GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Tidur Satu Ranjang


__ADS_3

Ameera dan Rumi terpaksa harus tidur di dalam kamar yang sama karena kamar yang terdapat di villa itu hanya ada tiga. Rumi sudah lebih dulu berada di kamar, kamar yang berada di lantai dua dengan balkon kamar yang luas di tambah interior classic menambah kesan tenang, sangat cocok untuk aktifitas relaxasi diri.


Ameera baru saja masuk kedalam kamar, ia terkejut melihat nuansa kamar mandi yang menggunakan pintu coboy yang menyerupai sayap kupu-kupu. Dimana bagian kaki dan juga kepala pemakainya, akan terlihat dari luar toilet. Artinya, kalau Ameera mandi di sana, Rumi bisa melihat kepala dan kaki Ameera dari sisi kamar tidur.


Mati aku, bagaimana kalau aku mandi? Seperti jebakan saja – Ameera merasa bimbang, mandi atau tidak menjadi pilihan yang sulit baginya.


“Bau asap.. lebih baik kamu mandi..” Ucap Rumi yang baru saja membawa secangkir kopi panas.


“Tidak, aku takut denganmu.. lihat saja, masa pintunya hanya dapat menutupi tubuh bagian tubuh tengahku saja.. “ Kesal Ameera dengan polosnya. Ia meluapkan rasa kesalnya itu.


“So.. kamu pikir aku akan berbuat macam-macam?” Kata Rumi sinis.


“Tentu saja, aku berpakaian tertutup saja kamu memperkosaku dengan brutal, apalagi aku sedang mandi..” Kesal Ameera meluapkan apa yang menjadi beban pikiranya.


“Kamu mandi di bagian pojokkan? Tidak akan terlihat juga, lagi pula aku juga sedang tidak ingin melakukan itu..” Ucap Rumi sambil membuka laptopnya.


Ah iya juga.. aku kan sedang datang bulan ya, untuk apa aku takut? Toh dia juga pasti akan tersiksa seorang diri jika tergoda… - Ameera membatin


Kali ini akan aku pakai ucapan lo, Iz – batinnya mengingat ucapan Faiz kala itu.


“Baiklah kalau begitu..” Ucap Ameera dengan santainya.


Dengan sengaja, Ameera mengambil beberapa pakaiannya dan juga pembalut di atasnya..


Oh.. dia sedang datang bulan.. – Batin rumi yang mencuri pandang kala itu.


Ameera meraih handuk putih yang tersedia lalu berjalan ke arah kamar mandi, kamar yang tak seberapa luas itu membuat suara gemericik air shower sangat terdengar jelas.

__ADS_1


Ameera menikmati mandinya saat itu, ia sedikit bersenandung membuat Rumi mulai terganggu konsentrasinya.


Aroma sabun yang juga tercium oleh indra penciuman Rumi semakin membuat fantasi Rumi muncul, namun ia tepis dengan meneguk kopi panasnya. Semakin lama, pikirannya kembali membayangkan saat pertama kali ia menjamah tubuh suci Ameera, sekilas juga terbesit permainan ranjang Risca yang membuat hasratnya meningkat saat ini.


Semakin lama aroma sabun itu semakin kuat, hasrat sebagai seorang laki-laki normal juga semakin menganggu kenyamanan diri Rumi.


“Arghh.. jadi sempit gini..” Ucapnya sambil berdiri dan sedikit mencuri pandangnya ke arah kamar mandi, namun tidak ada yang bisa ia lihat kala itu, hanya suara gemericik air dan suara senandung indah Ameera.


“Aku berharap kamu tersiksa karena ini, Mas Rumi..” ucap pelan Ameera.


Rumi semakin tak bisa mengkontrol dirinya, di tambah kini kekasihnya Risca melakukan panggilan dengan suara manja yang dibuat-buat. Tak ingin semakin sulit menahan hasrat tersebut, Rumi mematikan panggilan itu sepihak.


Tak lama berselang, Ameera keluar dengan piyama pendek dan aroma yang begitu menggoda Rumi. Rambut panjang Ameera yang basah dan hendak ia keringkan dengan hairdryer. Pergerakan Ameera kala itu membuat dress tidur yang ia kenakan sedikit terangkat semakin mengekspose paha putih nan mulusnya.. Rumi melihatnya penuh nafsu namun ia harus menahan sekuat-kuatnya.


Sial.. mimpi apa aku semalam sampai harus menahan keinginan yang datang disaat yang tidak tepat ini.. – Rumi membatin.


Ameera baru saja selesai mengeringkan rambutnya, ia melanjutkan dengan memakai lotion di mulai dari area kaki. Ia menaikkan satu kakinya ke arah kursi lalu menumpahkan sepanjang kakinya dengan lotion dengan wangi bunga kesukaan Ameera. Mata Rumi sepertinya tak terasa perih, ia tak berkedip beberapa waktu menatap aktivitas yang tengah dilakukan oleh Ameera.


Setelah dirasa ckup Ameera beranjak ke atas kasur untuk bergegas tidur, Rumi memalingkan pandangannya pada laptopnya, Ameera sempat menoleh sejenak ..


Dia bodoh atau bagaimana? Jelas-jelas laptopnya mati dan dalam keadan lockscreen.. apa maksudnya menekan keyboard dengan hebohnya.. – Batin Ameera sambi terkekeh kecil.


Dia tidak bergeming? Mungkin dia tidak sadar kalo aku sudah terlelap disini. Maka dia yang harusnya mengalah untuk tidur di sofa malam ini.. tapi, dikamar ini tidak ada sofa ya? Bagaimana dia tidur? Ah biar saja aku tidak peduli.. -Ameera membatin sambil menarik selimut agar sempurna menutupi tubuhnya.


Beberapa saat kemudian.. Bodoh, apa yang aku lakukan? Aku mengetik apa di layar terkunci ini.. Batin rumi mengutuk dirinya. Merasa cukup lelah ia hendak tidur, namun langkahnya tertahan sejenak.


Aku tidak bisa seperti ini terus, aku sepertinya harus mandi.. – Batin Rumi sambil merasa tak nyaman dengan salah satu anggota tubuhnya, bergegas menuju kamar mandi. Ameera yang belum terlelap dalam tidurnya menyadari aktivitas Rumi saat ini, yaitu mandi. Dengan penh kemennagan ia menghubungi Faiz dan Keyla menceritakan apa saja yang baru ia lakukan.

__ADS_1


“Pasti dia sedang menina bobokan pangeran kecilnya ya Meer..” Ucap Faiz dengan segudang pengetahuannya dalam dunia biru itu.


“Model laki-laki kaya Rumi itu moto hidupnya, Harta Tahta dan Paha Wanita” Ucap Faiz mengundang tawa ketiganya.


Di tengah canda tawa ketiganya Ameera mendengar dering ponsel Rumi yang bervolume pelan. Atas permintaan kedua sahabatnya Ameera meraih ponsel itu dan melihat panggilan tersebut yang ternyata dari Risca.


Ameera merasa berubah menjadi sosok jahil kala ia bersekongkol dengan kedua sahabatnya, ia menerima panggilan itu dengan posisi tubuh tertutup sempurna oleh selimut.


“Hallo baby..” Ucap Ameera yang seketika melihat wajah sinis Risca.


“Maaf yaa, Babymu sedang mandi..” Tambah Ameera lalu ia menutup panggilan telfon itu dengan segera dan melepas tawanya bersama dua sahabatnya. Faiz dan juga Keyla merasa puas dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Ameera.


Ameera mulai menyadari saat suara gemericik Air sudah tak terdengar lagi, maka saatnya Ameera mengakhiri panggilan telfon itu dan berpura-pura untuk tidur.


Setidaknya aku bisa tidur nyenyak malam ini karena berhasil membuat pasangan itu dirundung rasa gelisah. Rumi keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, ia melihat mata Ameera terpejam, dan rasa kantuk memang sudah menyerang mata Rumi sejak tadi.


Dia sudah tidur, lalu aku tidur dimana? Tidak ada sofa di kamar ini.. masa aku harus tidur sambil duduk di kursi ini- Batin Rumi yang hanya terdapat dua kursi kayu.


Yaa dengan terpaksa Rumi merebahkan tubuhny di tepi kasur sambil perlahan ia menarik selimut agar dapat memberi sedikit ke hangat..


*


*


*


Yuk Like Komen Share dan berikan suport gratis kalian berupa Vote dan juga Rate..

__ADS_1


Terimakasih..


Mei 🥰


__ADS_2