
Zalea duduk disamping Edgar yang terus menatap kearahnya sampai tak sadar Zalea sudah di dekatnya, Geril menatap Zalea yang kini telag sah menjadi istri dari Edgar, ada rasa haru namun dia berusaha tak menunjukkannya pada semua orang.
"Eekkheem, bos." dehem Leo.
Edgar pun sadar dari lamunannya, Zalea mengerutkan keningnya melihat Edgar yang aneh menurutnya. Keduanya saling bertatap muka, penghulu meminta keduanya menandatangani dokumen pernikahan.
"Selamat. Kalian sekarang sudah sah menjadi suami istri baik secara agama maupun negara, untuk pengantin wanita silahkan berdiri menghadap kearah mempelai pria." ucap penghulu.
Pihak WO menarik kursi pengantin mundur ke belakang, Edgar dan Zalea kini berhadapan satu sama lain, ada kecanggungan diantara keduanya. Penghulu mengarahkan Zalea untuk meraih tangan Edgar lalu mengecup tangannya, begitupun Edgar ia diarahkan mencium kening sang istri dan mengucapkan doa yang sudah Albert berikan padanya sebelum hari H.
Deg! Deg! Deg!.
Jantung keduanya berdebar-debar, wajah keduanya pun sama-sama memerah.
"CCIIEEE.." sorak Adel and the geng.
__ADS_1
Cekrek.
Momen tersebut di abadikan oleh fotographer, orang-orang bersorak saling bersahutan membuat kedua mempelai salting brutal. Naraya tersenyum bahagia melihat putrinya, tetapi ada seseorang yang tengah menatap tak percaya sekaligus merasakan panas dihatinya, dia memalingkan wajahnya melihat mantan kekasihnya bersanding dengan orang lain.
"Zalea, apa aku tidak mimpi?" gumamnya dengan suara tertahan.
Ornag tersebut adalah Zafier, mantan kekasih Zalea yang turut hadir dalam acara pernikahan yang dilangsungkan secara tertutup oleh Edgar. Zafier datang bersama orangtuanya sebagai kolega bisnis Edgar, selain itu Edgar juga sengaja menyuruh kedua orangtua Zafier membawa putranya yang pastinya ia kenal, karena dia tahu Zafier adalah mantan Zalea. Jadi, dia ingin memperlihatkan padanya kalau Zalea sudah resmi menjadi miliknya seutuhnya.
Kedua mempelai mengahmpiri para orangtua untuk meminta doa, tetapi begitu Zalea berjalan kearah Geril seketika perasaannya bercampur aduk. Edgar mengusap lengan Zalea seraya mengulas senyumnya, dengan berat hati Zalea menyalimi tangan ayahnya meskipun ia melakukannya dengan terpaksa. Kini giliran Zalea berdiri dihadapan ibunya, sekegika keduanya menangis tanpa bisa di cegah kembali.
"Selamat nak, sekarang kau sudah menjadi istri Edgar. Patuhi semua perintahnya, jangan pernah membangkang, jika kau ingin pergi kemanapun harus selalu izin padanya. Ibu minta belajarlah menjadi istri yang baik, jangan pernah balapan lagi. Sekarang ibu sudah tenang, kau sudah mendapatkan pendamping hidup, ibu bersyukur Tuhan masih memberikan umur panjang pada ibu sehingga bisa melihatmu bersanding di pelaminan." ucap Naraya.
"Tidak akan nak, ibu akan selalu ada didekatmu." ucap Naraya menangkup pipi Zalea.
Zalea bergeser kearah samping mendekat kearah Indah, sedangkan Edgar menghadap kearah Naraya yang masih menangis.
__ADS_1
"Nak Edgar, ibu tahu kamu adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Ibu titip anak ibu, tolong jangan sakiti dia apalagi main tangan padanya. Jika kamu sudah bosan atau tidak mencintai anakku lagi, tolong kau pulangkan dia secara baik-baik karena kau memintanya secara baik-baik pula, dia tidak punya tempat untuk pulang. Cinta pertamanya telah membuat luka di dalam hatinya, sayap pelindungnya pun tidak bisa menjaganya kembali." ucap Naraya.
"Ibu, aku akan menjaga dia sebaik mungkin. Aku akan berusaha membahagiakannya, bertahanlah demi Zalea." ucap Edgar.
"Aku akan berusaha semampuku, jika aku sudah tidak kuat tolong katakan pada Lea kalau aku sangat menyayanginya, begitupun Nathan." ucap Naraya.
Edgar dan Zalea kini telah berdiri dihadapan Rio, dengan air mata yang ditahan sejak tadi, Rio memeluk anak dan menantunya menangis sesenggukkan.
"Selamat nak, kalian sudah sah menjadi suami istri. Untukmu Lea, kami adalah keluargamu jadi jangan pernah sungkan, Edgar jaga Zalea sebaik mungkin. Jangan ulangi kesalahan daddy yang dulu, pertahankan keluargamu meskipun banyak cobaan dan godaan yang menerpamu. Saling tautkan tangan kalian untuk berpegangan, jika suatu saat kalian tengah menghadapi sebuah masalah, tolong kalian selesaikan dengan baik-baik. Jangan pernah melangkahkan kaki keluar rumah sebelum masalah kalian selesai, cobaan dan pengaruh dari luar bisa memperburuk masalah yang tengah kalian hadapi, kalian pasti akan mengerti suatu saat nanti." pesan Rio.
"Terimakasih daddy, kami akan selalu mengingat pesanmu." Ucap Zalea.
"Satu lagi, berikan daddy cucu yang banyak ya." celetuk Rio.
"Daddy, aku gatau buatnya gimana," bisik Edgar.
__ADS_1
"Jangan malu-maluin daddy lah Ed, nanti juga kamu bakalan bisa asal ikuti aja naluri laki-lakimu." bisik Rio.
"Oke, daddy Edgar usahakan." ucap Edgar.