GADIS PEMILIK LESUNG PIPI

GADIS PEMILIK LESUNG PIPI
Sosok Misterius


__ADS_3

Ameera terbangun dengan suasana hati yang snagat baik, ia melihat jam masih menujukkan pukul lima, karen ahari ini adalah hari libur Rumi maka Ameera ingin membuatkan Roti kesuakan Rumi.


Ameera meraih ikat rambutnya lalu menguncir rambutnya dan bersiap untuk turun dari tempat tidurnya, namun ia terkejut saat Rumi memegang tangannya dan menahannya.


“Mau kemana..” Ucap Rumi dengan suara khas seseorang yang baru saja bangun dari tidur.


“Astagfirullah mas.. mengejutkan saja..” Kata Ameera.


“kamu mau kemana?” Kata Rumi mengulangi lagi pertanyaannya.


“Aku ingin sholat, lalu mau membuat Roti untuk sarapan pagimu.. “ Kata Ameera.


Rumi membatin sejenak.. Sholat? Aku bahkan melupakan hal itu bertahun-tahun, sampai aku lupa dnegan beberapa bacaanya.. – Batin Rumi.


“Morning kiss dulu sayang..” Ucap Rumi memegang pipinya dengan telunjuk..


Ameera tersenyum, kemudian ia tak segan mengecup pipi suaminya itu.


“Sudah, kalo kamu ga ngantuk kamu bisa wudhu dan sholat ya mas, tapi jangan lewat dari pukul enam..” Ucap Ameera dengan lembut agar suaminya tidak tersingung dengan ucapannya.


Rumi merasa tersentak hatinya, merasa ini adalah teguran yang sangat membuatnya malu terhadap kelalaiannya sendiri di mata isterinya.


Setelah beberapa waktu Rumi terdiam membuka ponselnya dan mengingat beberapa gerakan dan bacaan shoat dan juga Wudhu, ia bergegas menuju toilet.


Kaku! Yaa Rumi terlihat sangat kaku saat ia tengah mensucikan diri, ia kemudian membuka lemari nya mencari dimana ada kain sarung yang bisa ia pakai untuk menutupi auratnya saat beribadah.


"Jauh sekali" katanya sambil mengambil kain yang sudah tahunan rasanya tak pernah ia pakai.


Rumi juga kemudian kembali membuka ponselnya, kembali ia membaca apa yang seharusnya ia baca namun masih terselip keraguan karena rasa lupa pada ingatannya.


Ia kemudian memulai gerakannya, sambil terbata-bata dalam hatinya mengingat setiap bacaan dalam setiap gerakannya.


Usai melakukannya Rumi bergegas merapihkan kain sarung dan sajadah itu, ada rasa malu yang terselip jika Ameera mengetahuinya.


Bergegas saja ia mandi setelah menghilangkan jejak ibadahnya.


*


Sarapan kali ini kursi-kursi di meja makan yang besar itu terlihat cukup terisi.


“Pah, hari ini aku pulang sore ya? Aku ingin main dnegan teman SMP ku dulu..” Kata Rima meminta izin.


“Boleh saja, Papa juga ingin mengecek beberapa file..” Kata Pak Rudi.


“kamu pulang kuliah sendirian dong dirumahm, Meer?” Tanya Rima pada Ameera.


“Enggak, aku hanya sbenetar di kampus lalu aku ke kantor mas Rumi..” Kata Ameera.

__ADS_1


“Haiahh.. sudah mulai main – main ke kantor nih..” Goda Rima di balas senyum malu Ameera.


“Kalian mau ada urusan berdua kah?” Tanya Pak Rudi.


“Ingin makan siang bareng, Pah..” Sahut Rumi.


“Kasian sekali nasib Victor ya Pah.. nanti dia akan melihat drama India Romantis..” Rima Kembali menggoda.


“Komen saja seperti netizen kurang piknik..” Kata Rumi sambil menyembunyikan rasa malunya itu.


“Memang, kan kalian ini kalo piknik berdua saja..” Sahut Rima.


Pak Rudi tersenyum Bahagia.. “sudah makan dulu, habiskan baru kalian setelah itu baru kalian berbincang dengan energi yang kuat..” Kata Pak Rudi sambil meledek singkat.


*


Untuk pertama kalinya Rumi mengantar sendiri isterinya ke kampus, Selama perjalanan ameera sedikit sibuk dengan ponselnya berbalas pesan singkat dengan ketiga sahabatnya. Ia nampak sedih karena untuk beberapa waktu kedepan Keyla akan menetap di kota Bandung bersama neneknya.


“Kamu lama gak? Aku tunggu saja ya? Dari pada nanti kamu naik taxi..” Kata Rumi namun ameera namapak tak focus, ia lebih focus pada ponselnya saat itu.


Rumi merasa sedikit kesal karena sikap acuh isterinya, dengan sengaja ia menginjak pedal gas nya lalu ia menginjak pedal rem dengan cukup mendadak.


“Astagfirullahh”Ameera terkejut dengan tubuh terhuyung maju dan hampir terbentur oleh dashboard mobil.


“Mas kamu kenapa? Ngantuk ya?” Kata Ameera semakin mengundang rasa kesal Rumi.


“Mas kok diam? Kenapa deh kamu?” Tanya Ameera heran.


“Gimana? Enak ga di diemin?” Tanya Rumi dengan wajah juteknya.


“Maksudnya? Kamu sengaja diemin aku ya?” Kata Ameera menarik kesimpulan.


“Kamu ini, suami sedang bicara malah focus sama ponsel.. chatingan sama siapa?” Sinis Rumi melirik Ameera.


“Astagfirullah Mas, Aku itu chatan dengan Rima, Faiz dan Keyla loh..” Kata Ameera jujur sambil memperlihatkan kolom chatingannya .


“Yaa, tapi jangan kamu abaikan juga ucapanku..” Kata Rumi yang terlihat ingin sekali di prioritaskan.


Ameera menghela nafasnya.


“iya.. aku minta maaf ya? Jangan memperbesar masalah kecil ya? Aku minta maaf. Kamu tadi tanya apa?” Kata Ameera mencoba menenangkan keadaan, mengalah demi terselesaikannya masalah kecil antara Rumi dan dirinya.


Rumi nampak malu hati, isterinya mengucapkan kata maaf di masalah yang akhirnya ia akui sebagai masalah kecil.


“Aku tadi tanya, apa kamu lama bimbingannya, jika tidak aku tunggu saja dari pada kamu naik taxi nanti..” kata Rumi mengulangi pertanyaanya.


“Kayaknya engga Mas, kalo kamu mau tunggu gapapa tapi kalo memakan waktu sedikit lama kamu jangan ngomel ya?” Kata Ameera memberi peringatan pada suaminya yang mudah merajuk itu.

__ADS_1


“Oke, aku tunggu di mobil..” Kata Rumi.


Setibanya di kampus Ameera bergegas menuju ruang dosennya, sementara Rumi memainkan ponselnya di dalam mobil sambil menunggu Ameera.


Rumi melihat galeri ponselnya, ia melihat beberap foto yang di kirimkan Victor saat acara Pesta kemarin malam , tersenyum melihat beberapa foto candid sang isteri yang terlihat sangat cantik natural menambah rasa cinta di hatinya.


(namanya juga lagi jatuh cinta guys, meski melihat fotonya pun bisa membuat merinding, senyum sendiri) 😅


Hingga beberapa slide foto Rumi memfokuskan pandangannya, ia memperbesar foto itu dengan kedua jarinya. Mata Rumi tak salah melihat, seseorang terlihat tengah mengarahkan ponselnya ke arah Ameera sellah ia tengah membidik, mengambil foto atau video, seseorang itu memakai baju hitam celana hitam dan memakai jacket dengan penutup kepala atau kupluk.


“Siapa dia?” Tanya Rumi seorang diri.


“Apa maksudnya? Kenapa bisa orang begini masuk ke acara se formal itu.” Ucapnya bermonolog dengan hati yang penuh kecemasan.


Rumi langsung menghubungi Victor dan memberi tahukan apa yang baru saja ia lihat di foto tersebut . Tanpa menunggu arahan lebih dari Rumi , Victor langsung mengambil sikap mencari tahu siapa orang tersebut.


Dalam hati Rumi tentu tak tenang, penuh tanya dan ingin segera mengetahui siapa sosok yang tertangkap camera itu.


Karena Rasa cemas pada isterinya, Rumi memutuskan untuk turun dan mencari Ameera. “Dimana dia, bodohnya kau tidak bertanya dengannya tadi..” Kata Rumi berbicara sendiri sambil berjalan memasuki Gedung kampus itu.


Rumi kemudian mendapatkan informasi dimana keberadaan Ameera meskipun ia harus menurunkan egonya untuk bertanya kepada mahasiswa yang berada di sebuah koridor.


Lirikan penuh kagum dari banyak mahasiswa terhadapnya, namun Rumi nampak cuek dan fokus mencari Ameera.


Rumi tiba di depan ruangan dimana Ameera berada di dalamnya bersama satu teman dan dosen pembimbingnya.


Rumi masih cemas memikirkan siapa sosok itu? Namun, Saat ini lebih baik memang Rumi memilih untuk diam, tidak memberi tahukan Ameera terkait kejanggalan yang Rumi temukan dalam sebuah Foto tersebut.


Ini demi kenyamanannya, namun aku harus tetap menjaganya.. - Rumi membatin berjanji pada dirinya.


*


*


*


Terimakasih yang sudah membaca, like komen dan rate sebagai bentuk suport kamu terhadap karya ini ya.. vote, mawar dan juga kopi pun boleh..


Terimakasih, salam cintaku..


Mei 🥰


Informasi:


Bagi teman-teman khususnya pembaca setia. silahkan masuk ke Grup Chat yang ada di profil aku ya, dengan Nama MYNAMEI READERS.


Disana nanti akan ada admin yang akan informasikan beberapa dari kalian yang beruntung dapat GA. 😊

__ADS_1


__ADS_2