GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Jatuh Sakit


__ADS_3

Victor Nampak berjauh sambil menerima panggilan telfon dengan sangat serius, atas rasa penasarannya Ameera menghampiri keberadaan Victor, menyadari kedatangan Ameera Victor langsung mematikan pangggilan telfon tersebut.


“Siapa?” Tanya Ameera sambil memasang wajah penasarannya.


“Bukan siapa-siapa hanya urusan pribadi saya, Mbak..”


Mendengar alasan Victor yang terkesan privacy maka Ameera memilih tidak Kembali bertanya lagi, ia berusaha mengalihkan pembicaraan baru.


“Kalo begitu masuklah, makan siang sudah di sajikan oleh pengurus Villa..” Kata Ameera dengan senyumnya.


“Duluan saja, MBak..” Kata Victor.


“Oh iya mbak, tadi den Rumi menelfon saya dan menayakan kabar Mbak Meera, dan menanyakan luka di lutut mbak Meera, apa luka ya?” Tanya Rumi sambil melirik ke arah lutut Ameera yang tertutup oleh roknya.


“Lututku?” Ameera menaikan sedikit rok ramplenya.


“Memang terasa nyeri sih, tapi tidak ada luka hanya memar saja seprtinya.. tapi, dari mana Mas Rumi tau?” Tanya heran Ameera


“Tentu dari Rima, dia sangat menyayangimu mbak.. dia sangat perhatian pada kakak iparnya, maka jangan kecewakan dia ..” Kata Victor pada Ameera.


“Ameera, Makannnnn” Suara jantan Faiz terdengar.


“Waduh serem juga suara dia ya, Mbak..” Kata Victor terkejut mendengar suara besar nan lantang selayaknya suara pria dewasa.


“Haha..” Ameera tertawa.


“Memang dia memiliki beberapa mode suara.. kalua lapar ya seperti itu.. kalo kenyang dan ingin di belai akan berbeda lagi suaranya..”Kata Ameera hingga keduanya tekekeh bersamaan.


"Sudah Ayo kedalam kita makan.." kata Ameera sambil melangkah.


Sore itu hujan turun sangat deras di daerah puncak bogor, Ameera, Rima, Keyla juuga Faiz tengah berada di dalam satu kamar, mereka memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton film sambil ditemani beberapa cemilan.


“Meer, aku kasih no ponselmu ke kak Rumi ya? Bosan sekali aku menjelaskan tentang keadaan kita disini..” Ucap Rima dengan suara yang kencang dan dapat di dengar oleh Faiz juga Keyla.


“Suami Isteri macam apa sih mereka? Nomer ponselpun tidak saling punya..” Cletuk Faiz.


“Makanya kamu ajarkan temanmu ini agar lebih agresif sedikit, agar kalah itu si sundel bolong..” Sahut Rima.


“Percuma, kita tidak saling mencintai, lohh..” Ucap Ameera santai.

__ADS_1


“Yaa saat ini memang tidak saling mencintai, mana tau nanti?” Kata Keyla meledek.


Ameera hanya diam saja mendengar celotehan dua sahabat dan adik iparnya itu. Ameera sesekali membuka ponsel nya seolah menanti sebuah pesan atau panggilan dari seseorang, siapakah? Rumi? Apakah Rumi mau menghubungi Ameera?


Waktu sudah menujukkan pukul delapan malam, Rima, Keyla dan Faiz tengah menikmati malam yang dingin sambil membakar beberapa jenis daging di area taman belakang villa, sementara Ameera merasa tubuhnya terasa sakit dan lemas rasanya.


Ameera memilih berdiam di area ruang tamu sambil menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.


“Mbak Meera sakit?” Tanya Victor yang baru saja masuk ke area villa.


“Tidak, hanya dingin saja.. oh iya, soal kejadian tadi di swalayan kalo bisa papa jangan sampai tahu ya? Aku tidak ingin urusan semakin rumit..” Kata Ameera dengan suara yang sengau terdengar.


“Siap mbak..”ucap singkat Victor,.


Tak lama berselang, Ameera yng tengah serius menonton televisi merasakan getar pada ponselnya, ia meraihnya hingga ia terkejut sebuah panggilan masuk dari nomer baru yang belum ia save saat itu.


“Amera.. ini saya, Rumi.. “ Dengar jelas suara itu di telinga Ameera.


“Oh ya, ada apa?” Tanya Ameera dengan suara yang cukup membuat jantungnya berdebar dengan kencang.


“Rima bilang kalian bertemu Risca?” Tanya Rumi dengan santainya.


“Oke tidak masalah.. oh ya, sudah yaa aku sedang ingin makan..” Kata Ameera dengan sengaja ia mematikan panggilan telfon itu.


Gila sekali sih laki-laki itu, sebegitu hebatnya kah Risca sampai-sampai dia dengan entengnya memintaku untuk memakluminya? Sudah benar-benar memakan pelet. – Ameera membatin kesal, ria sangat menyesal menerima panggilan masuk itu dari Rumi jika hanya mendengar ucapan Rumi yang terkesan sangat membela Rima.


Merasa kesal, Ameera mencoba melupakan apa yang baru saja Rumi katakana dengan menghampiri sahabat dan iparnya, Ameera mencoba melepaskan penatnya dengan bercanda ria Bersama kala itu.


Sementara itu, Rumi memandangi ponselnya dengan heran, jika ada Wanita seperti Ameera yang dengan mudahnya ia mengakhiri panggilan tersebut dengan santainya.


Dia benar-benar lain, bisa-bisanya dia mematikan panggilanku secara sepihak.. apakah dia sama sekali tidak tertarik denganku? – Rumi membatin sambil menatap dirinya di hadapan cermin.


“Sudahlah, bisa gila aku lama-lama memikirkan Ameera yang cuek itu..” Ucapnya bermonolog sambil ia merebahkan tubuhnya yang cukup letih karena aktivitas hari ini.


*


Pagi hari ini Rima terbangun dan tak lupa ia membangunkan Keyla, Faiz juga Ameera dengan agenda yang sudah mereka buat yaitu jogging Bersama mengelilingi komplek Villa yang mereka tempati saat ini. Namun Ameera tidak juga terbangun, Rima yang penasaran akhirnya mendekat dan membuka selimut yang di kenakan Ameera saat itu, betapa terkejutnya Rima mendapati Ameera yang tengah demam saat itu.


Suara panik Rima Kembali mengundang perhatian Keyla dan Faiz.. Faiz yang tengah menyikat giginya pun bergegas keluar kamar mandi dengan mulut penuh busah.

__ADS_1


“ada apa sih?” Suara faiz cukup mengundang perhatian Keyla dan Rima.


“Ini Meera demam.” Kata Rima dengan paniknya.


“Panas banget badannya..” Tambah Keyla yang baru bsaja memegang kening Ameera.


“pasti karena begadang semalam" ucap Keyla.


“Duh.. badanku sakit semua..” Ucap Ameera merasa tubuhnya kaku dan terasa sakit.


“Yasudah, kita ke IGDaja yuk.. aku akan panggil Victor, ya?” Kata Rima berdiri.


“Jangan Rima, sudah jangan.. ambilkan saja obat penurun demam, sepertinya ada di kotak P3k” Pinta Ameera.


Keyla berdiri dan bergegeas mengambil kotak p3k tersebut.


“Hemmm gue tau nii, badan lo sakit bahkan mungkin lo demam kaya gini karena apa? Karena si sundel bolong nyelengkat sampai lo tersungkur..” Faiz menggerutu kesal, sementara Ameera mengabaikan ucapan itu karena kepalanya juga terasa pening.


“Lo juga udah tau gak enak badan, semalam ikut begadang dan kena gerimisan..” Kesal Keyla yang datang membawa obat demam untuk Ameera.


“kalau kaya gini, mau gak mau, harus gak harus aku wajib laporkan hal ini pada papa dan juga kak Rumi, supaya kapok tuh anak..” Kesal Rima.


Sorak kata setuju di keluarkan oleh Keyla juga Faiz, namun Ameera yang mendengar itu berkata jangan..


“Aku ga mau membuat keributan, aku gak mau punya masalah dengan siapapun, apalagi dengan Risca, sudah ya biarkan saja…” Pinta Ameera kala itu dengan kerendahan hatinya.


Faiz dan Keyla memang tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini, namun Rima nampaknya memiliki cara lain untuk menyikapi hal tersebut.


Kira- kira apa siasat Rima? Ada yang tau? Hehe


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..

__ADS_1


Mei 🥰


__ADS_2