Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Geril berulah kembali


__ADS_3

Begitu Edgar keluar bersama Leo dari ruang Vip, Zalea tak sengaja melihat kepergisn mereka bedua, ia pikir Edgar sudah pulang tapi nyatanya Edgar baru keluar setelah beberapa jam pertemuannya.


"Gue kira dia udah balik, ngapain aja dia di ruangan itu?" gumam Zalea.


Zalea kembali mengerjakan pekerjaannya setelah melihat mobil Edgar pergi, saat ini dia masih memikirkan keputusannya untuk menerima atau menolak ucapan Edgar di ruang Vip.


'Kok gue jadi bingung ya, kenapa om bule tiba-tiba ngajak nikah sih?' batin Zalea.


.


.


Zalea sudah bersiap-siap untuk pulang, Arya sudah menunggunya di depan pintu restoran untuk pulang bersama. Jika sudah tiba waktu pulang Zalea pasti akan berubah, dia tidak anggun lagi melainkan berubah menjadi seperti semula, ia memakai jeans robek-robek dan juga memakai hoodie.


"Kan kalau gini cakep, daripada harus pakai rok sama dandan bukan gue banget itu mah." ucap Zalea.


Zalea membawa tas miliknya, kemudian ia berjalan kearah luar menghampiri Arya yang tengah berdiri sambil meaminkan ponselnya.


"Arya." panggil Zalea.


"Udah selesai lu?" tanya Arya.

__ADS_1


"Udah, yuk pulang." ajak Zalea.


"Ayok." seru Arya.


Zalea dan Arya pun berjalan bersama meninggalkan restoran tempat keduanya bekerja, seharusnya mereka pulang bertiga tetapi salah satu sahabatnya masih belum bisa kembali bekerja karena harus merawat ibunya. Mobil angkot yang keduanya tumpangi satu arah, Jadi setiap harinya mereka saling menunggu satu sama lain agar bisa satu mobil bersama.


"Eh Lea, tadi loe ngapain aja di ruang Vip?" tanya Arya.


"Kagak apa-apa, cuman diajak makan doang." jawab Zalea.


"Hah? Kok bisa? Emang lu kenal sama tamunya?" tanya Arya lagi.


"Dia yang waktu itu gue jadiin pacar boongan." jawab Zalea.


"Sembarangan! Entar gue jelasin deh, kalo sekarang gua masih pusing." sewot Zalea.


Akhirnya Arya pun tidak berani bertanya lagi, pasalnya Zalea seperti banyak pikiran dan juga raut wajahnya menandakan kalau dia sedang mode bertanduk.


Seperti biasanya Zalea dan Arya berpisah di tengah jalan, Arya turun terlebih dahulu dibanding Zalea karena jaraj tempat mereka cukup jauh. Begitu sudah sampai di area kontrakan, Zalea pun turun lalu membayar ongkos mobilnya, saat menyusuri gang terdengar suara keributan yang berasal tak jauh dari tempat Zalea berdiri. Zalea seperti mendengar suar bapaknya dan ibunya, dia langsung saja berlari ke kontrakannya.


Plakk, Bughh..

__ADS_1


"Woyy, brengsek!" teriak Zalea.


Zalea langsung berteriak begitu melihat Geril menampar wajah ibunya sekaligus menendang tubuhnya sampai tersungkur, ia juga melihat kepala Nathan yang benjol dan sedikit mengeluarkan darah. Zalea mengepalkan tanganya serta matanya yang lasngung memerah menatap nyalang pada Geril, dia berlari membangunkan ibunya.


"Kalo lu gak ngasih duit, gue pastiin lu semua gak bakal selamet." ancam Geril.


Zalea memejamkan matanya sejenak, dia membalikkan tubuhnya menatap tajam kearah ayah bejatnya. Dalam sekali tinju Geril langsung terjerembab ke belakang, tidak ada yang berani menolong Naraya begitu Geril menyiksa ibunya, tetangga konttakannya malah melihat saja tanpa ada yang mau membantu.


Bugh. Bughh.


"Loe kagak ada kapoknya brengsek! Gue benci sama loe! Pergi loe dari sini!" teriak Zalea seraya mengusir Geril.


"Banyak cingcong loe, mending loe ikut gue sskarang juga!" ucap Geril menarik tangan Zalea.


Zalea menggigit tangan Geril dengan kuat, Geril langsung melepaskan cengkramannya dari tangan Zalea.


"Dasar setan!" berang Zalea.


"Awas loe semua! Gue bakal balik lagi kesini, kalau gak ada yang ngasih gue duit habis pokokny, ingat itu!!!" ancam Geril.


"Cuih, gak takut gue." tantang Zalea.

__ADS_1


Geril pun meninggalkan kontrakan Zalea, dia pergi dengan tangan kosong sekaligus wajah yang babak belur. Zalea langsung mendekap tubuh ibunya dan juga adinya yang sama-sama terluka, entah darimana ayahnya tahu tempat tinggalnya bersama ibu dan adiknya.


__ADS_2