GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Kejujuran Keyla


__ADS_3

“LO kenapa murung aja sih, Key? Kaya orang kurang oksigen aja..” Kata Faiz tak melihat semangat Keyla saat itu.


“Iya, biasanya lo paling gercep perihal cari-cari baju.. ini sudah hampir tiga jam jam muter-muter lo gak ada yang cocok.” Kata Ameera melihat sesuatu yang tak wajar dari Keyla.


“Melipir dulu deh yuk, kita minum dulu, aus gue..” Kata Rima.


Bukan tanpa niat khusus Rima yang terasa haus itu, namun Rima memiliki misi lain tentunya. Atas permintaan Rima mereka masuk ke sebuah kopi shop sejenak.


“Ini Mall bisa tutup kalo lo ngeliat ini ga cocok itu ga cocok..” kata Faiz pada Keyla.


“Lo itu ada apa si key? Lo gamau buka cerita ke kita kah?” Kata Ameera dengan kelembutannya.


Keyla menatap sekitar, ia melirik kiri dan kanan dimana Rima dan Faiz berada di sisinya.


“Dih pisang kali gue di lirik segitu napsunya lo..” Kta Faiz sambil tertawa Keyla juga ikut membentangkan senyumnya.


“Gue tuh mau cerita banyak hal, tapi gue juga malu untuk menceritakannya..” Kata Keyla.


“Dih, pake tuh helm doraemon biar ga malu..” goda Faiz selalu saja memiliki bahan lelucon.


“Mulut lo entar gue jait ya pake benang layangan, bawel banget..” Kakata Rima kesal.


“Dih kaya ibu – ibu tanggal tua lo, sadis..” Ledek Faiz lagi entah seberapa banyak stock jokes yang di miliki faiz.


“Sadis gimana? Kok lo tau?” Tanay Ameera heran.


“Yaa tau lah, kan depan Rumah gue itu tempat tukang sayur mangkal.. lu bayangin aja, ikan dua puluh rebu di tawar jadi tujuh rebu, apa kaga sadis?” kata Faiz mengundang tawa ketiga wanita di sekelilingnya.


“Nanti gue praktekin deh..” kata Rima terkekeh.


“Dih malu Rim, maluu…”Kata Faiz menimpali.


“Sudah ih.. “ Ameera menyudahi guyon itu.


“Jadi Key, lo mau cerita apa? Gaperlu malu, seperti baru kenal kita aja..” Kata Ameera terkekeh.

__ADS_1


“Apa lo malu sama gue ya? Gue pergi nih..” Kata Rima sejenak ia berfikir bahwa ia orang baru dalam pertemanan itu.


“eh.. engga kok engga.. gapapa disini aja..” Keyla menahan kepergian Rima.


“Yaudah cerita, nanti Ameera malah dapat terror telfon dari suaminya deh..” kata Faiz kembali mendesak Faiz.


“Oke.. memang apa yang kalian ingin tau tentang kak Argha?” Tanya Keyla membuka sebuah peluang untuk para sahabatnya bertanya.


“Kalian sedekat apa saat ini?” Tanya Rima.


“Apa lo punya perasaan yang lebih dari seorang sahabat ke Kak Argha?” Kata Ameera.


“APa lo di PHP-in?” Tambah Faiz.


Rima terkekeh mendengar pertanyaan ketiga sahabatnya.


“Terimakasih atas perhatian kalian, pertama ini mungkin adalah kesalahan gue.. kesalahan yang mungkin baru gue sadari akhir- akhir ini..” Kata Keyla membuka pembahasan.


“Maaf Meera, mungkin sejak pertama gue ketemu Argha, dimana saat itu lo pingsan dan Argha gendong ke Klinik Kampus, gue menatap wajah ARgha penuh kagum, meski cuek dan dingin tapi gue seneng aja menatapnya.. Sampai kalian jadian, kalian kompak dan penuh kasih sayang, gue juga sering kegum dengan Kak Argha, entah kenapa gue kagum dan senang saja menatapnya..”


“Sampai pada akhirnya kalian putus, Kak Argha putus asa, patah hati dan sering menghubungi gue untuk sekedar menanyakan kabar lo, menanyakan beberapa hal lain.. itu jadi Bahagia tersediri buat gue meski yaa jujur kadang gue miris aja, dia hanya menanyakan kabar Ameera Ameera dan Ameera, padahal saat itu gue juga sedang flu, berin-bersin… tidak ada dia tanya keadaan gue..”


“Jadi lo suka dalam diam?” Kata Ameera.


“Kasih tak sampai?” Tambah Faiz.


“Saran gue stop deh nanti lama-lama lo yang merasa sakit, karena perasaan yang di pendam sendiri itu sakitnya luar biasa loh..” Kata Rima.


“Gue jatuh cinta sama Argha..” Ucap pelan Keyla dengan air mata yang mengalir perlahan membasahi pipinya.


“Key..” Ameera merangkul sahabatnya itu membawanya dalam pelukan hangat seorang sahabat.


“Gue kagum sama sosoknya yang melindungi lo, melindngi gue, menjaga perasaan ibunya sampai dia rela antar jemput Dokter Naya demi memenuhi permintaan ibunya..” Kata Keyla dengan gemetar karena isak tangisnya.


“Key, lo kayaknya harus jauhi Argha..” Kata Faiz to the poin.

__ADS_1


“Kalo bukan lo, siapa yang akan melindungi hati lo? Diri lo yang pertama lo protect dari diri lo deh” Kata Faiz menyambung ucapannya.


“Gue udah coba, tapi gue ga tahan buat ga balas chat dia, ga tahan buat gak angkat telfonnya dan gue juga ga bisa nolak permintaanya..” Kata Keyla jujur.


“Yaa mungkin belum, nanti saat lo Lelah dan benar-benar Lelah dengan apa yang lo rasakan sendiri tanpa ada balas, sesakit apapun itu pasti lo akan memilih untuk pergi.. kapan itu? Hanya lo yang tau dimana batas rasa cukup dan pergi..” Sahut Rima.


“Argha masih menyayangi Ameera, ia masih sangat mengharapkan Ameera menjadi seorang janda..” Kata Keyla jujur.


“Astagfirullah..” Ameera cukup terkejut kala itu.


“Duh ku tunggu janda Ameera dong judulnya..” Celetuk Faiz.


“Gila sih, secara dia kan seppuan sama Kak Rumi, harusya yaa berbesar hati saja melepas Merra, lagi pula, Naya juga tak kalah cantik, baik dan sesuai ke inginan Tante SonSon wanita yang berkelas berpendidikan..” Kata Rima dengan nada kesalnya.


“Sudah Key jika ini hanya akan menyakiti lo saja, lepaskan.. buat apa bertahan memeluk tapi terasa tertusuk terus?” Kata Faiz.


“Tapi Argha ga salah, gue yang salah memiliki harapan lebih.. belum lagi, gue ini tahu loh bagaimana Argha menyayangi Ameera tapi gue tetap aja merasakan perasaan yang susah gue tahan,..” Kata Keyla.


“Sudah.. gak ada yang salah, menurut gue menyukai, mencintai, itu perasaan yang gak bisa kita hindari, semacam anugrah, dan kayaknya itu hak setiap insan untuk mempunyai perasaan itu pada siapapun, tinggal bagaimana kita mampu untuk menyikapinya aja.. lo mungkin bisa merubah rasa lo itu jadi rasa sayang lo terhadap seorang kakak.. itupun jika lo mampu untuk melakukannya..” Kata Ameera mengungkapkan pedapatnya.


“Dan yang paling penting, dalam sebuah perasaan itu lo gak merebut milik orang lain..” Kata Faiz menambhakan.


“Saran gue sekarang, tenangin diri lo.. lo tau mana yang tebaik, tapi jika terus bertahan tentu lo sama saja menyakiti diri sendiri..” Kata Rima.


“Sini peluk dulu sama Incess” Kata Faiz memnbentangkan tangannya membawa Keyla dalam pelukannya sambil menangis tersedu-sedu.


Dugaan Ameera dan Rima benar selama ini, keduanya memang memiliki feeling yang kuat, terlebih Ameera yang sudah cukp lama mengenal Keyla.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..

__ADS_1


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


__ADS_2