
Ameera terlihat murung, sedih dan merasa terbebani dengan masalah yang ada.. Ia memang merasakan kekecewaan yang mendalam, apalagi alasan tante Sonia adalah tidak menyukai sosok Ameera yang di anggap matrealistis, meninggalkan Argha dan memilih sosok Rumi lebih kaya raya.
Sementara, Tante Sonia selalu berusaha menjadikan Puteranya nomer satu di bandingkan Rumi sejak mereka kecil, lama tidak bersama, kini Rumi dan Argha berada dalam sebuah situasi yang membuat Argha patah hati, karena itulah rasa iri hati kembali tumbuh dalam diri Tante Sonia, saat di ketahui Ameera menikah dengan Rumi dan semakin lama terlihat bahagia meski tante Sonia tidak mengetahui bagaimana sifat awal Rumi pada Ameera.
Ameera terus membatin penuh rasa bimbang, ia juga tersentuh saat ia melihat Tante Sonia dibawa paksa oleh petugas kepolisian.
Tidak hanya Ameera saat itu, Keyla pun demikian.
Sore itu keyla tengah bersama dengan Argha, usai pemeriksaan di kantor polisi.
"Kak.. aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, biar bagaimana pun seorang ibu wajar ingin yang terbaik untuk anaknya" kata Keyla.
Argha sedikit tersentuh, sejak tadi ia juga cemas dengan keadaan mental sang ibu di dalam jeruji besi namun perasaan kecewa Argha pun tak dapat ia pungkiri saat itu.
"Key boleh aku bertanya? Aku harap kamu bisa jujur.." kata Argha lalu keyla mengangguk.
"Key, apa kamu masih menyimpan rasamu untukku?" Kata Argha.
Tidak mengangka begitu dalam pertanyaan Argha, keyla berusaha tenang meski ia terlihat sangat gugup kala itu.
"Aku memang mengagumimu.. terlau terlena dengan kebersamaan kita, terlebih aku juga terlalu percaya diri dengan perasaanku" kata Keyla sambil terkekeh menenangkan diri.
"Aku juga.."
Bingung Keyla mendengar ucapan dari Argha.
Aku juga? Kok aku jadi bingung?" Tanya Keyla.
"Aku juga merasakan hal itu, aku sudah nyaman dengan mu, bedanya aku tidak menydari itu sebuah rasa dari hati" kata Argha sambil meraih tangn Keyla.
Seketika debar jantung Keyla berdegup kencang dengan tangan yang perlahan menjadi dingin.
"Key.. aku mau kamu buktikan ke mama kalo kamu bisa membuat aku bahagia" ucap Argha lalu membawa Keyla dalam pelukkannya.
Keyla menangis sedih, ia merasa sangat nyaman berada dalam dekapan Argha, namun seketika ia menydari bahwa Tante Sonia tidak menyukainya.
"Kak.. bagaimana dengan kakak mu?" Tanya Keyla.
"Kan aku sudah bilang" ucap Argha sambil merapihkan beberapa helai rambut Keyla yang berada di pipi.
"Kita harus buktikan kalo kita bisa bahagia, dan antra aku dan Ameera hanya masa lalu yang tidak bisa kita sangkal, itu hanya bunga kehidupan.."
__ADS_1
Keyla semakin merona bahagia mendengarkan hal itu, wajahnya kemudian memerah melihat mata tulus Argha.
"Bagaimana kalau aku mencabut laporan itu?" Tany Keyla.
"Lakukan jika itu dari hatimu, namun jika itu bukan dari hatimu, tidak perlu..." kata Argha dengan senyumnya.
"Aku melakukanny dari hatiku, kak.. sejak proses introgasi tadi aku terbayang wajah Tante Sonia yang tengah menangis sedih.. dan yang paling penting sudah ada kata maaf dari mulutnya" kata Keyla mengambil sisi positif itu.
"Kita lakukan besok, sekarang sudah sore, aku juga sangat lelah" kata Argha.
Sore itu menjadi sore paling romantis yang pernah Keyla rasakan, tidak pernah menyayangi seseorang lebih dari ini membuat Keyla nampaknya tengah berbahagia.
Mungkin Keyla masih sedikit bingung menyampaikannya pada Ameera dan Faiz atas keputusannya mencabut laporan dan juga informasi hubungannya dengan Argha.
*
Sore itu, Ameera berkunjung kerumah sakit bersama dengan Rumi. Selama perjalanan Ameera banyak diam sementara Rumi sibuk dengan ponselnya.
Namun, Rumi sesekali memperhatikan sikap Ameera yang nampak lain.
"Kamu kenapa?" Tanya Rumi pda Ameera sambil berjalan di dalam lobby rumah sakit.
"Meera, ada yang mengganjal? Apa kamu masih memikirkan toko roti?" Tanya Rumi..
Ameera menghentikan langkahnya lalu menatap suaminya yang ikut terhenti.
"Apa hukuman pada Tante Sonia ini pantas? Kasihan, bagaimana kalo nanti dia depresi?" Ungkapnya sambil mengusap air mata yang berlinang pelan membasahi pipi.
"Ini pelajaran untuknya.. biarkan saja" ucapnya dengan wajah tak senang.
"Mas.. aku ingat mama, dan sekarang mama kamu juga sedang berjuang.. rasanya tidak elok jika kita memenjarakan Tante Sonia.." ucap Ameera kembali meyakinkan Suaminya.
"Kamu mau apa? Membebaskan Tante Sonia? Mencabut laporan?" Kata Rumi menegaskan.
"Yaa mungkin saja itu bisa merubahnya menjadi lebih baik.. karena tidak semua aksi kejahatan bisa di balas dengan hukuman dr tangan manusia, serahkan saja pada Tuhan, biar Tuhan yang mengatur lewat jalur langit" kata Ameera yang pasrah.
Rumi menghela nafas lalu mengangam tangan isterinya.
"Aku tidak ingin membahasnya sekarang, aku akan pikirkan ucapanmu ini.." kata Rumi yang masih bimbang dengan permintaan isterinya.
"Kita ke mama sekarang.." kata Rumi.
__ADS_1
Mereka kenudin melangkah menuju lantai dimana Sang Ibu terbaring lemah.
Sampai disana sang bunda tengah terlelap dalam tidur, Ameera memutuskan membersihkan ruangan yang terlihat berantakan, sementara Rumi tengah terdiam melihat hamparan gedung di ibu kota.
Kenapa aku memikirkan ucapan yang Ameera katakan tadi.. tapi benar juga apa yang dia katakan.. aku pun tidak pernah membalas perbuatan mama sejak dulu begitu pula papa.. tapi mama banyak mengalami kepedihan karena perbuatannya..
Rumi merenung lalu victor menegurnya dan mengajaknya berbicara empat mata..
Victor mengatakan sebuah keputusan Argha dan juga Keyla yang baru saja di sampaikan langsung oleh Argha.
Rumi terdiam sejenak.
"Victor.. apa kamu percaya dengan pembalasan lewat jalur langit?" Kata Rumi, Victor mengerutkan keningnya heran.
"Percaya Den.. apa apa memangnya?" Tanya Rumi.
"Aku malu pada sikap bijak isteriku.. segala permasalahannya ia tangisi sejenak lalu ia serahkan pada Tuhan, agar tuhan yang mengaturnya apapun itu.. dia bilang jalur langit lebih tau seberapa basar balasan itu sendiri" kata Rumi dengan kagumnya.
"Dia memang wanita baik dan menyenangkan" puji Victor dengan senyumnya, langsung saja Rumi melayangkan pukulan di lengan Victor.
"Kamu memuji isteriku? Jangan gila kamu Victor!" Ucapnya kesal.
"Aku tidak gila.. aku juga memuji sewajarnya mata ini memandang, Den.." kata Victor mengusap lengannya.
"Apa? Kamu memandang isteriku? Apa jangan-jangan kamu???"
"Tidak mungkin! Aku tidak seburuk itu, den!" Kata Victor menyambar kesal.
"Awas saja kalo berani! Aku tidak segan-segan mencongkel matamu dan aku berikan ke ikan koi dirumah" kata Rumi begitu sadis terdengar.
"Iya setelah kamu melakukan itu, siap siap saja masuk penjara dan Ameera nanti akan menceraikanmu lalu menikah lagi dengan pria yang lebih tampan dan kaya raya hahahaha" ucapnya lalu berlari menjauhi Rumi.
Victor membuat kesal Rumi..
"Memang Kurang Ajar kamu Victor!! Aku potong gajimu, Victor!!!" Teriak Rumi dengan tatapan sinis..
*
*
*
__ADS_1