap tidak menerima panggilan itu dan memilih memtaikan ponselnya. Sikap rumi itu semakin membuat Ameera merasa lucu dengan sikap Rumi kala itu.


“Kenapa di matikan?” Tanya Ameera heran.


“Aku ingin melanjutkan pekerjaanku..” Ucap Rumi beralasan.


Ameera tertawa melihat gelagat kesal Rumi karena Ameera terus memojokkan Rumi dengan sikapnya yang terus tertawa.


*


Sementara itu di tempat lain..


“Kenapa dia tidak menerima panggilanku sih?” Ucap Risca yang tengah kebingungan karena tidak mampu membayar total tagihan belanja yang mencapai lima puluh juta.


“Mbak jadi bagaimana? Mau di bayar pakai apa?” Tanya kasir yang sudah menunggu Risca sejak tadi.


Risca nampak kebingungan saat ATM yang di berikan oleh Rumi tidak bisa digunakan sama sekali, sementara uang di ATM milik Risca tidak cukup untuk membayar total belanjaannya.


Apa yang sedang kamu lakukan, Rumi.. bisa-bisanya kamu memberikan ATM rusak padaku - Risca membatin kesal.


Dengan perasaan malu Risca membatalkan semua barang belanjaannya, dan ia keluar outlet dengan rasa kesal.


Suara bisik membisik pelayan toko semakin membuat amrah Risca memuncak bahkan ingin sekali Risca melabrak para pelayan itu, namun rasa malunya lebih besar dari pada rasa marahnya.


Saat itu Rumi sendiri belum mengetahui apa yang tengah terjadi pada Risca, ia sengaja menonaktivkan ponselnya karena ia merasa tengah di curigai oleh beberapa orang kepercayaan Pak Rudi.


Risca berusaha kembali menghubungi Rumi, namun panggilannya terus di alihkan, Hal itu tentu membuat Risca semakin geram dan berniat untuk menemui Rumi di kediamannya.


Lihat saja, aku akan memberimu kejutan manis, sayang..


Saat sore hari hujan mengguyur kota Jakarta, di saat hujan lebat itu Rima tiba dirumah usai kembali dari liburannya bersama dengan Keyla dan juga Faiz.


Ameera yang tengah membuat wedang jahe di dapur menyadari kehadiran Rima, ia bergegas menghampiri Rima.


“Rima… kamu sudah kembali?” Tanya Ameera dengan wajah tersenyumnya.

__ADS_1


“Sudah.. kamu sudah membaik y?" Ucap Rim melihat kondisi Ameer nampak lebih bugar.


"Sudah, seperti yang kamu lihat..." ucap Ameera dengan riang.


Rima nqmpqk celingukan..


"eh Ameera, ayo ikut aku ke kamarku sebentar” Ajak Rima menarik tangan Ameera dan berlari kecil.


“Ada apa sih, Rima?” Tanya Ameera bingung.


“Kakak Kemana?” Tanya Rima celingukkan.


“Mas Rumi tidur kayaknya, ada apa?” wajah Penasaran Ameera sangat nampak kala itu.


“HAHAHA..” lepas tawa Rima kala itu, Ameera semakin kebingungan dengan gelak tawa Rima yang cukup mengejutannya.


“Kamu kenapa sih? Kesambet ya?” Ucap Ameera.


“Astaga Ameeera, aku puas tertawa sepanjang jalan.. Apalagi Faiz, dia sampai hampir pipis di celana lohh” Kata Rima semakin membuat Ameera penasaran di buatnya.


“Kamu ini tertawa tanpa menceritakan penyebabnya apa? Aku mana paham..” Kata Ameera kebingungan.


“Begini.. Aku habis ngerjain Sundel Bolong..” Ucap Rima sambil tak henti ia tertawa. Ameera menyimak cerita Rima sambil sesekali wajahnya mengikuti alur cerita Rima, serius lalu tertawa.


“Kakak semalam mengunjungi apartemen Risca, apa kamu tahu?" Tanya Rima , Ameera menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


“Dan kamu tahu? Dia sangat malu tidak bisa membayar banyak belanjaan” Ucap Rima lalu Ameera tertawa terbahak-bahak bersama dengan Rima.


“Astga.. kamu tahu dari mana?” Tanya Ameera sambil ikut tertawa.


“Tenang, nih kamu lihat videonya, lengkaap” Kata Rima memberikan rekaman video kepada Ameera, jelas Ameera tertawa melihat ekspresi Risca kala itu.


“Pantas saja tadi dia terus menghubungi Mas Rumi, tapi Mas Rumi mengatakan padaku katanya dia sedang di awasi.. apa benar?” Tanya Ameera yang tidak mengetahui apapun.


“oh.. jadi dia merasa yaa, kuat juga instingnya hahaha… itu sebenarnya adalah ideku,aku akan terus mengusik hubungan mereka berdua, terlepas bagaimana nanti hubungan kamu dan Kak Rumi.. tapi paling tidak aku ingin menyelamatkan Kak Rumi dan keluargaku dari Risca.. kamu janji yaa tidak perlu bercerita soal ini kek kak Rumi?” Ucap Rima dengan jujur pada Ameera.


Ameera berfikir sejenak, ia terdiam sambil mncerna ucapan Rima kala itu..


“Hmm iya aku janji.. Tapi, aku takut Rumi dan Risca malah berfikir aku dalang dari semua ini..” Kata Ameera.


“Duh kamu ini, gapapa kalo kamu di anggap seperti itu, toh Risca tidak menganggap kamu lemah dan bersikap semena-mena dengan kamu..” Kata Risca.


“Sudah jangan terlalu jadi beban, aku ada di depan melindungi mu.. dan ingat yaa kita tidak berdua, ada Faiz dan Keyla.. dan juga ada Papa yang pasti support kita..” Uca Rima mencoba menenangkan Ameera yang nampak khawatir dan takut.


Ameera tersenyum pada Rima, ia berusaha menerima dan mengikuti apa yang di sarankan oleh Ameera.

__ADS_1


Ameera Kembali ke kamarnya membawa satu gelas air jahe hangat untuk membantunya menghangatkan tubuhnya, Ameera membuka laptopnya dan mengisi kekosongan waktunya untuk mengerjakan tugas akhirnya, sementara Rumi tengah terlelap dalam tidurnya.


Tidak lama berselang, karena Rumi sudah terlalu lama tertidur Ameera berinisiatif untuk membangunkannya.


“Sudah hampir magrib, apa kamu tidak ingin mandi Mas?” Tanya Ameera.


“Hemm..” respon Rumi.


“Bangunlah, lalu mandi.. Rima sudah tiba dan mau kita makan malam Bersama..” Kata Ameera seketika mengundang respon Rumi.


“Kapan Rima tiba?” Tanya Rumi.


“Hemm.. Tadi.. ayo cepat, mandilah..” Kata Ameera yang Kembali duduk di meja belajarnya.


Rumi kemudian beranjak menuju kamar mandi sambil sekilas ia melirik kearah Ameera yang tengah focus mengrjakan tugas akhirnya.


Ameera memutuskan untuk bergegas lebih dulu menuju lantai dasar, ia ingin menghindari Rumi yang akan bersiap di kamar usai mandi.


Namun, Langkah Ameera melambat saat ia melihat Victor tengah berdebat dengan Risca yang memaksa Diri bertemu dengan Rumi saat itu .


Dari arah lain, Rima juga keluar dari kamarnya menghampiri Risca.


Astaga.. mau apa Risca magrib-magrib datang kesini sambil marah-marah..- Ameera membatin.


“Ameera, mana Rumi..” Teriak Risca meliat Ameera tengah menuruni anak tangga. Rima dan Victor ikut melirik ke arah tanga tersebut.


“Tunggu, lo siapa ya? Masuk kerumah gue sembarangan, marah-marah pula..” Kesal Rima bertolak pingang di hadapan Risca.


“Maaf Non, saya udah cegah dia namun sikapnya sungguh anarkis, dia main fisik sehingga melukai satpam depan..” Ucap Victor dengan kesal melaporkan aksi Risca.


“Apa????? Wah udah ga waras lo ya?” Kata Rima kesal.


Ameera mendengar itu ikut kesal dengan sikap buruk Risca..


Sepertinya aku harus memiliki sikap kali ini untuk menghadapi Wanita ini.. – Ameera membatin sambil ia memasang wajah sinisnya.


“Ada apa kamu mencari suami saya?” Kata Ameera begitu menantang.


Waduh.. keren juga nih Ameera.. – Batin Rima melihat Ameera nampaknya mulai bersikap.


Nah kira- kira apa yang akan terjadi? Next chapter yaaa.. sabar, orang sbaar di sayang ayang heheh 🥰


Terimakasihq yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..

__ADS_1


Mei 🥰


__ADS_2