GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Menunggu Rumi


__ADS_3

Satu Minggu Berlalu..


Atas izin suaminya, Keyla dan Faiz berkunjung ke kediaman Ameera, sayang sekali hari itu Rima sedang ikut bersama pak Rudi ke luar kota.


Ketiganya berkumpul di kamar tamu, mereka berbincang banyak disana.


"Jadi lo belum ketemu Argha sampai sekarang?" Tanya Ameera heran.


"Iya.. kemarin dia datang kerumah, tapi gue minta nyokap untuk bilang gue masih ada di Bandung." Kata Keyla.


"Ih kasian loh, kayaknya dia merana deh merindukan sosok Keyla.." kata Faiz dengan lebaynya.


"Gue belum siap membangun komunikasi denganny, gue takut gue kecewa sama keadaan, bisa jadi dia datang mencari gue mau mengirimkan undangan pernikahnnya, iya kan?" Kata Keyla berfikir hal buruk,


"Bagaimana bisa hati gue untuk itu.." Tambahnya sendu.


"Yaa kita kan tau Argha sangat nurut, manut, patuh sama Ibunya.. jadi hal itu mungkin aja terjadi.. iya kan?" Kata Faiz yang selau berbicara ceplos.


"Iya Iz.. makanya gue menghindar" kata Keyla menanggapi.


"Gausah deh cinta sendiri, berdua aja kadang sakit bagaimana sendiri" ucap Faiz begitu menusuk kalbu.


"Eh tapi Meer, lo sama Suami lo gimana sekarang?" Kata Keyla berharap penuh akan kebahagian Ameera.


"Dih lu gak tau ya? Dia sudah harmonis sekarang, lo tanya aja dia, dia udah jago jepit, iya kan merr?" Kata Faiz dengan hebohnya.


"Jepit? Wah otak gue gak nyampe" kata Keyla membuat kedua sahabatny terkekeh.


"Kemarin ini gue lagi haid, belum sempat gue jepit jepitan" kata Ameera yang mulai tertular racun koslet Faiz.


"Wah.. yaudah habis haid hajar! Sat set sat set jepit lepas jepit lepas" kata Faiz mengundang tawa kedua sahabatnya.


"Iz lo kok tau si? Lo pernah ya?" Ledek Keyla sambil tertawa.


"Enak aja, gue belajar memperdalam ilmu.." kata Faiz dengan bangganya.


"Hemm tapi Iz, lo kan..." Ameera hendak mengatakan sesuatu namun tertahan karena ragu.


"Iya gue tau, gue punya tongkat sakti, tapi ilmu boleh dong di cari.."'kata Faiz sambil melentikkan jemarinya.

__ADS_1


"Baik suhu.. kalo begitu, nanti ajarkan aku yaa" kata Keyla menimpali.


"Ajarin apa? Cinta lo aja, bertepuk sebelah tangan, aduh mana tahan hatiiiii" Kata Faiz meledek , keyla malah tertawa begitupun Ameera.


"Cinta itu butuh perjuangan loh, kenapa ga lo perjuangkan saja, Key.." kata Ameera.


"Gak.. gak.. gak..harga diriiiii.. lawan dia bukan si dokter itu, tapi lawan nya itu Tante SonSon.. gak perlu lah buah energi, ujung-ujungnya juga sakit.. mending sekarang sembuhin luka yang ada, cari yang baru yang sekiranya bisa membuat lo tertawa lepas" kata Faiz yang sangat memperdulikan perasaan sahabat-sahabatnya.


Mereka berbincang hingga pukul 4 sore, saat itu Ameera bergegas mandi dan siap menyambut suaminya pulang.


Namun Ameera mengingat sesuatu, Hari ini mas Rumi belum mengabariku.. bahkan pesanku juga tidak ia balas.. - Batin Ameera melihat ponselnya.


Sudah pukul lima sore, tapi mas Rumi belum juga pulang, kenapa perasaanku jadi gelisah begini, ya?. Ameera membatin, saat dirinya belum berkomunikasi dengan Rumi suaminya.


Ameera memutuskan untuk turun dari lantai dua dimana kamarnya berada, ia mencari penghuni rumah itu namun tidak ada seorang pun yang hadir kecuali asisten rumah tangga.


Karena rasa bosan, Ameera menuju teras kediamannya terlihat sepi hanya ada satpam yang tengah berjaga di dalam pos security.


Bosan sekali, ngapain yaa?


Ameera membatin penuh rasa bosan..


Tak lama ia mendengar suara gerbang yang terbuka, Ameera terdiam sejenak lalu hatinya sudah yakin itu adalah suara mobil suaminya yang datang.


Ameera berdiri lalu berjalan cepat menuju garasi, namun ia tidak melihat keberadaan Rumi, hanya ada Victor disana.


"Victor, dimana Mas Rumi?" Tanya Ameera sambil celingukan mencari keberadaan Rumi.


"Den Rumi sedang meeting, saya pulang karena ibu saya harus saya bawa kerumah sakit, nanti Den Rumi akan pulang naik taxi.." kata Victori menjelaskan.


"Astagfirullah.. kenapa tidak langsung saja?" Kata Ameera.


"Saya harus mengambil beberapa barang, mbak.." kata Victor.


"Oh gitu, okelah.." Ameera sedikit kecewa dengan Rumi, ia tidak menerima pesan singkat apapun dari Rumi terkait hal tersebut.


Kenapa aku melihat Victor tengah menyembunyikan sesuatu? Kenapa hatiku jadi tak tenang, ya? - Ameera membatin sambil beranjak naik ke kamarnya.


"Seperti ada yang aneh, sepertinya ada yang di tutupi dariku, tapi apa?" Ameera berbicara seorang diri.

__ADS_1


Ia terus memandang kolom chatingnya dengan Rumi, benar-benar tidak ada balasan apapun saat itu, muncul rasa ragu ini menyambungkan panggilan telfonnya dengan Rumi, semakin membuatnya bingung.


Selepas kepulangan teman-temannya, Ameera merasa suntuk dan bingung hendak melakukan apa. Ia kemudian memilih untuk kembali ke kamar, mebaca buku yang berkaitan dengan tugas akhirnya.


Satu jam menunggu Adzan magrib pun berkumandang, bergegas Ameera mensucikan diri untuk segera menunaikan ibadah, selepas ibadah ia merasa kantuk dan tertidur dalam keadaan masih memakai mukena.


Pukul 23.40 malam.. Rumi baru saja tiba dengan rasa yang sangat lelah, ia melihat Ameera nampak lelap tertidur di atas sofa.


"Tertidur.. dia pasti menungguku"'ucapnya dengan sedikit rasa bersalah.


Maaf Ameera, mungkin untuk beberapa hal aku tidak bisa ceritakan saat ini kepadamu, aku harap jika aku menceritakannya nanti kamu dapat mengerti..


Rumi mendekati Ameera ia memandang wajah cantik isterinya tanpa sentuhan makeup appun, putih, dengan bulu mata dan alis tebal, hidungnya juga mungil mancung.


Papa memang tidak salah, aku yang salah saat itu.. - batin Rumi dengan perasaan senang.


Rasanya lelah ini terobati melihat wajahmu, Meera..


Rumi melepas lamunannya, rasa lelah pada dirinya tidak membuat Rumi membiarkan Ameera tertidur di atas sofa, perlahan ia memindahkan tubuh munggil isterinya setelah ia membuka mukena yang masih terpakai itu.


Ameera sudah sholat, Itu tandanya? Rumi membatin penuh rasa senang.


Tapi dia nampak lelap sekali, aku pun masih dalam keadaan lelah, dan kurang bergairah, baiklah nampaknya memang bukan waktu yang tepat, ada hari esok untuk......??? Rumi membatin seorang diri saat itu.


*


Kira-kira mau ngapain Rumi saat tau Ameera sudah sholat kembali? Mau ngajak jamaah? Atauu?? Hehee


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


♥️♥️


Karena ada kegitan RLku yang tidak bisa aku tinggalkan, maka Selama 8-10 hari kedepan, aku akan up GPLP setiap hari 1 chapter di jam 17.00 WIB.


Jangan lupa tinggalkan jejak kesetiaan kamu yaa, aku akan pilih 3 orang untuk dapat GA dariku.. ♥️

__ADS_1


__ADS_2