
Setibanya Di Perushaan.
Ameera merasakan nyeri pada perutnya, ia berusaha menyembunyikan itu pada suaminya yang tengah fokus bekerja.
"Mas.."
"Iya sayang.." jawab Rumi tanpa menoleh ke arahnya.
"Mas, boleh aku merebahkan tubuhku di kamar mu itu?" Tanya Ameera membuat Rumi melepas pandangannya dari layar laptopnya.
"Kenapa? Kamu ngantuk?" Tanya Rumi pda Ameera yang tengah duduk di atas sofa.
Ameera mengangguk.. Tanpa berbasa basi Ameeradi persilahkan untuk beristirahat sebelum ia harus ikut pergi dengan Rumi dan juga Victor.
Lima belas menit berlalu, secara diam-diam Rumi masuk dalam ruangan khusus nya itu, berniat ingin memberi kejutan untuk Ameera, namun saat itu niat Rumi terhenti setelah mendapati aroma mintak kayu putih yang sangat khas.
"Kamu sakit?" Kata Rumi melihat Ameera tengah membalur perutnya sendiri dengan minyak kayu putih.
"Sedikit nyeri aja.."kata Ameera.
Rumi mendekat langsung menggantikan Ameera membalurkan perut Ameera dengan minyak kayu putih.
"Apa salah makan?" Tanya Rumi.
"Engga, aku makan nasi goreng tadi.. sudah aku gapapa bentar lagi juga hilang sakitnya" kata Ameera.
"Perlu ke dokter? Atau aku panggilkan dokter saja, ya?" Kata Rumi dengan penuh ke khawatiran.
"Ih engga mau, sudah mas kamu kerja saja aku biar tidur dulu..." kata Ameera.
"Yasudah, kalo kamu belum membaik aku batalkan meeting dengan client ku itu ya.."
"Jangan..! Kan masih ada waktu 2 jam aku tidur dulu nanti juga membaik" kata Ameera meyakinkan Rumi.
"Yasudah, tidurlah.." kata Rumi menarik selimut ke atas tubuh Ameera.
Rumi tidak fokus dalam melanjutkan pekerjaannya, miseteri sosok misterius dan keadaan Ameera yang mendadak sakit membuat pikirannya terus memikirkan beberapa hal terkait dengannya dan juga Ameera.
Apa ini perbuatan Risca? Tapi mana mungkin?! Aksesnya sudah banyak di blokir, dan dia juga tidak punya banyak uang untuk bertindak besar untuk hidupnya... - Rumi membatin.
Satu setengah jam kemudian Ameera sudah merasa lebih baik kondisinya, ia memilih untuk keluar kamar istirahat dan menemui Rumi.
Rumi menoleh ke arah pintu yang terbuka, lalu beridir.
"Loh sudah bangun?" Ucap Rumi sambil membawa Ameera ke arah kursi kerjanya.
Rumi duduk dan menarik Ameera kedalam pangkuannya lalu memeluknya.
Kenapa Mas Rumi begini? Membuatku malu dan salah tingkah saja.. Ameera membatin penuh rasa senang.
__ADS_1
"Aku baru bangun kenapa peluk-peluk.." kata Ameera.
"Apa hubungannya? Kamu ini.." kata Rumi memeluk Ameera dengan cukup lama, Ameera meraih membiarkan hal itu sambil santai ia membuka ponselnya.
"Siapa ya?" Ameera bermonolog pelan saat membuaka aplikasi chatnya.
"Kenapa?" Tanya Rumi sambil melirik ke arah ponsel Ameera.
"Ini ada yang chat dari nomer tak di kenal.." kata Ameera, langsung Rumi merampas ponsel isterinya.
"Mas.." Ameera terkejut bahkan sampai ponsel itu hampir saja terjatuh.
Rumi fokus melihat nomer itu, bukan nomer Risca! Lalu Rumi membaca pesan itu
Hai Ameera, boleh kita saling mengenal satu sama lain..
"Siapa berani kamu chat seperti ini, aku block saja" kata Rumi kesal sambil memilih option blokir pda kolom chating tersebut.
"Aku gak kenal, kamu liat kan aku gak save nomernya.. dan tidak ada nama juga profile nya.." kata Ameer sedikit kesal dengan sikap Rumi.
"Pokoknya kalo ada nomer yang tidak kamu kenal, blokir.. aku tidak mau kamu berhubungan dengan orang asing, semua harus dengan persetujuanku.." kata Rumi tegas.
"Iyaaa iya.." Ameera mencoba mengalah saja.
"Yasudah kita bersiap saja makan siang di luar sekalian kita menuju tempat meeting.." kata Rumi kemudian keduanya bersiap untuk pergi.
Saat itu, Ameera jalan berdampingan dengan suaminya menuju ruang rapat di sebuah hotel mewah di pusat kota.
Sejak tadi Voctor hanya menonton sajian romantis gratis yang justru membuat hatinya teriris sepi.
"Nasib yaa Nasib" ucapnya pelan berkali-kali saat melihat sikap manis keduanya.
Saat itu Ameera duduk di samping kanan Rumi, dan Victor duduk di samping kiri Ameera.
Sedikit waktu yang terbuang sia-sia, suara dentuman hak lancip sepatu wanita membuat Rumi menoleh ke arah nya.
Seorang wanita cantik, berbadan tinggi langsing dengan pakaian sexy berjalan mendekati meja meeting.
"Selamat siang, sorry tadi saya salah gedung" ucap Wanita itu sambil menjulurkan tangan kanannya selayaknya hendak berjabat tangan.
Rumi membalas jabatan tangan itu di ikuti oleh Victor.
"Ini isteri saya.." ucap Rumi memperkenalkan Ameera.
Wow ini dia isteri Rumi , hemm pantas rumor tentang dia yang meninggalkan kekasih gelapnya itu ramai, ternyta isterinya masih muda, cantik juga.. meski yaa soal body jelas kalah.. - batin wanita yang tengah berjabat tangan dengan Ameera.
Mereka memulai meetingnya saat itu. Selama meeting berlangsung Ameera asik berbalas chating dengan Rima, ia mengatakan bahwa ada kiriman paket untuk Ameera.
Siapa? Tanya dalam hati Ameera.
__ADS_1
Aku tidak pernah memberikan alamat rumah mas Rumi kepada siapapun, bahkan aku sendiri tidak tau alamat jelas dan lengkapnya.
Ameera membatin dalam hatinya, lalu ia berusaha tenang menunggu suaminya menyelesaikan meetingnya.
Di selah itu Ameera kembali menerima pesan singkat yang isinya sama persis dengan pesan sebelumnya, meski kini berbeda nomernya.
Perasaan Ameera mampaknya semakin tak tenang, siapa yang hendak mengusik nya saat ini? Kegelishaan Ameera nampaknya dapat Rumi Rasakan.
Rumi meraih tangan isterinya lalu mengusapnya pelan sambil mendengarkan sebuah pemaparan dari klien nya itu.
Mas ayo cepat selesaikan meetingmu.. lama sekali rasanya. - cemas Ameera membatin.
Tak hanya itu, Victori mengecek ponsenya yang terus bergetar, ia kemudian menerima pesan singkat dari satpam di kediaman Rumi, bahwa hari ini ada 7 paket yang di tujukan untuk Ameera namun paket itu tidak memiliki nama pengirim yang jelas.
Baiklah, nampaknya Victor kali ini dapat membaca keadaan Ameera yang nampak panik, namun ada apa kiranya? Pikir Victor. Satpam tidak mungkin memeberi info langsung pada Ameera.
Pasti ada yang tidak beres.. - Batin Victor.
Tidak lama berselang, nampaknya meeting tersebut telah sampai pada pembahsan akhir, Victor tetap tenang bersikap sebagaimana mestinya sambil berbincang.
Rumi pun terlihat terus mengengam tangan isterinya di atas paha kanan Rumi, namun fokusnya tetap pada pembahasan proyek tersebut.
Setelah tiga puluh menit mereka mencapai sebuah kesepakatan dan mengakhiri pertemuannua hari itu.
Tidak menunggu lama, setelah client perempuan sexy bernama Reva itu pergi, Victor langsumg menatap Ameera dan bertanya dengan sangat serius.
"Mbak.. apa ada yang menganjal? Apa ada hal yang ingin mbak sampaikan?" Ucap Victor mengundang tanya Rumi. Sementara Ameera, ia terkejut mendengar apa yang seolah tengah terjadi padanya dan di ketahui oleh Victor.
Dari dulu, dia memang top! Cocok menjadi seorang cenayang.. - ucap meera dalam hatinya.
*
*
*
Informasi:
Bagi teman-teman khususnya pembaca setia. silahkan masuk ke Grup Chat yang ada di profil aku ya, dengan Nama MYNAMEI READERS.
Disana nanti akan ada admin yang akan informasikan beberapa dari kalian yang beruntung dapat GA. 😊
♥️
Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..
Terimakasih, salam cintaku..
Mei 🥰
__ADS_1