GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Roti Cinta


__ADS_3

Dalam permasalahan yang tengah mengguncang rumah tangga Rumi dan juga Ameera tentu menjadi hantaman besar bagi Pak Rudi yang tengah berada di luar kota, namun keyakinan Rima membuat Pak Rudi diam tanpa memberikan respon apapun sampai waktu enam bulan yang ia berikan itu tiba.


Sejatinya seorang Ayah yang mengetahui kelakuan kurang baik anaknya pasti terselip kekecewaan yang mendalam yang membuat hatinya terluka, hingga matanya mengalirkan air mata kepedihan.


Rima Kembali ke kediaman utama milik keluarga Rudi, setelah beberapa hari ia berusaha keras menenangkan sang ayah yang lebih memilih tinggal di daerah jawa tengah karena keadaannya yang tenang.


Rima kembali berusaha merebut simpatik Rumi setelah pertengkaran terjadi beberapa waktu lalu.


“Kak, apa kamu sibuk hari in?” Tanya Rima yang juga mencoba berdamai dengan keadaan saat ini.


“Iya, aku ada meeting..” Ucapnya singkat sambil memakan menu sarapannya.


“Apa akan pergi Bersama Victor?” Tanya Rima lagi.


“Iya jelas.. ada apa?” Tanya Rumi heran.


“Aku ingin menemui Ameera, aku rindu pada kakak iparku.. niatnya aku ingin Victor yang menemani..” Ucap Rima sedikit membuat Rumi terdiam mendengar Rima menyebutkan nama Ameera sebagai kakak iparnya, dan pikirannya Kembali membayangkan sosok Ameera dengan senyum manisnya.


“kak? Melamun ya?” Rima melepas lamunan Rumi kala itu.


“Hmm .. tidak. Victor harus mendampingiku! kali ini.. kamu pakailah supir atau ajaklah bibi jika butuh teman..” Kata Rumi.


“Hemm.. aku sendiri sajalah.. kakak apa mau titip salam gitu untuk Ameera? Atau mau kasih sesutu ke dia? Bunga? Parfume?" Tanya Rima. Mendnegar hal itu Rumi langsung meletakkan sendok dan juga garpunya di atas piring.


“Tidak.. semoga dia sehat saja.. aku harus pergi sekarang..” Ucap Rumi beranjak pergi meninggalkan Rima seorang diri di meja makan itu.


“Ameera pasti akan senang kalo kakak menitipkan salam untuknya lohh..” ucap Rima sedikit berteriak agar Rumi yang sudah melangkah dapat mendengar ucapan Rima kala itu.


“Dasar gede gengsi..” Ucap Rima dengan gaya meledeknya.


*


Selama perjalanan, Rumi tentu memikirkan ucapa Rima yang akan pergi mengunjungi Ameera hari itu. Batinnya terus bertanya-tanya, bagaimana kabar Ameera saat ini, apalagi Ameera sempat jatuh sakit beberapa waktu lalu.


“Den.. apa ada masalah? Kenpa melamun terus?” Tanya Victor heran.


Perubahan sikap Rumi akhir-akhir ini memang cukup membuat Victor bingung, Rumi lebih banyak diam dalam banyak hal dan Rumi banyak mengalah dalam sebuah perdebatan di meja diskusi dengan beberapa klien.

__ADS_1


“Tidak ada, aku hanya kurang enak badan saja.. selesai meeting ini mungkin kita Kembali saja kerumah, aku ingin istirahat..” Ucap Rumi dengan kepenatan yang nampaknya tidak hilang begitu saja dalam sekejap.


Sementara itu, Ameera Kembali menggali bakatnya dalam membuat Cake, Pastry dan beberapa jenis Roti lainnya.


Ia nampak terkejut atas kedatangan Rima saat itu, mereka berpelukkan melepas rindu bagai saudara sedarah yang lama tak bertemu, yaaa memang keduanya baru saja mengenal satu sama lain, namun mereka saling menyayangi selayaknya adik dan kakak.


Rima ikut membantu Ameera saat itu membuat Roti kismis, coklat dan keju. Rima membatin heran..


Kenapa Ameera bisa membuat Roti Kasur dengan toping kesukaan kak Rumi? – Ucapnya Heran.


“Meera, apa kamu pernah membuat ini sebelumnya saat tinggal Bersama kak Rumi?” Tanya Rima dengan rasa penasarannya.


“Tidak pernah, Mood aku jarang baik saat tinggal disana maka tidak ada niat aku membuat kue,roti dan sebagainya saat berada disana..” Ucapnya sambil terekeh.


Jadi Ameera tidak tahu kalo kakka suka sekali Roti Kasur dengan toping kismis atau coklat keju..- Rima membatin penuh kegembiraan.


“Baiklah, kalau begitu aku mau bawa pulang nanti, boleh kan? Lumayan nih bisa menemaniku bersantai sambil menonton drakor..” Ucap Rima beralasan.


Siang itu menjadi siang yang penuh dengan keceriaan di dapur Ameera saat itu bersama dengan Rima, saat sore hari tentu Rima harus berpamitan pulang dengan membawa Roti yang Ameera buat.


Ameera merasa lelah namun ia cukup senang hari itu bisa bercanda tawa sambil melepas penat bersama dengan Rima.


Rima tiba dirumahnya dan melihat mobil pribadi Rumi terparkir di garasi, ia juga melihat Victor tengah berbincang dengan satpam, dengan hal yang baru Rima lihat menujukan bahwa Rumi sudah berada dirumah.


Rima masuk dan melihat Rumi tengah bersantai di tepi kolam, maka Rima meminta bibi menyajikan Roti itu bersama dengan teh hijau hangat kesukaan Rumi.


“hai kak, tumben sudah dirumah.. ada angin apa?” Tanya Rima berbasa-basi.


“Sedang ingin bekerja dirumah..” Kata Rumi focus pada Ipadnya.


Bibipun datang membawa roti dan teh sesuai dengan perintah Rima..


“Wah asik ni, Roti kismis dan keju ..” Ucap Rima hingga pandangan Rumi mengarah langsung ke meja.


Santai saja rumi mengambil satu slice roti itu dan memakannya.


“Enak ga kak?” Tanya Rima.

__ADS_1


“Enak, tapi kok sepertinya berbeda dengan yang bisa kita beli..” Kata Rumi membandingkan dengan roti yang biasa keluarganya beli.


“Iya aku beli di toko roti baru tadi, Namanya Roti Cinta..” Ucap Rima terkekeh seorang diri. Nampaknya ucapan Rima di anggap Guyon tak berarti bagi Rumi, ia juga tidak menyadrai kalau Ameera mampu membuat berbagai macam Roti dan Cake.


“Oh.. enak kok, aku suka..” Jawab Rumi dengan santainya.


“Oh iya kak, Kakak dapat salam dari Ameera, dia berharap kakak dalam keadaan sehat, lancar dalam urusan pekerjaan..” Ucap Riima, Rumi diam sejenak lalu ia meneguk the hijau hangatnya.


Apa benar Ameera mengatakan itu pada Rima? Atau hanya akal-akalannya saja ya? – Batin Rumi sedikit mencurigai.


“oh iya kak, Ameera itu hebat yaa, Judul skripsi hingga kerangka berfikirnya sudah di Acc dosennya dan dia sudah menyiapkan materi skripsinya sampai bab empat.. Hebat ya dia?” Kata Rima penuh rasa bangga, berharap Rumi juga merasakan hal yang sama.


“Dia memang sering menegerjakan skripsi itu, padahal aku tahu itu belum tentu di ACC, tapi syukurlah jika pengajuannya di terima..” Ucap Rumi merespon Rima membahas Ameera.


Fix.. ini sudah Fix, pasti kakak selama ini memperhatikan Ameera.. dasar laki-laki, hanya gengsi saja yang di besarkan..- Batin Rima terkekeh dalam hatinya.


“Aku mau mandi kak, kakak bersantai saja dulu, habiskan Rotinya, ya? Kalo kurang besokakan aku belikan lagi..” Kata Rima meninggalkan Rumi seorang diri.


Tadi Rima bilang, Toko Roti Cinta? Dimana outletnya? Sepertinya baru, tapi kenapa kampungan sekali Namanya, tidak menjual meski ternyataa rasanya memang enak..- Ucap Rumi sambil memakan slice ke tiga roti itu.


Cloud Bread or Love Bread


Hihiiii


*


*


*


Guys.. Mohon Maaf yang terdalam dariku, jika banyak kata typo, salah penulisan nama, dan lain sebagainya. Aku akan perbaiki yaa perlahan.. Terimakasih koreksinya 🥰🙏🏻


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..

__ADS_1


Mei 🥰


__ADS_2