
Pukul 05.00 seperti biasanya, Ameera bangun dan berniat untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya, namun karena kurang tidur dan beban fikiran yang di alaminya Ameera merasa pusing dan tubuhnya terasa lemas.
Ameera yang sudah duduk kini kembali berbaring hingga Rumi menegurnya.
"Kenapa sayang?" Suara khas saat bangun tidur Rumi.
"Kepalaku sakit, mas.. pusing" keluh Ameera.
"Kamu kurang istirahat, jangan terlalu menjadikan ini sebagai beban pikiranmu.." Kata Rumi berusaha menenangkan isterinya.
"Iya Mas, kamu mau sarapan apa? Aku belum siapkan apapun.." kata Ameera menanyakan.
"Jangan di pikirkan, aku bisa makan apa yang bibi masak.. istirahatlah aku ke sebelah sebentr"
Ucap Rumi beranjak dari kasurnya, Ameera sudah menebak kegitan Rumi saat pagi sebelum matahari terbit.
Ameera ingin menegur suaminya, mengapa harus bersembunyi dari Ameera saat ingin beribadah? Namun ia urungkan sejenak.
Ameera juga bergegas beribadah pagi lalu ia bersiap untuk menuju ke lantai dasar dengan sedikit memaksakan kondisinya saat ini.
"Bi..." Ameera masih bingung memasak apa pagi itu.
"Disaat ia tengah berbincang dengan bibi Ameera dan bibi di kejutkan oleh kedatangan Tante Sonia.
"Pagi Ameera " ucapnya Ameera bergegas menoleh ke sumber suara.
"Pagi, Tantee.." jawab Ameera melihat wajah Tante Sonia yang terlihat sendu.
Apa tante Sonia sedang sedih ya? Tapi kok seperti yang di buat-buat - Ameera membatin.
"Kenapa dingin sekali ya" ucap Tante Sonia.
"Dingin? Apa suhu AC terlalu rendah ya?" Kata Ameera menerka, namun ia merasa biasa saja padahal ia juga dalam keadaan kurang sehat.
"Suhunya seperti biasa Non, tidak ada yang merubah" kata Bibi usai mengecek.
"Iya mungkin karena saya sedang tidak enak badan.." kata Tante Sonia kemudian.
"Istirahat saja tante, tante mau sarapan apa? Mau cream sup?" Tanya Ameera yang hendak membuat cream sup jagung kesukaan suaminya.
"Tidak.. tante tidak nafsu makan" ucapnya sendu. Tante Sonia kemudian melangkah meninggalkan area dapur.
"Bi aku tinggal dulu ya, lanjutkan saja seperti biasa brokoli di kukus" kata Ameera sambil melangkah menjauhi arah dapur menyusuli Tante Sonia.
Ameera menemani tante Sonia yang tengah duduk di sofa dengan wajah sedihnya.
"Tante ada apa? Sepagi ini sendu sekali" kata Ameera mendekati orang yang pernah memakinya.
"Tidak apa-apa Ameera Tante hanya sedih, ingin rasanya tante pergi meninggalkan Argha" ucapnya membuat Ameera bingung.
"Loh kenapa tante?" Tanya Ameera heran.
__ADS_1
"Mungkin Argha sudah tidak menyayangi tante lagi" ucapnya sambil mengusap mata bagian bawahnya dengan tissue.
Apa tante sonia menangis? Kenapa tidak keluar air matanya? - Batin Ameera.
"Loh kenapa tante bicara begitu? Bukankah Argha sangat menyayangi Tante dan selalu Menuruti keinginan tante?" Tanya Ameera.
"Itu dulu.." suara itu sangat lantang.
Ameera menoleh dengan cepat ke sumber suara, begitu juga dengan Tante Sonia, ia nampak terkejut dengan kedatangan Argha.
Di belakang Argha, Victor berjalan mengekor.
"Sudah datang, Kalian " Suara Rumi yang bersahut dari ucapan Argha.
Ameera memiliki feeling yang kurang baik, ia melangkah mundur sambil menatap tante Sonia yang nampak panik itu.
"Ada apa ini?" Tanya Ameera bingung.
"Argha! Ada apa kamu kesini? Kamu ingin membuat cerita apa lagi?" Ucap Tante Sonia membuat Argh menggelengkan kepalanya heran.
"Mama, kenapa si mama jadi seperti ini? Sikap mama ini membuat mama hancur mah, apa mama tidak kasihan dengan papa? Apa mama tidak memikirkan Argha" ucap Argha nampaknya ia sangat kecewa dengan keadaan.
"Mama tidak mengerti apa maksud mu!" Kata Tante Sonia .
Rumi sudah berada di samping Ameera memeluknya dengan erat dalam dekapannya.
"Dimana Keyla, Vic.." tanya Rumi pada Argha.
"Keyla? Ini masih jam enam pagi, untuk apa Keyla kesini?" Bingung Ameera.
"Nanti kamu akan tahu" kata Rumi membuat Ameera di rundung rasa penasaran.
"Tapi sebenarnya ini ada apa?" Bingung Ameera merasa ketengangan tengah terjadi disana.
"Mereka semua mau menyerang Tante, Ameeraa.. kamu bisa libat sendiri kan? Apa yang mereka lakukan saat ini?" Kata Tante Sonia dengan sura gemetar.
"Siapa yang menyerangmu, Sonia?" Pak Rudi baru saja tiba, ia berjalan dengan tongkat coklat miliknya.
"Mas Rudi.." Tante Sonia nampak terkejut.
"Kamu benar-benar keterlaluan Argha!! Kamu menjebak mama? Kamu mau menghancurkan mama?!" Tante Sonia berteriak sangat kencang penuh Amarah.
"MEMALUKAN!!" Pak Rudi memberi satu kata yang begitu tegas dan kencang!
"Mas.. hiks" tangis Tante Sonia.
"Diam!! Aku malu sekali punya adik sepertimu, Sonia!!!" Ucap Pak Rudi dengan wajah marahnya.
"Kurang apa hidupmu? Apa kamu pernah merasa kekurangan? Atau hanya hawa nafsu mu saja yang selalu merasa kurang?!" Tuan Rugi begitu marah, berbicara dengan tegas sambil berbicara pada Tante Sonia.
"Penjarakan saja!!" Kata Pak Rudi tak banyk basa basi.
__ADS_1
Tante Sonia bersungkur sambil menangis di kaki sang kakak.
"Maafkan aku Mas, aku mohon jangan bawa aku kedalam jeruji besi, aku malu, aku maluuu" kata Tante Sonia.
"Apa ? Kamu malu? Kamu tidak malu membayar orang untuk mencelakai Keyla, untuk meneror Rumi dan Ameera, dan yang paling fatal, kamu membakar toko roti peninggalan orang tua Ameera!!! DIMANA RASA MALU ITU????"
Ameera terkejut mendengar pernyataan mertuanya itu. Ameera menatap suaminya penuh kesedihan lalu Rumi mendekapnya dalam pelukan sambil terus menenangkan.
"Apa salahku?" Ucap Ameera dalam tangis.
"Lihat!!! Lihat dan dengar, apa salah Ameera? Jelaskan!" Ucap Pk Rudi.
Victor mendekati Pak Rudi berusaha menenangkan.
"Cukup pah, pikirkan kondisi jantung papa.. tante Sonia biar rumi yang hadapi" kata Rumi dengan tegas!
Tak lama berselang, Keyla datang dengan wajah yang masih terlihat sembab karena semalam ia menangis pilu.
Keyla langsung tertuju pada wajah Tante Sonia.
"Hai tante.. apa kabar?" Tanya Keyla.
Keyla manu dan hendak bersalaman namun mata Ameera tertuju pada telapak tangan keyla yang tengah di perban.
"Key kenapa? Ko di perban?" Tanya Ameera penuh kecemasan.
"Oh ini, gue semalam hampir di celakai orang.."
"Astagfirullah..." Ameera terkejut.
Keyla maju lagi beberapa langkah sambil bertanya.
"Tante apa kabar?" Ucap Keyla namun Tante Sonia hanya diam saja membisu dengan wajah tegang nya saat itu.
"Hah!! Semua ini gar-gara kamu keyla!!!" Teriak Tante Sonia sambil menjambak rambut Keyla.
"Mama.." mendekat Argha ke arah Keyla sementara Victor membantu di poisi Tante Sonia, berusaha melepaskan jambakkannya.
"Ameera hendak mendekat namun Rumi menahannya..
"LEPAS!!!" Teriak Argha lalu Tante Sonia melepaskannya.
Keyla merasa sakit pda kepalanya hingga kelur air matanya.
"Maaf kalo Keyla punya perasaan ke anak tante! Keyla minta maaf, tapi keyla tidak ada niat sekecil apapun untuk merebut Argha dari tante ataupun Dokter Naya.. Keyla selama ini hanya suka daam diam, kagum dalam pandang.. tapi perbuatan tante, sungguh nyata!"
"Mama keterlaluan!!!" Teriak Argha penuh dengan emosi.
Saat itu karena rasa emosi, kecewa, malu juga takut, tante sonia berlari dan masuk kedalam kamar tamu, dan mengunci diri.
"Gue harus ambil tindakan!!" Kata Rumi yang sudah berjanji pada dirinya akan menghukum siapapun yang membakar toko milik isterinya.
__ADS_1
Lalu apa yang akan di lakukan oleh Rumi??? Besok kita bertemu di next chapter yaa.. 😉