
Lima hari berlalu begitu saja.. Ameera menjalani hari-harinya dengan cukup baik akhir-akhir ini meski tanpa keberadaan Rumi di kediamannya.. Hari ini, Keyla dan juga Faiz akan berkunjung kerumahnya karena waktu sengang yang baru mereka miliki Bersama.
Ameera sangat sengang, di hari libur jadwal kuliahnya, Faiz dan Keyla di perbolehkan untuk berkunjung kerumahnya.. Saat pagi hari Ameera sudah terbangun dari tidurnya, ia sangat bersemnagat hari itu hingga ia sengaja mempersiapkan diri untuk segera menuju dapur, membuat bebrapa kue dan cemilan untuk kedua sahabatnya itu.
“Non.. jago ya membuat kue?” Tanya Bibi sambil melihat betapa lihay Ameera mengerjakan step by step proses membuat sebuah kue brownies.
“Tidak juga, mungkin sedikit menurun bakat ibuku saja, Bi..” Ucap Wanita cantik dengan senyum menampakkan lesung pipinya.
Ameera melanjutkan aktivitasnya selama dua jam, usai melakukan pekerjaanya di dapur ia bergegas naik ke kamarnya bersiap untuk mandi, selama dua hari ini Ameera merasa kurang enak badan, dan kurang tidur karena tugas kuliah yang harus ia kerjakan segera. Menggunakan celana santai dan kaos Ameera bergegas bersiap karena Faiz dan Keyla sudah menunggunya di gazebo di pinggir kolam renang.
Ameera turun dnegan rona bahagianya, Faiz dan Keyla juga senang melihat Ameera yang nampaknya cukup Bahagia kala itu.
“Lo happy ya?” Tanya Faiz dengan mulut yang penuh dengan makanan.
“Happy dong, masa iya gak sedih terus..” Kata Ameera dengan wajah berbinarnya.
“Meer, gue mau tanya serius sama lo, jawab jujur ya?” Tanya Keyla kala itu.
“Iya.. tanya apa?” Jawab Ameera kala itu.
“Hemm.. Lo sudah berhubungan anu anu sama Rumi?” Tanya Keyla.
“Anu anu apa? Aneh ah pertanyaan lo..” Kata Ameera sedikit mengelak.
“Yaa berhubungan suami isteri lah, Maaf yaa.. sejak awal lo menikah gue sudah mikirin kelanjutan malam pertama lo, geu takut dia akan menuntut lo atau mungkin menceraikan lo karena keadaan lo.. maaf yaa, maaf banget tapi ini benar-benar mengusik pikiran gue..” Kata Keyla kala itu dengan sangat jujur.
Ameera sejeka mengehla nafasnya lalu ia mengecek ponselnya, melihat tangal yang tertera di layer depan ponselnya.
“Lo sudah dating bulan, Key?” Tanya Ameera to the poin.
“Belum.. tapi mungkin minggu-minggu ini sih, sudah mulai nyeri nih.. “ Ucap Keyla dengan polosnya memegang perut dan juga area dadanya.
“Biasanya? Gue duluan kan?” Tanya Ameera bingung.
“Iya.. biasanya lo sudah mau selesai, baru gue.. ini lo belum haid??” Panik Keyla kala itu.
“Tapi.. apa iya gue hamil key?” Tanya Ameera langsung memegang perutnya.
__ADS_1
“Stttt.. jangan berfikir aneh-aneh, emang berapa kali kalian bercocok tanam? Terus kalo lo hamil emang kenapa? Kan ada suami?”Simple Faiz kala itu.
Aku belum di sentuh oleh Rumi, Iz.. andai kamu tau itu.. – Batin Ameera sendu seketika.
“Nah iya Meer..” Celetuk Keyla.
“Tapi, dia baru menikah dua minggu.. mana mungkin hamil sih?” Tambah Keyla.
“dan gue di vonis akan susah hamil.. sudah tenang, gue kayaknya hanya telat saja dating bulannya..”
Meer, apa lo lupa atas kejadian malam itu, yang merenggut kesucian lo? Ingin gue berkata tapi gue tau perasaan lo..
Di tengah perbincangan itu, seorang pria dating mengucapkan salam..Ameera tentu terkejut melihat Argha yang dating saat itu, wajahnya seeketika panik.
“Wah.. lagi kumpul kalian..” Kata Argha.
Ameera diam seribu Bahasa sambil mengalihkan pandangannya.
Victor kemana kamu? Kenapa Argha bisa masuk? Bagaimana kalau Mas Rumi tahu?! – Ameera membatin penuh kecemasan.
“Aku permisi du---” Ucapan Ameera tertahan, ia focus pada sepau yang di kenakan oleh Argha.
“Meer? Lo mau kemana? Kok jadi bengong…” Tanya Keyla.
“Cap cip cup kembang kuncup Ameera bengong idungnya kembang kuncup” Goda fais sambil berirama.
“Ada Apa, Ameera?” Tanya Argha hingga membuat Ameera terkejut dan sadar dari lamunannya.
“Ah.. hmm iya iya, maaf.. aku Cuma slah fokis dengan sepatumu itu.. baru ya??” Tanya Ameera menggundang rasa aneh pada Faiz dan juga Keyla.
“tidak kok, sudah lama hanya saja jarang aku pakai, ada apa?” Tanya argha yang mulai merasa aneh melihat wajah Amera.
“Tidak apa-apa.. yasudah aku ke kamar dulu sebentar ada yang ingin aku ambil..” Ucap Ameera beranjak pergi menuju kamarnya.
Didalam kamarnya Ameera Ameera mneghubungi Victor, ia benar-benar tidak ingin memiliki masalah dengan Rumi.
Victor yang tengah terlelap dalam tidurnya segera berlari menuju lantai dua kediaman tersebut.
__ADS_1
“apa kamu bisa menjamin kalo Mas Rumi tidak akan tahu?” Tanya kesal Ameera.
“Saya tidak bisa jamin, makanya saya minta mbak Meera untuk berada disini saja.. saya akan menemui Den Argha dan menanyakan beberadaanya disini untuk keperluan apa..” Ucap Victor yang kemudian di setujui oleh Ameera.
Dalam sebuah pesan singkat, Ameera juga berusaha menjelaskan kepada dua sahabatnya atas ketidak nyamanannya karena keberadaan Argha, ia menjelaskan rasa menghargai penuh suaminya yang tidak berada dirumah kala itu.
Satu jam berlalu, Ameera yang tengah duduk di balkon kamarnya melihat sebuah mobil hitam milik Rumi mulai memasuki garasi rumah, Ameera panik karena Argha nampaknya masih berada di kediamannya Bersama dua shabatnya.
Ameera memilih untuk berpura-pura tidur, rasa paniknya membuat wajahnya pucat, janyungnya ikut berdebar kencang tak beraturan saat itu.
Tak berselang lama, Rumi tiba di kamar melihat Ameera tengah bebaring di dalam selimut. Rumi melempar ponselnya pelan ke atas sofa lalu ia menarik selimut yang Ameera kenakan.
“Jangan membodohiku, Bangun atau aku seret kamu keluar kamar!” Kata Rumi dengan sangat tegas.
Ameera membuka matanya perlahan dengan tangan yang bergetar melihat sosok Rumi penuh amarah.
“Kamu kenapa? Kenapa pulang-pulang membawa amarah…” Ucap Ameera sambil duduk dan sedikit bergeser dari posisinya.
“Kenapa ada Argha? Kamu izin hanya dua sahabatmu yang dating kan?!” Kesal Rumi.
“Mana aku tahu, dia dating tiba-tiba dan kami tidak ada yang tahu..” Ucap jujur Ameera. Rumi mendekat ke Arah Ameera, ia naik ke atas ranjang kala itu.
“Mas , mau apa kamu? Aku benar-benar minta maaf.. dia benar-benar datang tanpa sepengetahuan kami…” Ucap Ameera dengan penuh ketakutan.
Rumi yang kesal langsung saja menarik rambut panjang Ameera hingga Ameera merasakan sakit dan menegeluh kesakitan sambil menitihkan air matanya.
“Aku emmang tidak mencitaimu, tapi selagi misiku belum berhasil, kamu harus tetap setia dan patuh pada ku!!” Kesal Rumi melepas tangannya dari rambut Ameera.
Rumi yang kini penuh amarah itu mulai membuak ikat pingannya, ia menatap Ameera penuh nafsu kala itu.
“Mas.. mau apa kamu???” Ameera semakin panik penuh rasa takut.
*
*
*
__ADS_1
Gimana ya? Di apain ya kira-kira Ameera ini?
Duh.. duh.. sabar yaa, kita lanjut di next chapter. Like komen dan rate dulu yaa usai membaca… terimakasih.