
Keyla tersenyum segan.. "aku tidak bisa menjawab kekhawatiran mu itu, intinya Ameera dalam keadaan baik-baik saja" kata Keyla nampak kecewa atas perhatian Argha yang berlebihan terhadap Ameera.
"Nampaknya sudah aman, aku pulang saja.." kata Keyla dengan kekecewaan di hatinya.
"Key.." Argha menahan Keyla dengan mengenggam pergelangan tangan Keyla.
"Aku bisa antar kamu pulang.." kata Argha, kini kedua matanya saling menatap Keyla nampaknya nampak menikmati tatapan itu.
Kemudian Keyla tersadar dengn perasaan kecewanya "tidak apa-apa aku bisa pulang sendiri" kata Keyla masih pada pendiriannya.
"Tunggu.." Argha masih menahannya.
"Aku merasa ada yang aneh dari kamu, Key.." ucap Argha.
Keyla berusaha bersikap biasa meski mimik wajahnya tak dapat ia bohongi bahwa Keyla tengah panik.
"Hmm kenapa memalingkan wajahmu begitu? Jujur saja apa yang membuatmu menjauhiku, Keyla?" Tanya Argh seakan mendesak Keyla untuk berkata jujur.
"Tidak ada.." singkat Keyla menjawab.
"Aku ingin pulang.." kata Keyla seakan ingin menghindari Argha.
"Baik aku akan antar.." kata Argha mengunci seluruh pintu mobil.
"Argha, aku bawa motor, bagaimana bisa aku pulang sama kamu" Keyla protes keras.
"Mana kuncinya?" Tangan Argha menadah ke arah Keyla.
Keyla memberikannya begitu saja setelah ia
merogoh kantong celana nya.
Argha kemudian memanggil petugas parkir usai ia membuka jedela kaca bagiannya.
Setelah sedikit bernegosiasi tukang parkir yang masih muda itu mau membawakan motor Keyla mengikuti mobil Argha berjalan.
Ada rasa senang di hati Keyla akan sikap Argha namun ia juga semakin takut akan sikap Argha yang membuatnya begitu terbuai.
Setengah perjalanan mereka saling diam tidak bertukar kata satu sama lain.
Di depan jalan Keyla melihat mobil yang sejak tadi mengikutinya tengah menepi.
"Kak..." rasa takut Keyla mulai menghantui.
"Tenang.." kata Argha melihat tidak hanya dua mobil yang berada disana.
Argha semakin di bakar rasa penasaran hingga ia kemudian menacapkan gas mobilnya agar cepat mendekat.
__ADS_1
Di tengah jalan yang sepi itu Argha terkejut begitu juga dengan Keyla yang tidak percaya akan apa yang ia lihat.
Keyla menitihkan air matanya, tak kusa ia menahan tangis.
"Maafkan aku" kata Argha sambil menepikan mobilnya di depan mobil jeep dan sedan putih yang tengah menepi itu.
"Kak kenapa harus berhenti" ucapnya lirih.
"Aku tidak tahan lagi, apa maksud dari semua ini? Coba kamu pikir, apa salahmu?" Kesal Argha sambil ia menekan tombol rem tangan lalu ia keluar mobil sambil memasang wajah kesal penuh Amarah.
"Apa-apaan ini?" Argha berteriak cukup keras menambah rasa terkejut beberapa orang disana yng tengah berbincang.
Keyla merasa perlu membela Argha, kali ini ia memakai cara yang tengah ramai di zaman ini, keyla turun dengan rasa takut sambil merekam kejadian itu dengan ponselnya.
"Argha.. ka-kamu?" Kata seorang wanita yang tak lain adalah ibunya.
Yaa Tante Sonia lah yang berdiri di hadapan dua pria yang baru saja mengusik Keyla.
"Sudah malam mah, ada urusan apa mama disini?" Kata Argha dengan tatapan sinis.
"Ahh engga sayang, ini mama mobil mama mogok mama minta bantuan mas-mas ini.." Kata Tante Sonia dengan gugup.
Seorang tukang Parkir yang mengikuti Keyla akhirny ikut menepi di depan mobil Argha.
Dia menanyakan apakah sekiranya Keyla membutuhkan bantuannya, dengan cepat Keyla meminta orang itu menghubungi polisi.
Kembali pada situasi tegang Tante Sonia, Argha dan dua pria yang sangar.
Tatapan Tante Sonia sangat tajam ke arah Keyla saat itu.
"Ada apa mah? Mama terkejut? Atau mama tidak menyangka Argha tengah bersama Keyla?" Pertanyaan Argha membuat Tante Sonia terdiam membisu.
"Berapa kalian di bayar?! BERAPA?" Kata Argha berteriak penuh kemarahan.
"Se-sepuluh juta" ucap salah satu dari mereka.."
"Bagus!!! Apa saja yang sudah ibu ini suruh? Jujur dan saya akan berikan nominal yang sama.." kata Argha lalu Tante Sonia mulai panik.
"Argha, kamu ini apa-apaan sih?" Kata Tante Sonia.
"Mama yang apa-apaan??! Apa salah keyla mah?!" Kata Argha berteriak di depan wajah ibunya.
"Salah dia?! Dia menyukaimu dia jatuh cinta padamu dan itu SALAH!!"
Deng!! Keyla bagai tersambar petir mendengar hal itu, begitu juga Argha yang nampak terkejut mendengar ucapan ibunya.
"Mama ini tidak bisa berfikir secara normal kah? Apa itu murni kesalahan Keyla, jika itu benar maka itu bukan unsur kesengajaan mah! Itu hak nya sebagai manusia memiliki sebuah rasa!" Argha nampak tidak terima dengan ucapan yang ibunya berikan.
__ADS_1
Kalian... jawab! Apa saja yang sudah kalian lakukan?!" Argha kembali membentak dua pria itu.
"Kami.."
"Diam kalian!!" Pinta Tante Sonia.
"Jawab!! Atau kalian dan kelurga kalin akan aku buat sengsara nantinya" ucap Argha bagai terasuki setan.
"Jangan.. anak saya masih kecil" kata Salah satu dari keduanya.
"Jawab!! Apa yang sudah kalian lakukan?!"
"Kami membakar sebuah bangunan yang merupakan toko roti di jalan sabang!"
Pengakuan itu membuat Argha lemas dan menatap nanar sang ibu!
"Mah.. apa mama manusia? Apa mama memiliki hati dan perasaan?" Argha mendekat pelan ke arah ibunya sambil bericara pelan penuh dengan tekanan.
"Apa alasan mama????"
"Mama benci wanita itu, mama tidak mau Rumi lebih bahagia dari pada kamu!! Rumi tidak pantas dengan wanita itu, sama seperti dia..." Tante sonia menujuk ke arah Keyla.
Keyla sesak seketika mendengar hal tersebut..
bagaimana Ibu Sonia tau tentang perasaanku pada anaknya? - Batin pilu keyla.
"Keterlaluan!!!!" Teriak Argha membuat takut ibu Soni.
Tidak memiliki cara lain, ibu Sonia bergegas berlari kabur masuk kedalam mobilnya .
"Mah, jangan kabur!! Mama harus bertangung jawab!!!" Argha mengikuti memukul kaca mobil itu dengan telapak tangannya.
Tante Sonia menacapkan gasnya ia menatap Keyla yang kemudian berpindah posiisi menjadi di hadapan mobil Argha, tatapan Tante Sonia terlihat penuh kebencian.
Degan sengaja ia menabrakan bemper bagian kiri depannya ke bemper belakang mobil Argaha di bagian kanan.
Hingga mobil itu maju membuat Keyla yang tengah berdiri di depan mobil itu tersungkur tejatuh, karena membentur paha Keyla. bersyukur ia langsung di bantu oleh penjaga parkir supermarket yang berada di belakang nya.
Tanpa di sadari dua pria yang menjadi suruhan Tante Sonia juga kabur saat melihat Argha berlari menuju ke arah Keyla sambil berteriak menyebut namanya.
"Key kamu gapapa? Mana yang sakit?" Argha nampak panik terlebih ia kemudian melihat telapak tangan Keyla terluka karena menahan diri di aspal.
Argh memeluk keyla penuh sesal..
"maafkan aku, maafkan.." pelukan itu sungguh membuat Keyla semakin merasa sesak penuh dengan kesedihan.
*
__ADS_1
*
*