
Pagi ini Ameera merasa kurang enak badan, ia masih berbaring di balik selimut tebalnya, tidak seperti biasanya kali ini Ameera juga merasa malas dan hanya ingin berbaring manja di atas kasurnya.
Matanya kini terbuka perlahan, saat beberapa suara terdengar menganggu tidurnya..
Ameera melihat Rumi tengah memakai pakaiannya saat itu berhadapan dengan cermin.
"Mas, sudah rapih ya?" Ameera sedikit terkejut karena Rumi sudah terlihat memakai pakain kerjanya.
“Mas.. aku belum membuatkan sarapan untuk kamu loh.. badan aku rasanya lemas pagi ini..” kata Ameera yang masih berada di atas kasurnya.
Rumi tersenyum pada Ameera..
“Tidak apa, aku sudah minta buatkan roti bakar sama bibi, kamu istirahat saja, ya? Jangan ke toko roti dulu..” Kata Rumi sambil memakai dasi.
“iya mas, aku juga ingin istirahat saja hari ini, tapi nanti sepertinya Faiz ingin kesini, tidak apa-apa kan?” Tanya Ameera.
“Tidak apa-apa, hitung-hitung dia menghiburmu..” Kata Rumi terkekeh kecil.
“Aku sudah siap, kamu disini saja nanti biar di antarkan sarapan untuk kamu.. aku berangkat dulu..” Kata Rumi sambil mendekati Ameera lalu ia kecup kening Ameera berulang kali.
Saat Rumi pergi meninggalkan kamar, Ameera memilih untuk menyalahkan music dari ponselnya lalu kembali ia memejamkan matanya.
Hari sudah cukup siang saat itu, namun Ameera masih saja terlelap dalam tidurnya.
“MBak Meera..” Suara itu terdengar samar oleh Ameera dari balik selimutnya. Ia seakan enggan untuk membuka matanya dan melihat cahaya matahari dari jendela kamarnya itu.
“Mbak Meera, ayo bangun mbak.. sudah jam satu siang..” Kata bibi membuat Ameera terkejut.
“Hah? Jam satu siang?” Ucapnya sambil melihat jam di ponselnya.
“Astga iya… waduh sepuluh miscall..” tambah Ameera terkejut.
“Itu pasti dari Den Rumi Mbak.. tadi juga meminta saya membangunkan mbak Meera karena sudah siang..” kata Bibi..
“BAik bi.. biar aku telfon Mas Rumi..” Kata Ameera.
“Mbak Meera mau makan apa? Mau saya bawakan ke sini?” Tambah bibi.
“Apa saja, nanti aku kebawah saja bi, akum au mandi dulu..” Kata Ameera.
Selepas bibi pergi meninggalakan kamarnya, Ameera beranjak dari tempat tidurnya sambil menghubungi suaminya, Rumi.
Hallo…
__ADS_1
Astaga, kamu baru bangun sayang? – terdengar suara panik Rumi.
Hehe.. maaf Mas, aku hari ini benar-benar malas bergerak bahkan aku malas sekali mandi..
Hah? Yang benar saja sayang, ini sudah pukul satu siang masa kamu gak mau mandi? – tanya Rumi heran.
“Hehe iya, rasanya ya malas sekali tapi aku akan tetap mandi kok..” Ameera terkekeh usai menggoda suaminya.
Huh.. okelah kalo begitu.. aku harus menyelesaikan tuagasku dulu, ya? Aku akan pulang cepat nanti..
Okelah.. selamat bekerja suamiku..
Usai menyelesaikan panggilan telfon itu, Ameera bergegas untuk mandi dan bersiap menyambut kehadiran sahbatnya Faiz yang hendak datang menemuinya.
*
Sambil menunggu kehadiran Faiz, Ameera menyempatkan diri untuk makan siang terlebih dahulu.
Tak lama usai Ameera menyelesaikan makan siangnya Faiz datang dengan nafas terengah-engah..
"Dih kenapa sih?" Tanya Ameera.
"Merrr... lo baca nih, bacaaaaaa" Faiz nampak panik kala itu sambil menatap
Ameera meraih ponsel Faiz lalu membacanya..
"Kita ke rumahnya saja, bagaimana?" Tanya Ameera yang sudah mulai tak tenang.
"Huh, menyusahkan sekali tante son son ini.. bisa yaa dia mengancam Keyla" ucap Faiz kesal.
"Lo sudah hubungi Keyla?" Tanya Ameera.
"Sudah, dia benar-benar down dan butuh kita" kata Faiz .
"hmm oke deh, gue coba hubungi Mas Rumi minta izin, ya?" Kata Ameera beranjak dari sofa meraih ponselnya di meja.
Ameera langsung melakukan panggilan dengan Rumi, dan Rumi mengizinkannya.
Setelah bersiap mereka bersiap menuju kediaman Keyla menggunakan mobil dan tentunya supir pribadi.
Saat pintu mobil di buka, Ameera terdiam sejenak. Kepalanya mendadak pusing dan penglihatannya mulai kabur, dan Brughh! Ameera pingsan, beruntung Faiz langsung menangkap tubuh Ameera yang terhurung ke siamping.
"Meer.. lo ke apa?" Teriak Faiz mengejutkan beberapa satpam yang langsung berlarian mendekat.
__ADS_1
"Loh kenapa Non Meera" kata salah seorang satpam.
"Gatau, tau - tau pingsan.. tolong deh panggilkan bibi bibi yang ada disini, semua bibi panggil untuk membawa Ameera masuk" Kata Faiz karena sangat tidak mungkin jika ia meminta beberapa satpam laki-laki untuk menggendong Ameera.
Faiz panik dan bingung saat itu, kenapa Ameera bisa langsung tak sadarkan diri.
"Tolong kalian hubungi suaminya" kata Faiz.
"Baik , saya hubungi Pak Victor" kata salah satu satpam membuat Faiz mencerna ucapan itu sambil memutar badannya menghadap ke arah Satpam itu.
"Apa? Victor? Si Vickiran Kotor?? Sejak kapn dia jadi Suami Ameera? Sejak kapan srigala berubah jd singa?" Kata Faiz sambil bertolak pingang.
"Kami hanya bisa menghubungi Pak Victor, jika harus menghubungi suami Non Meera kami tidak bisa.." kata satpam itu membuat Faiz menyadari kesalahannya dalam memberi perintah tadi.
"Ahh yasudah, aturlah bagaimana baiknya" kata Faiz tak ingin berpanjang lebar.
*
Di lokasi yang berbeda..
Vicror tengah menyelesaikan tugasnya dengan serius di meja kerjanya, begitu juga dengan Rumi yang sejak satu jam belakangan tidak ingin ada yang menganggu agar ia dapat menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.
Namun kali inj Victor harus masuk kedalam ruang kerja Rumi dengan keadaan yang tenang.
"Ada apa?" Kata Rumi melirik sinis ke arah Victor.
"Tadi Den Rumi bilang kalo Mbak Meera sedang sakit?" Tanya victor mengundang perhatian Rumi.
"Iya, tapi sudah membaik.. dia juga mau pergi ke rumah Keyla.. kenapa kamu tanya begitu?" Ucap Rumi heran.
"Hmm.. Mbak Meera pingsan, Den.." kata Victor dengan jelas.
"Apa? Jangan bohong!" Kesal Rumi sambil beridiri dari duduk nya.
"Saya dapat info dari orang rumah.. Mbak Meera pinsan saat mau pergi ke rumah Mbak Keyla.." kata Victor.
Tak pikir panjang Rumi langsung beranjak dan berlari keluar.
"Lari saja, kan kunci mobil ada padaku.." pelan Victor bermonolog saat melihat Rumi berlari kencang meninggalkan nya.
Rumi begitu panik, entah apa yang tengah Ameera alami sampai ia pingsan secara tiba-tiba...
*
__ADS_1
*
Kenapa Ameera???