
Bisikkan Untuk Kita:
Belajar Peduli dan Peka. Jangan didiamkan tapi di temani, tidak semua luka yang di biarkan akan sembuh sendiri, coba dampingi agar kembali baik lagi.
*
Pagi hari, Ameera sudah bersiap dengan pakaian serba hitamnya, ia hanya memainkan ponselnya sambil menunggu suaminya menyelesaikan mandinya pagi itu untuk turun dan sarapan bersama.
Ameera juga untuk pertama kalinya menyiapkan pakaian untuk Rumi, dengan warna senada dengannya.
Ameera yang masih berada di fokus membaca hot news di media sosial nampak sedikit terkejut saat pintu kamarnya terketuk, di hari yang terbilang cukup pagi.
Ameera membikanya dan yaa Victor yang mengetuk dan hendak memberikan informasi bahwa Argha bertamu untuk mengunjungi Rumi dan juga Ameera.
Kening Ameera mengerut di sambut mata yang memicing sebagai respon rasa herannya.
Sedikit aneh baginya, saat ia mnegabaikan pesan singkat Argha mengapa Argha malah datang menghampirinya.
Ameera tidak berani mengambil keputusan apapun, ia memilih menunggu Rumi menyelesaikan mandinya dan membicarakannya.
Terdengar suara pintu terbuk dan langkah kaki Rumi terdengar semakin mendekat.
Ameera reflek menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“Mas.. ih pakai dulu bajumu cepat..” Kata Ameera terkejut saat lamunanya terkait kedatangan Argha harus terbuyarkan dengan keberadaan Rumi yang hanya memakai handuk di setengah tubuhnya.
“hahah, aku juga mau pakai baju, tapi melihat kamu malah melamun gitu.” Ucap Rumi tertawa terbahak-bahak melihat Ameera yang terkejut.
“Cepat Mas, pakai bajumu.. dibawah ada Argha.. kamu harus menamui dia segera..” Kata Ameera yang seketika membuat Rumi terheran atas kehadiran Argha.
Rumi kembali ke toilet sambil menggerutu kesal, ia bergegas memakai pakaian yang dipilihkan oleh Ameera, Tak membutuhkan waktu yang lama, kini keduanya sudah bersiap dengan pakaian yang senada.
Keduanya turun anak tangga secara beriringan, dari tengah anak tangga yang Ameera dan Rumi pijak, terlihat Argha dan Rima sedang bercakap di ruang keluarga.
Rima dengan konyolnya berkali-kali mengusap matanya.
“Ini mata gue yang burem karena belum mandi apa gue lagi berhalusinasi ya?” Kata Rima pelan saat melihat pakaian couple Rumi dan Ameera serta tangan Ameera yang di genggam erat oleh Rumi, keduanya juga memasang wajah yang nampak ceria.
__ADS_1
“kenapa Rim?” Tanya Argha.
“Bukan apa-apa sih.. itu kayaknya semalam abis ada pertandingan berkuda di atas kasur entah siapa yang menang kayaknya mereka happy begitu..” Ucap Rima mengundang rasa cemburu pada Argha.
Rima meraih ponselnya mengambil video singkat untuk ia kirimkan kepada Keyla juga Faiz dan tak lupa tentunya Victor.
“Pagi.. Kalian pagi-pagi begini sedang membahas apa?” Ucap Rumi dengan penuh pesona.
“Aku.. hmm aku datang ingin menjenguk Meera, ternyata benar ya? Pipinya terluka sampai harus di plester begitu..” Ucap Argha yang sejak tadi menatap Ameera.
“Iyaa.. tapi akan segera membaik dan akan aku pastikan tidak menimbulkan bekas berarti..” Ucap Rumi.
Rumi melihat ke sekeliling Argha..
“kamu menjenguk isteriku tanpa membawa apapun? Pear hijau? Atau mungkin Pisang? Akhir-akhir ini isteriku sedang senang makan pisang..” kata Rumi tak kalah konyol menyikapi kehadiran Argha.
Ngaco sekali Mas Rumi ini, sejak kapan aku suka pisang? Aku kan hanya suka pisang goreng.. – Ameera membatin sambil terkekeh dalam hatinya.
“pisang apa kak?” Goda Rima sambil tertawa dengan pikiran nyelenehnya.
“Sorry aku buru-buru.. nampaknya toko buah juga belum ada yang belum buka sepagi ini.. nanti akan aku kirimkan khusus untuk Ameera..” Ucap Argha menantang ucapa Rumi.
“astagaaaaaaa .. kalian akan berlibur? Kemana? Kapan? Apa kalian akan berbulan madu lagi? Sungguh kakak ini tega sekali tidak memberi tahu aku..” Rima begitu heboh dengan segala pertanyaannya yang membuat Rumi menghela nafasnya untuk menjawab semua pertanyaanya.
“Mulai hari ini, maka malam nanti aku tak pulang entah sampai beberapa hari kedepan aku tidak bisa pastikan.. aku tidak ingin di ganggu siapapun maka itu aku buat semua secara mendadak..” Kata Rumi semakin mengundang Rasa cemburu pada Argha.
Ameera nampaknya sangat senang saat ia begitu dimanjakan oleh Rumi.. apakah sudah tidak ada kesempatan lagi untukku sekalipun meraihnya dengan status jandanya? – Argha membatin dengan penuh kesedihan.
“Baiklah, Kita sarapan bareng yuk? Bro.. yuk sarapan..” Ajak Rumi pada Argha.
“Aku sudah, kalian sarapanlah.. aku ingin izin pamit harus segera tiba di kantor..” Kata ARgha memutuskan untuk pergi dari pada semakin sakit melihat Ameera dan Rumi nampak begitu mesra.
“oh.. okelah, hati-hati yaa” Ucap Rumi melepas saja keinginan Rumi.
“Terimakasih sudah berkunjung kak..” Ucap Ameera dengan senyumnya.
Sepasang lesung pipimu itu yang membuat aku candu akan senyum Indahmu.. – Argha membatin sendu sambil melangkah pergi meninggalkan Kediaman itu.
__ADS_1
Rima kemudian langsung menyerang pasangan itu dengan segudang pertanyaan..
“kakak pusing mendnegar celotehanmu.. sudah mandi sana kita sarapan duluan karena harus pergi..” Ucap Rumi seolah mengusur Rima.
“Kalian mau kemana sih? Masa tidak ingin memberi tahu aku, nanti aku sedih lohh..” Ucap Rima yang berlagak memasang wajah sedihnya.
“Kami ingin kemakam mamaku, lalu ke toko roti mengambil beberapa buku, lalu setelah itu aku serahkan pada kakakmu kemana dia akan membawaku..” Ucap Ameera sambil mengambil menu makanan untuk Rumi.
“Kalian ini seperti orang yang sedang kasamaran, ceria sekali kalian sampai pakai baju couple begitu..” Rima terus mengoda keduanya.
“Astaga Rima, kita mau ziarah, pakaian kita hanya sama warna saja loh.. wajar kan ke makam pakai baju hitam..” Kata Ameera memberi pembelaan diri karena sedikit terasa malu terus di ledek adik iparnya itu, sementara Rumi hanya tersenyum lebar menertawakan percakapan kedua wanita di hadapannya.
“Baiklah, masuk akal sekali alasanmu kakak ipar.. Tapi tanpa alasan ziarah ke makam aku tetapa suka kalian kompak seperti ini, ahh bahagianya aku.. terasa lega, plong hati ini kembali ke London untuk kuliah..” Ucap Rima sambil mengusap dadanya.
“Kamu lanjutkan disini saja, toh disana kamu hanya menunggu wisuda saja kan?” kata Rumi pada adiknya engan harapan Rumi.
“kamu bisa temani kakak juga kakak iparmu kalo kamu lanjut kuliah disini..” Kata Rumi pada Rima yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya.
“Hemm… akan ku pikirkan nanti, masih ada waktu satu bulan lagi untuk aku mengambil keputusan itu.. sudahlah aku mau mandi, lanjutlah sarapan kalian..” Kata Rima beranjak menuju kamarnya lagi.
“bawel sekali dia..” Ucap Rumi pada Ameera.
“Perempuan kalo gak bawel itu aneh.. “ Sahut Ameera menanggapi ucapan Rumi.
“Hemm baiklah, aku iya saja dari pada menghadapi ngambeknya seorang wanita..” Tambah Rumi membuat Ameera memicingkan matanya.
“Menikahlah dengan Victor, hiduplah bersamanya saja sampai akhir hayat.. maka akan terjauh kamu dari wanita-wanita dengan keunikan kodratnya..” Kata Ameera mulai kesal dengan perkataan Rumi.
Rumi bergidik ngeri mendengr ucapan Ameera yang nampak kesal pada Rumi, tidak ingin memperpnjang masalah Rumi hanya diam sambil membatin penuh tawa melihat sikap Ameera.
*
*
*
QTerimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..
__ADS_1
Terimakasih, salam cintaku..
Mei 🥰