GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Feeling Ameera


__ADS_3

Dua hari berlalu, pagi ini mereka akan Kembali menuju Jakarta usai mereka sarapan pagi bersama, sesaat Ameera hendak melangkahkan kakinya menuju pintu keluar untuk lebih dulu menuju mobil, namun saat ia membuka pintu ia di sambut oleh seorang penjaga Villa yang Bernama Ujang.


“Maaf Non kalo mengejutkan, itu Non.. di depan ada seorang yang mencari Non dan Den Rumi..” Kata Ujang.


Rumi mendengar hal itu maka langkah nya segera saja ia percepat, untuk segera ke arah pintu mneinggalkan laptopnya.


“siapa?” Tanya Rumi.


“Saya sudah tanya Den, katanya Namanya itu Zaenal..” Ucapnya dnegan logat sunda yang kental.


“Siapa Mas?” Tanya Ameera heran.


“Aku gak tahu, sayang.. Kita samperin aja..” Rumi ikut penasaran sebelumnya ia akhirnya melangkah bersama Ujang da mengenggam tangan Ameera saat itu.


“Permisi, Saya Zaenal..” Ucapnya pada Pria yang usianya terlihat sama seperti Rumi.


“Iya ada apa..?” Tanya Rumi.


“Saya mendapat laporan dari pegawai saya kalo kalian ini kemarin datang berbelanja ke toko saya, dan menegur Ratu, lalu Ratu menghindar dari kalian?” Kata Zaenal lalu Rumi dan Ameera saling menatap.


“ Ratu? Hmm Ya, saaya megenalnya dengan nama Yarra.. ada apa?” Kata Ameera.


“Apa kalian kenal baik dengan Ratu atau Yarra?” Kata Zaenal.


“Tidak..” Ucap Rumi tegas hingga Ameera takut untuk berkomentar.


“Hemm.. saya dan karyawan saya pikir kalian mengenal dia, karena saat in kebaikan saya di khianati olehnya..” Kata Zaenal.


“Maksudnya di Khianati seperti apa ya?” Kata Ameera dengan herannya.


“Begini Teh, Saya sudah berbaik hati menerima dia untuk bekerja di tempat saya tanpa ada persyaratan khusus, tapi kemarin ia pergi membawa uang toko dan dua ponsel toko, tidak hanya itu rokok dan beberapa susu juga ia bawa..” Kata Zaenal menjelaskan.


“Astagfirullah..” Ucap terkejut Ameera.


“Begini ya mas, kita tidak kenal baik dengannya hanya kita sekedar tahu saja siapa dia dan bagaimana sikapnya, itu pun dengan nama yang kita kenal, Yarra bukan dengan nama Ratu, seperti yang kalian tau.. ” Kata Rumi menjelaskan dengan sedikit rasa kesalnya.


“Hemm.. lalu bagaimana ya nasib saya, bahkan uang yang dia bawa itu tidak sedikit karena itu uang hasil penjualan selama satu minggu..” Kata Zaenal memelas sedih.


“Hemm.. kalo begitu, buat laporan saja, setidaknya dia merasa tidak aman berada dimanapun.. kita juga tidak bisa membantu apa-apa karena tidak ada hubungan apapun dengan kita..”


"Kamu juga salah, tidak punya identifas diri dan tidak jelas alasan linnhKata Rumi dengan tegas.


“Iya, saya paham Kang, kalo begitu puten yaa saya permisi dulu..” Ucap Zaenal nampaknya ia pergi juga meninggalkan sebuah kekecewaan.

__ADS_1


*


“Mas, kenapa kamu tidak bantu secara nominal saja?” Kata Ameera merasa kasihan.


“Untuk apa? Kita tidak salah dan kita juga tidak memiliki urusan apapun terhadap Yarra! Dia juga salah kokkata Rumi sambil mengendarai mobilnya.


“Hemm.. iya sih, tapi kasihan juga dia.. dan Yarra melakukan itu mungkin dia juga terdesak, dia ingin kabur menghindari kita kan?” Kata Ameera menerka.


“Iya bisa jadi, sudahlah sayang.. jangan kamu pikirkan hal-hal yang tidak penting.. lebih baik kamu pikirkan planning kamu untuk kedepannya setelah menyelesaikan kuliah..” Kata Rumi berusaha bersikap tegas pada Ameera.


“hemm baiklah.. eh apa? tadi kamu bilang apa, mas? Planing usai menyelesaikan kuliah ya? Jadi aku boleh melakukan apa yang aku mau ya?” Kata Ameera dengan Riang.


“Heem.. apa dulu yang kamu ingin lakukan, aku harus tau dan aku harus setuju..baru boleh..” Ucap Rumi terkekeh.


“dasar kamu ini..” sahut Ameera sambil berfikir sejenak mengenai apa yang akan ia lakukan nanti.


“Aku ingin membuat Toko Kue mama Kembali bersinar seperti dulu, aku juga mau peninggalan mama dan papa menjadi tempat yang lebih bermanfat.. tidak kosong terbengkalai begitu..” Kata Ameera.


“Mau kamu jadikan apa? Tempat Lansia? Seperti panti jompo?” Kata Rumi seklias membayangi keinginan Ameera.


“heem .. kenapa tidak Rumah Yatim Mas? Aku rasa itu lebih berkah untuk kita..” Kata Ameera.


“Untuk sedekahmu, amal jariah kita, dan yang pasti menjadi amal jariah juga untuk mama dan papa” Kata Ameera dengan niat mulianya. Rumi terharu bangga dengan niat baik Ameera, ia tidak menyangka jika Ameera memiliki niat yang begitu mulia saat itu.


“Kamu tahu? Di daerah jawa tengah tempat Papa menetap saat ini disana papa tinggal bersama puluhan anak yatim piatu yang memang memiliki semnagat hidup dengan keadaan yang meungkin kamu akan sedih saat melihatnya…” Ucap Rumi mencoba menjelaskan.


“Hemm.. maksudnya mas?” Tanya Ameera.


“Hemm.. jadi papa itu menampung anak-anak yatim atau anak yang tidak mampu yang tengah berjuang hidup karena sakit, entah kanker, dan kelebihan diri yang mereka punya.. papa merasa punya banyak semnagat dari mereka..” Kata Rumi menjelaskan sedikit yang ia ketahui.


“Masya Allah, kenapa kamu baru cerita?” Kata Ameera merasa haru.


“Aku juga tidak banyak tahu, aku terlalu cuek dengan semua kegiatan papa..”Kata Rumi mengakuinya.


“Hmm.. Nanti kita bisa kesana kan mas?” Kata Ameera begitu bersemangat.


“Iya, nanti yaa.. kita selesaikan dulu urusan kita saat ini, kita akan atur lagi jadwal kedepannya..”. Kata Rumi melepas senyum simpulnya..


“Oh iya Mas, Keyla sudah di terima bekerja di tempat Kak Argha loh..” Kata Ameera membahas Argha, spontan membuat Rumi malas membahasnya.


“Bagus dong..” Kata Rumi singkat.


“Iya aku senang akhirnya Keyla bisa bekerja sambil Menyusun skripsinya..” Kata Ameera dengan riang.

__ADS_1


“TApi, Faiz belum mendapat pekerjaan, kamu bisa bantu dia bekerja di tempatmu?” Kata Ameera.


“Nant aku minta Victor mengaturnya..” Kata Rumi.


“Benar?Makaish ya mas, pasti Faiz sangat senang…” Ameera tak kalah senang saat itu, Rumi semakin terbuka hatinya memiliki seoran isteri dengan jiwa sosial yang tinggi.


Perjalanan mereka tempuh tampa ada hambatan, di jammakan siang Rumi menyempatkan diri unuk makan di sebuah restorant kesukaanya yang menyajikan masakan khas padang.


Seperinya memang sudah menjadi scenario Tuhan, Rumi dan Ameera duduk berdmpingan lalu mata mereka tertuju kea rah dimana seseorang datang sambil manyapa keduanya.


Astaga.. kenapa Kak Argha ada disini? Ameera membatin.


Tak lama Keyla ikut menghampiri.


“Loh, Meeraa?” Sapa Keyla..


“Key…” Ameera melepas senyumnya sambil berdiri dan berpelukkan dengan Keyla.


“Kalian baru datang?” Tanya argha.


“Iya kita baru tiba di Jakarta, dan merasa lapar..” Kata Rumi menjawab.


“Yah, sayang anget kita udah selesai dan mau balik ke kantor..” Kata Keyla.


Ameera sedikit menaruh curiganya terhadap Keyla dan Argha.


“Klian berduaan gini? Ciyehh ada sesuatu yang baru kah?” Kata Ameera pada Keyla.


“Hmm tidak, Aku dan Kak Argha hanya sedang kebetulan aja makan siang bersama, lagi pula kan kantor kta dekat dari sini hanya sepuluh menit saja.." kata Keyla memberi alasan.


Aku melihat ada yang tengah Keyla sembunyikan dari ku? Apa ya? Aku seeprtinya harusberbicara dengan Faiz untuk mengetahuinya.. batin Ameera penuh curiga.


Ameera berusaha menutupi kecurigaannya dan tetap bersikap seperti bagaimana mestinya.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..

__ADS_1


Mei 🥰


__ADS_2