GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Feeling


__ADS_3

Rumi terbangun pukul empat pagi, ia menghela nafasnya kasar saat mengingat kondisi Ameera yang sedang sakit.


Kenapa sampai menginap begini? – Batinnya bergegas melepaskan perlahan pelukan Risca kala itu.


“Mas.. mau kemana?” Ucap Risca menyadari pergerakkan Rumi yang hendah beranjak pergi menjauh dari dirinya.


“Aku harus pulang, gerak gerik aku sedang di pantau anak buah papa, maka aku tidak bisa sembarangan pergi, lagi pula Ameera sedang sakit..” ucap Rumi berbicara dari dalam toilet.


Kurang ajar, dia juga memikirkan gadis ingusan itu..- Kesal Risca membatin.


“Apa kamu tidak ingin bermain lagi denganku? Semalam hanya sekali lalu kamu tertidur..” Ucap Risca mencoba menahan Rumi.


“Aku sedang kurang fit, Lain kali saja yaa.. aku benar-benar harus segera pulang..” Kata Rumi.


“Kalo begitu nanti siang temani aku belanja, ya?” Kata Risca memberi penawaran.


Rumi menghampiri Risca dan memberikan satu kartu ATM nya, "kamu belanja saja sendiri yaa? Siang nanti akua da meeting" Kata Rumi yang langsung di sambut pelukkan hangat oleh Risca.


“Makasih ya mas, kamu memang pengertian.. ini nanti kartunya bagaimana aku mengembalikannya?” Ucap Risca berbasa-basi.


“Pegang saja dulu..” Kata Rumi.


“Sudah ya? Aku harus pergi dulu.. “Ucap Rumi lalu ia pergi meninggalkan Risca yang jelas pasti akan Kembali tertidur .


Rumi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi di jalan yang masih sangat sepi itu. Ia kemudian tiba dirumah dan bergegas menaiki anak tangga untuk tiba di kamarnya.


Ia melihat Ameera masih terjaga dalam tidurnya dengan tubuh di tutupi selimut.


Rumi mendekat, lalu ia menaikkan sedikit selimut itu agar sempurna menutupi tubuh Ameera. Rumi memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian lalu ia memilih Kembali tertidur karena rasa lelah dan kantuk yang seolah tak bisa ia tahan.


*


Pukul Sembilan pagi, Ameera terbangun karena merasa ingin buang air kecil, tidurnya semalam sangat nyenyak hingga ia terbangun dengan keadaan cukup fresh.


Ameera melirik ke arah sampingnya, ia melihat sosok Rumi yang tidur satu ranjang dengannya dan masih terlelap dalam tidurnya.


Apa dia tidak bekerja? – Batin Ameera, namun ia mengabaikan sejenak Rumi ia berusaha bangun dan segera menuju Toilet.


Wah.. tubuhku sudah ga terlalu kaku dari kemarin, - Ameera membatin sambil berjalan perlahan.


Ameera kemudian berniat membnagunkan Rumi, Ameera membangunkan Rumi dengn suaranya sambil membuka hordeng kamarnya.


“Mas.. apa kamu tidak bekerja ke kantor?” Tanya Ameera, namun tidak ada pergerakan sama sekali dari Rumi.


Ameera berjalan mendekati Rumi lalu ia mengulangi lagi pertanyaanya, Rumi bergeraksedikit sambil Kembali memeluk gulingnya.


“Iya Sayang, biarkan aku tidur dulu.. nanti akan kita ulangi lagi..” Ucap Rumi membuat bingung Ameera.


Mengulangi lagi? Sayang? – apa dia mengingau? – Batin Ameera.

__ADS_1


“Mas, kamu dengar aku?” Tanya Ameera memastikan Kembali


“Iya tentu aku dengar, sudahlah Risca.. aku masih ingin tertidur..”


Ameera terdiam sejenak saat mendengar ucapan Rumi saat itu. Terselip kekecewaan dalam diri Ameera saat pikirannya bernalar Panjang memahami ucapan Rumi yang mukin berada dalam kesadaran yang tidak penuh itu.


Ameera mencoba menenangkan diri, ia menghela nafasnya sambil berjalan meninggalkan kamar itu.


Tidak lama Ameera keluar meninggalakan kamarnya, Rumi terbangun dari tidurnya dan perlahan ia mulai mengingat atas apa yang ia ucapkan tadi..


“Gue mimpi atau engga sih?” Ucapnya.


“Ameera kemana ya? Apa tadi gue mengigau? Gue seperti mendengar suara Risca, tapi mana mungkin Risca ada disini?Ah pasti gue hanya mimpi..” Ucapnya lalu Rumi beranjak pergi mencari keberadaan Ameera.


“Bi.. lihat Ameera?” Tanya Rumi pada bibi yang tengah menyiapkan menu makanan untuk Ameera.


“Non Meera sedang mandi den..” Jawab bibi.


“Mandi? Dimana?” Bingung Rumi.


“Di kamar tamu den, katanya mau berendam air hangat..” Ucap bibi Kembali mengejutkan Rumi.


“Loh memangnya air hangat dan bathtube di kamar kita kenapa?” Bingung Rumi berucap pelan.


“Maaf den bibi gak tau, bibi mau lanjut siapkan makanan den, Mbak Non meera mau makan ayam goreng, den Rumi mau makan apa?” Tanya Bibi.


“Apa saja..” Singkat Rumi menjawab lalu ia pergi menuju kamar tamu.


Tak lama Ameera keluar dengan kaos hitam oversize dan celana pendek santainya.


“Astagfirullah..” Ameera terkejut sambil mengusap dadanya berulang.


Nampaknya tatapan Rumi kala itu cukup tajam.


“Kenapa mandi disini?” Tanay Rumi sinis.


“kenapa kamu disini?” Tanya Ameera lagi.


“Aku tanya kemapa kamu balik bertanya?!” Kesal Rumi kala itu.


“Aku mau berendam di kamarmu bathtubenya terlalu besar.. “ Ucap Ameera beralasan.


"Itu alasanmu semata atau memang kamu sengaja menghindar dariku???" Ucap Rumi sambil melipat dua tangannya di dada.


Ameera menghela nafasnya.


"Intinya aku ingin mandi disini.." ucap Ameera dengan perasaan malasnya meladeni Rumi.


“Bagaimana keadaanmu? Masih sakit?” Tanya Rumi membuka pembahasan baru.

__ADS_1


“Sudah jauh membaik meski disini masih terasa sakit..” Ucap Ameera menujuk pingang kirinya.


“Nanti biar aku bantu pakaikan gel nya lagi agar cepat membaik..” Kata Rumi.


“Iya..” Jawab Ameera.


“Oh iya, kemarin Kak Argha datang ada perlu apa?” Tanya Ameera penuh rasa penasarannya.


“Pentingkah aku untuk menjelaskan?” Ucap Rumi kesal.


“Kalo aku bertanya tentu aku membutuhkan jawaban.. jawab saja..” Kesal Ameera.


“Oh iya aku lupa, kalo kamu dan Argha pernah menjalin kasih Bersama. Wajar masih terselip perhatian di antara kalian..” Ucap Rumi terkekeh sinis.


“Hemm, Kami saling peduli karena kita memilih untuk bersahabat saja.. “Ucap Ameera dengan santainya.


“Baguslah, nanti setelah bercerai kamu bisa Kembali dengannya..”Ucap Rumi membuat Ameera kesal.


“Aku bukan piala bergilir.. aku tidak memikirkan untuk menikah lagi.. aku sudah sebatang kara tidak punya keluarga kecuali dua sahabat saya.” Ameera merasa kesal dengan Rumi.


“Berbeda dengan kamu, kamu bisa menentukan hidupmu sendiri dengan harta yang kamu miliki.. bahkan soal teman tidurpun kamu bisa memilih sesuai dengan keinginan kamu, dengan siapa, berapa lama dan kapanpun itu..”


Kenapa dia membahas soal teman tidur? - Batin Rumi menyadari bahwa dirinya baru saja tidur dengan Risca semalam.


Ameera menahan tangis kesalnya sambil ia mengepal kedua tangannya menahan amarah yang tengah memuncak karena terpancing oleh ucapan Rumi.


Rumi menyadari Ameera tengah kesal dan menahan emosinya, terdengar dari suara Ameera yang bergetar dan tangan yang mengepal.


"Argha datang untuk menjengukmu.." ucap Rumi.


"Aku harap sebelum kita bercerai nanti, kamu bisa menjaga jarak dengan Argha, ada banyak pasang mata yang tengah memantau hubungan kita" ucap Rumi tanpa menyadari sesungguhnya dia yang tengah di curigai.


Ameera menyungingkan bibirnya dan berjalan melewati Rumi sambil berkata.


"Memantau kita? Bukan kita Mas, tapi kamu dan Perempuan yang menemani tidurmu semalam.."


Ucapan Ameera begitu menohok hingga Rumi terdiam tanpa berbicara apapun pada Ameera.


Dia diam? Tidak menanggapi ucapanku, berarti benar semalam dia tidur bersama Risca.. padahal aku hanya asal bicara sesuai dengan feelingku.. apa benar kata orang? Isteri memiliki feeling yang kuat terhadap sikap aneh suaminya? - Batin Ameera.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..

__ADS_1


Mei 🥰


__ADS_2