GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Tekat Rima


__ADS_3

Ameera yang semula bersemangat menghabiskan makanannya seketika ia merasa terpaksa melanjutkan maknnya dengan tidak tenang, ia memikirkan kedatangan Argha saat itu bertujuan untuk apa? Sepenting itukah Argha datang malam-malam? Ingin rasanya Ameera keluar dan mengetahui secara langsung niat dari kedatanga Argha saat itu.


Sementara itu, Rumi tengah duduk santai Bersama dengan Argha.


“Ameera sakit ya Kak?” Tanya Argha sedikit mengejutkan Rumi.


Dari mana dia tahu Ameera sakit?- Batin Rumi heran.


“Hemm Dari mana kamu tahu?” Tanya Rumi.


“Aku lihat postingan media sosial Keyla.. kebetulan aku lewat sini pulang meeting tadi, maka aku putuskan untuk mampir dan membawa buah Pear ini untuk Ameera, dia suka sekali buah pear hijau..” uacap Argha mengundang ttapan sinis Rumi.


“Oh.. nanti aku sampaikan.. Meera baru saja tidur.” Ucap Rumi singkat.


“Oh iya gapapa Kak.. kan gak akan basi hari ini.. “ Kata Argha membuat Rumi semakin malas di buatnya.


Sikap Rumi saat itu membuat Argha memutuskan untuk berpamitan pulang, Rumi pun cukup lega karena Argha segera pergi meninggalkan kediamannya.


Melepas kepergian Rumi saat itu, Rumi memanggil salah satu satpamnya untuk masuk kedalam Rumah mengikuti Langkah Rumi..


“Pear ini kamu bagikan ke siapa saja yang mau, ya? Karena masa expired nya besok..” Ucap Rumi.


Memenuhi permintaan Rumi, meski bingung di masa expired satpam itu mengambil saja pear tersebut llau membagikannya dengan bebeerapa pekerja disana.


Meski dalam hatinya selalu berkata apa iya buah ada expirednya? Bukankah buah tak layak konsumsi itu kalua sudah busuk?


*


Rumi Kembali ke kamarnya , melihat Ameera tidak lagi melanjutkan makannya.


“Kenapa gak di habiskan?” Tanya Rumi.


“Sudah kenyang, aku ingin pipis..” Ucap Ameera berusaha berdiri dan Rumi mendekat berniat membantu Ameera.


“Aku belajar sendiri..” Ucap Ameera meski saat merubah posisinya terasa nyeri dan linu terasa.


Meera berjalan dengan tubuh yang sedikit ia miringkan karena masih terasa kaki pada tubuhnya.


Di dalam toilet Ameera memandang dirinya di hadapan cermin besar.

__ADS_1


Apa aku harus bertanya pada mas Rumi apa tujuan kak arha datang kesini?” – Batin Ameera yang masih di rundung rasa penasarannya.


Ameera keluar kamar mandi namun tidak mendapati keberadaan Rumi saat itu di dalam kamar, meskipun layar laptopnya masih menyalah, lalu kemana Rumi?


“Pasti dia lagi telfonan dengan Sundel bolong itu, biarlah lebih baik aku tidur” Ucap Ameera bermonolog .


*


Sementara itu, Rumi tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi di hari yang sudah terbilang malam itu, ia mengendarai mobilnya menuju apartemen Risca.


Selama tiga puluh menit menembus jalan Rumi akhirnya tiba dan segera menuju tempat dimana Risca tinggal.


Rumi membuka pintu dengan terburu-buru dan segera ia mnecari sosok Risca dengan wajah yang penuh amarah .


“Risca…!!!!” Teriak Rumi.


Rumi bergegas membuka kamar dimana biasa Risca tidur.


“Ada apa? Rindu denganku?” Kata Risca dengan santainya sambil ia berbaring dengan pakaian sexynya yang sangat tipis.


“Apa maksudmu?” Kata Rumi dengan sangat kesal.


“Maksud kamu apa? Kamu mengambil foto kita saat melakukan tidur bersama itu? Lalu kenapa kamu mengirimnya ke aku? Kamu berusaha ingin mengancamku, ya?”


Rumi berbicara dengan tegas namun nampaknya Rima sangat santai dengan ucapan Rumi kala itu.


“coba kamu baca ulang kata-kataku.. aku hanya tengah merindukan moment tersebut, barangkali kamu juga rindu..” Ucap Risca sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Rumi.


Rumi sedikit tergoda dengan sentuhan Risca kala itu, aroma parfum Risca juga sangat kuat sehingga membuat Hasrat Rumi perlahan muncul.


“Aku gak suka kamu blokir seperti itu, atas apa yang aku lakukan pada Ameera isterimu itu adalah hal yang tidak sengaja, tapi karena mereka memang tidak menyukaiku terjadilah sebuah cerita yang sangat menyudutkan aku, sayang ..” Ucap Risca dengan sentuhan lembut jemarinya di arah leher Rumi, Risca memeluk Rumi dengan manja sambil mengusap pungung Rumi.


“Aku rindu.. percayalah itu adalah unsur ketidak sengajaan aku sayang.. aku tidak ingin tubuhmu terbagi, aku juga tidak ingin cintamu untukku terbagi oleh perempuan yang baru saja masuk kedalam hidupmu itu..” Ucap Risca dengan tangan yang terus menjalar melemahkan kesadaran Rumi dan meningkatkan gairahnya.


Rumi sudah tidak tahan dengan gerak tubuh Risca yang semakin membangkitkan kejantannya, Tidak banyak berkata-kata rumi menggendong depan Risca, tatapan nakal dan kecupan singkat Risca menjadi pembuka kegiatan mereka malam itu.


Risca tersenyum nakal sambil ia menikmati sentuhan Rumi inci demi inci di tubuhnya.


Apakah Rumi bisa se agresif ini denganmu Ameera???? - Batin Risca dengan kemenangannya saat itu.

__ADS_1


*


Di tengah gemericik hujan daerah puncak malam itu, Rima, Keyla dan Faiz tengah bersantai menghabiskan waktu malam dengan makan mendapat panggilan masuk dari seseorang yang Ia tugaskan untuk memantau kegiatan Rumi akhir-akhir ini.


Rima dengan kesal mendapat laporan bahwa Rumi tengah berada di apartemen Risca bahkan sudah satujam lamanya Rumi tidak keluar, dan kuat dugaan bahwa Rumi akan menginap disana.


“Kita harus buat perhitungan untuk sundel itu..” Kata Rima pada Keyla juga Faiz.


“Susah, akalnya sangat licin seperti ikan lele..” Ucap Faiz.


“Kalo lo punya banyak informasi tentangnya, kenapa tidak kamu pikirkan cara yang tepat untuk kita ngerjain Risca?” Kata Keyla dengan penuh semangat.


“Hemm.. ada sih tapi nanti akan aku matangkan lagi renana ini, yang jelas kak Rumi harus paham dulu kalo Risca itu bukan perempuan yang berhati baik..” Kata Rima kesal.


“lalu kenapa kakakmu sampai mau ya dengan Risca?” tanya Keyla dengan polosnya.


“Karena mungkin Risca pandai menggoda dan bergoyang..” Kata Faiz dengan gaya melambainya.


“Goyang doang gue juga bisa, pakai hula hoop..” Kesal Rima menyahut.


“Nah mungkin si Risca pemain handal disana..” Ucapnya terkekeh.


Rima hanya terdiam, ia sangat kecewa dengan sikap Rumi yang kurang baik memperlakukan seorang wanita..


Aku hanya ingin yang terbaik untuk kakakku, mana mungkin aku melepasnya untuk Wanita macam Risca? Mau jadi apa masa depan kakakku dan anak-anaknya? Bisa-bisa kejadian papa dan mama akan terulang oleh kak Rumi.. – Rima membatin dengan tekat yang cukup kuat kala itu.


"Sudah jangan di pikirkan terlalu jauh, bir mereka bersenang-senang dulu lalu baru kita buat mereka bersedih sedih kemudian.." ucap Faiz memberi aura positif untuk Rima.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰

__ADS_1


__ADS_2