
Hai.. Apa kabar? Mohon maaf yaa kemarin gak up, karena agak sedikit sibuk dan ga enak badan.. aku harap kalian maklum..
Oh iya, agar feelnya lebih dapat coba baca ulang 2 chapter kebelakang.. hari ini aku kasih up 2-3 yaa.. jangan lupa kopinya hehee
*
*
*
Ameera sudah mengurung diri dikamarnya, sejak dua hari yang lalu ia tidak keluar kamar sama sekali.. Bibi dan Victor hanya bertugas mengantarkan makanan lalu kembali meninggalkannya lagi. Begitu juga dengan Rumi, dua hari ini ia memilih menyelesaikan pekerjaan kantornya dirumah dan tidak ingin dirinya di ganggu oleh siapapun, termaksud Risca.
Keadaan berbeda di kala sore itu Ameera di kejutkan dengan kehadiran dua sahabatnya yang datang menjenguknya. Ameera kali ini membiarkan kedua sahabatnya berkunjung tanpa sepengetahuan siapapun, pikirnya jika tidak di izinkan ia akan mengadu pada Pak Rudi yang begitu memahami persahabatan mereka.
Faiz duduk di atas kasur setelah ia merasa lelah mengendarai sepedah motornya.
“Kenapa kamar lo jadi disini?” Tanya bingung Faiz.
“Gue comfort disini, lagian kan di atas pasti nanti ada suami gue, gak enak..” Ucap Ameera yang masih menutupi kejadian yang sebenarnya.
“Oh iya sih enak ya disini, lebih menyatu dengan alam..” Kata Keyla menikmati suasana sejuk kamar Ameera di sore hari.
Ameera merasa ada yang aneh dari bagian intinya, bergegas ia menuju kamar mandi meninggalakan kedua sahabatnya.
Allhamdulillah, aku datang bulan juga.. – ucap Ameera senang.
Ameera bergegas keluar kamarnya, dengan heboh ia memberi tahu temannya.
“Berarti lo sakit karena mau datang bulan Meer, gue juga suka gitu kok” Ucap Keyla.
“Sama akika juga suka nyeri perut mata dan hati..” kata Faiz mengundang tawa kedua sahabatnya.
“Yee.. itu mah sakit merana putus cinta, dari hati kemata terus ke perut nahan laper karena sok galau gak mau makan ..” Kata Keyla meledek Faiz sambil tertawa terbahak-bahak.
“Tunggu deh, gue ini gak punya pembalut.. gimana dong?” Ucap Ameera jujur dengan wajah bingungnya.
“beli lah, suruh laki lo..” Kata Keyla nyeletuk.
“Kita aja yuk key? Sekalian jajan..” Ajak Faiz.
“Yaudah boleh deh..” Kata Keyla.
“Tunggu ya meer, kita ke mini market depan deh.. lo mau titip sesatu?” Tanya Faiz.
“Engga..” Jawab Ameera sambil menggelengkan kepalanya.
Ameera berdiam diri di kamarnya menunggu kedua sahabatnya kembali, pintu kamar terketuk, yang ternyata bibi mengantarkan beberapa cemilan untuk Ameera dan kedua sahabatnya.
“Loh sudah pulang ya teman-temannya, Non?” Tanya Bibi dengan heran melihat sepi kamar Ameera.
“Tidak bi, mereka sedang membeli pembalut..” Kata Ameera terkekeh kecil.
“Loh pembalut sudah tersedia Non di laci washtafle.. “Ucap Bibi.
“Ohh.. aku gak tahu, kalo gitu aku pakai dulu..” Ucap Ameera bergegas menuju kamar mandi.
__ADS_1
Sepuluh menit berselang, Ameera memilih keluar kamar untk menuju dapur mengambil air hangat untuk dirinya. Ameera menoleh terkejut karena suara berdeham cukup kencang.
“Selamat Sore.. Haii..” Sapa seseorang dengan centilnya.
Ameera terdiam dengan menyimpan rasa kesal dalam dirinya melihat sosok perempuan yang berpenampilan sexy dan full dengan make up.
Dia? Hmm untuk apa dia datang kesini? – Batin Ameera, ia memilih mengabaikan Wanita itu dan melanjutkan langkahnya menuju dapur.
“Heii.. kamu tuli ya?” Kesal Wanita itu dan Ameera masih saja berdiam seribu Bahasa.
“Siapa yang tuli?” Tanya Ameera.
“Kamu siapa lgi..” Ucap Risca.
Ameera berjalan perlahan ke arah Risca yang sejak tadi mengekor mendekatinya.
“Sopan sedikit kalau menyapa seseorang, penampilanmu memang mencerminkan dirimu, KEREN..!” Ucap Ameera sangat menohok, kesal Risca seketika.
Yaa, wanita itu adalah Risca..
“Kamu anak bau kencur, berani sekali kamu dengan saya ya? Apa kamu tidak tahu siapa saya, hah?” tanya Risca dengan suara lanatang membentak Ameera.
“Lebih baik bau kencur dari pada bau amis…” Ucap Ameera terkekeh meledek.
“Tidak penting juga bagiku mengenal kamu..” Ucap Ameera mengacuhkan Risca dan berjalan meninggalkan Risca menuju dapur.
Karena rasa kesalnya, Risca menarik rambut panjang hitam natural Ameera.
“Akh… sakittttttt” Teriak Ameera menegeluh kesakitan. Beberapa asisten rumah tangga yang tengah bertugas di dapur bergegas menghampiri Ameera karena tekejut mendnegar suara teriakan Ameera.
“Astagfirullah.. kenapa ini Non.. Mbak… aduhh..” Bibi panik mencoba membantu Ameera.
“Lepas atau rambutmu yang akan aku siram dengan air mendidih,,” Ucap Victor dengan lantangnya.
“Meera..” Teriak kompak Faiz dan Keyla yang melihat sahabatnya tengah kesakitan akibat jambakkan yang begitu kuat Risca lakukan.
Faiz tidak tinggal diam, ia seolah memasang badan untuk Ameera.
“Siapa sundel bolong ini?” Kesal Faiz melihat pakaian Risca yang terbuka di area pungung hingga pingang.
Keyla, Victor, Bibi dan pekerja lain menahan tawa melihat gaya Faiz yang kemayu itu berbicara dengan gayanya.
“Siapa maksudmu?” Kesal Risca.
“Ya kamu lah, pantas yaa sudah mau magrib gini memang setan pada keluar nih..” Kesal Faiz yang tak gentar membela Ameera.
“Siapa kamu? Berani sekali bicara seperti itu sama saya!” Kesal Risca sambil bertolak pingang.
“Dih mau fashion show kali dia, Key..” Ucapnya menggoda sikap Risca.
“Hooh.. Fashion show trend setan 2022… ucap Keyla tak kalah heboh.
“Kamu----” Risca sudah menaikan satu tangannya, ia hendak memberi sebuah tamparan untuk Faiz kala itu. Namun aksinya ditahan oleh Rumi yang tiba-tiba datang.
“Risca……!!” Teriaknya membuat semua pandang mata kini mengarah ke arah Rumi.
__ADS_1
“Baby……” Wajah garang Risca kini berubah menjadi sendu, ia berlari kecil menuju ke arah Rumi lalu memluknya.
“Baby?? Ih.. emaknya kali dia..” Kesal Faiz sinis.
"Balita dong" timpal Keyla mengundang tawa.
Risca mengabaikan perkataan keduanya, ia berlari pelan dengan gaya centil ya ke arah Rumi.
“Larinya lucu yaa Iz..” Ucap Keyla pelan di telinga Faiz.
“Haha.. Mirip anak bebek lagi di giring oleh pengembalanya yaa..” Ucap Faiz yang di dengar oleh Victor, Bibi dan juga Ameera. Mereka menahan tawa saat itu meski mimik wajah mereka terlihat hendak ingin tertawa lepas.
Ameera malas melihat aksi manja Risca, dengan santai ia berjalan melewati Victor, Rumi dan juga Risca.
“Meer mau kemana? Ikuutt…” Ucap Faiz sambil berlari kecil sambil memperagakan gaya Risca berlari manja.
"Yuhuuu" faiz melewati Risca dan Rumi.
“Ih penegen gue potong ni anak kakinya..” Kata Keyla berjalan normal mengekori.
“Kalian kembali lah bekerja..” Ucap Victor pada Bibi dan salah satu pekerja lainnya.
“saya juga permisi, Den..” Ucapnya penuh hormat pada Rumi.
Tinggalah kini Rumi dan Risca.. Rumi berjalan usai ia melepas tangan Risca yang melingkar di pingangnya, Rumi berjalan menuju sofa dengan wajah yang kurang bersemnagat.
“Kenapa kamu, sayang ..” Ucap Risca sedikit manja.
“Kenapa kamu kesini secara tiba-tiba?” Tanya Rumi dengan cukup kesal.
“Karena aku kangen.. kamu di chat ga bales, aku telfon kamu jawab sebentar lalu main tutup aja…” Kesal Risca sambil bermanja di pangkuan Rumi.
“Kan aku sudah katakan.. terlalu banyak pekerjaan yang harus aku urus, terlebih ada Ameera disini.. kamu jangan membuat masalah dengannya..” Ucap Rumi memberi warning pada Risca.
“Kenapa? Apa salahku jika aku merindukanmu? Kamu kenapa jadi memikirkan dia?’ Kesal Risca.
“Dia ternyata Wanita yang berani mengutarakan kebenaran, aku khawatir dia akan mengatakan semuanya pada Papa..” Ucap Rumi penuh kekhawatiran.
“Jadi maksud kamu? Aku harus bersikap baik? Aku harus banyak memaklumi kamu?” Kesal Risca yang tak sudi berbuat baik pada Ameera.
“Karena aku juga akan semakin berhati-hati untuk bersikap.. demi semua tujuanku…” Ucap Rumi. Mendengar penjelasan Rumi membuat Risca merasa kesal dan semakin membenci Ameera kala itu.
Awas saja kamu Ameera.. aku yang akan membantu Rumi untuk mengapai tujuannya…
*
*
*
Pengen aku cetusin, tujuan kemana neng? Hehehe || kehatimu abang 🤣😅
.
Jangan lupa jejak indah kalian yaa berupa like komen dan rate, kalau ada kopi juga boleh hehe..
__ADS_1
Salam Cintaku,
Mei 🥰