Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Tepos


__ADS_3

Zalea tak hentinya menghajar Alina yang terus memberikan perlawanan, kali ini Alina sudah sangat egois. Farhan ternyata melihat Zalea yang tengah menghajar Alina di tempat umum, dia yang tadi melihat Zalea turun dari dalam mobil mewah bersama Halimah.


"Lea." panggil Farhan menghampiri Zalea.


Zalea menatap Farhan sekilas, dia kembali menatap Alina yang sudah babak belur dibuatnya.


"Ada apa?" tanya Zalea dingin.


"E-eh, hentikan k-kau bisa mem-membunuhnya." ucap Farhan dengan hati-hati.


Farhan melihat kondisi Alina yang tak baik-baik saja, para pengunjung restoran tak ada yang berani menolong Alina ataupun memisahkan mereka, karena tanpa Zalea sadari ada beberapa bodyguard yang sudah Edgar tugaskan untuk memantau pergerakan istrinya. Melihat Zalea yang tengah bertarung melawan Alina, bodyguard langsung menghubungi Edgar, ternyata Edgar menyuruh bodyguard untuk membiarkannya.


"Nona, sudahlah. Lebih baik kita pergi, jangan pernah mengotori tanganmu untuk orang yang tidak penting." ucap Halimah.


"Kali ini gue masih mengampuni loe! Kalau loe berani ngusik kehidupan gue, maka jangan harap mata loe bisa lihat dunia ini dengan terang. Kalau loe sopan gue segan, kalau loe baik gue bakalan asyik, kalau loe macem-macem jangan salahkan gue kalau gue barbar." tekan Zalea.


Alina tak menyahuti ucapan Zalea karena kondisinya begitu memprihatinkan, mulutnya sedikit robek serta mengeluarkan darah karena Zalea kembali menamparnya. Bukan tanpa alasan Zalea melakukannya, sejak masih duduk dibangku sekolah mereka memang berteman dekat, tetapi ambisi Alina untuk merebut Zafier dari Zalea membuatnya berubah menjadi wanita jahat. Alina memfitnah Zalea berselingkuh, menuduhnya mencuri dikelasnya sendiri sampai di skors, dan yang paling menyakitkan dikala asam lambung Zalea kumat dengan teganya Alina menuduh Zalea hamil karena mual-mual. Untuk menceritakan bagaimana jahatnya Alina sangatlah banyak, beruntung teman Zalea yang lain tidak terpengaruh oleh fitnah buatan Alina yang dengan begitu kejamnya.


"Ayo kita pulang, nafsu makanku langsung hilang melihat wajahnya." ucap Zalea menarik tangan Halimah.


Zalea pergi begitu saja meninggalkan Alina yang terkapar, Farhan ingin mengejar Zalea. Tali, hati nuraninya ingin membantu Alina untuk dibawa ke rumah sakit.


"Kau salah memilih lawan, jangankan kau yang hanya seorang wanita, bahkan para lelaki saja takut dengan kemarahan Zalea." gumam Farhan.


Farhan meminta bantuan orang lain untuk membawa Alina keluar dari dalam mall, dia juga meminta bantuan karyawan restoran untuk menghubungi ambulance. semampainya diluar mall, Farhan menunggu kedatangan ambulance yang sudah dihubungi sebelumnya. Gak lama menunggu, ambulance datang kemudian Farhan membantu memasujkan Alina ke dalamnya.


.


.


Di sepanjang perjalanan wajah Zalea beeubah dingin, Halimah merinding melihat wajah Zalea yang menurutnya tidak jauh beda saat melihat wajah Edgar ketika marah, keduanya sama-sama menyeramkan.


"Nona, kita pulang ke mansion atau ke kantor?" tanya Halimah.


"Kantor." jawab Zalea singkat.


"Baiklah, pak tolong antarkan kita ke kantor." ucap Halimah.

__ADS_1


"Baik." sahut supir.


*


*


Di kantor.


Setelah menyelesaikan meetingnya dengan tuan Zico, Edgar kembali ke ruangannya bersama Leo. Tak lama kemudian ada seseorang mengetuk pintu dari arah luar, Leo yang baru saja duduk kembali bangkit, dia berjalan menuju pintu yang diketuk dari luar.


Ceklek.


Wajah Leo terbelalak melihat siapa yang datang, tanpa basa-basi orang yang mengetuk pintu tadi pun nyelonong masuk kedalam ruangan Edgar.


"Edi." panggilnya dengan manja.


Esgar yang tengah fokus mengerjakan berkasnya pun mengangkat kepanaya melihat siapa yang datang, seketika wajahnya berubah menjadi dingin dan juga datar.


"Mau apa kau kesini?" tanya Edgar dingin.


"Pergi. Aku tidak mau istriku salah paham padaku, lebih baik kau menyingkir dari hadapanku sekarang juga!" usir Edgar.


"Edgar come on! Aku tahu kau sangat mencintaiku, tidak mungkin kau menikah jika bukan dengan ku." ucapnya dengan percaya dirinya.


"Leo, usir Elina dari ruanganku sekarang juga!" titah Edgar dengan ekspresi dingin dan juga kesalnya.


Leo menuruti perintah Edgar, dia menarik tangan Elina dengan kasar agar bangkit dari duduknya. Elina memberontak dan berhasil melelaskan tangannya dari cekalan Leo, dia buru-buru memeluk tubuh Edgar yang tengah duduk di kursinya dari belakang.


Ceklek.


Zalea masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, begitu terkejutnya ia disuguhi pemandangan yang membuat risih matanya. Belum juga amarahmya mereda karena Alina, kini ia harus melihat suaminya digatali oleh perempuan lain.


"Lepaskan suamiku!" tegas Zalea.


"Sayang, tolong lepaskan aku dari siluman bekicot ini." rengek Edgar.


"Oh, jadi dia istrimu. Cih, penampilannya kampungan sekali dan tidak ada anggunnya sama sekali, bahkan aku jauh lebih baik darinya Edi." ucap Elina menatap tak suka pada Zalea.

__ADS_1


"Eda, Edi, woy suami gue itu Edgar. Jangan sembarangan merubah nama orang, loe pikir dia Edi temennya pororo apa?!" kesal Zalea.


"Terserah aku dong, orang itu panggilan sayang aku sama Edgar, iya kan Edi ku sayang." ucap Elina sambil mengendus leher Edgar.


Bukannya Edgar panas dingin ataupun terangsang, dia malah takut dibuatnya. Tatapannya menatap lekat kearah istrinya, dia mengisyaratkan tatapan permohonannya karena pelukan Elina begitu erat padanya. Zalea yang melihat suaminya di nodai pun tak terima, dia menjatuhkan belanjaannya begitu saja kelantai, rasa cemburu kini mendominasi Zalea.


Pletak..


Zalea berjalan kearah suaminya, tanpa basa-basi lagi Zalea menjitak kening mulus Elina sampai terlihat warna kemerahan disana. Elina mengusap keningnya yang terasa ngilu, melihat kesempatan itu Zalea menarik tangan Elina sampai tersungkur kebawah.


"Kalau mau gatel ke club aja sana, banyak gadun yang mau kayaknya sama cewek modelan kek tante girang gini." ucap Zalea.


Zalea duduk dipangkuan Edgar untuk pertama kalinya, dia memeluk leher Edgar dengan posesif seakan tak ingin Ada orang lain yang menodai suaminya lagi.


"Loe itu masih bocah ingusan! Masih cantikan gue, Edi gak mungkin suka sama cewek modelan preman pasar kek gini." sewot Elina tak terima.


"Kagak peduli gue," ucap Zalea santai.


Elina bangkit dari duduknya, dia menarik tubuh Zalea untuk turun dari atas pangkuan Edgar. Tak terima ditarik-tarik oleh Elina, Zalea pun turun meberikan pelajaran yang sangat berharga untuk Elina.


"Sampai kapanpun Edi itu milikku, MILIKKU!" tekan Elina.


"Dih siapa loe! Dateng-dateng deketin laki orang, kalau emang mau sama suami gue ya bilang sama istri sahnya secara baik-baik, itu namanya pelakor sejati." ucap Zalea.


"Iiihh, gedeg banget liat muka loe." uhcap Elina menghentak-hentakkan kakinya.


"Apalagi gue, rasanya bogeman gue pengen joget diwajah loe tau gak!" timpal Zalea.


Karena semakin kesal melihat keberanian Zalea, Elina menarik rambut Zalea karena memang tinggi badannya diatas tubuh Zalea jadi memudahkannya meraih rambut Zalea. Zalea mendorong tubuh Elina agar menjauh darinya, dikarenakan Elina tetap kekeh menjambak rambut Zalea akhirnya Zalea m*****s bukit kembar Elina sampai dia berteriak.


"AARRGGHH." teriak Elina.


Edgar, Leo dan Halimah hanya menonton aksi keduanya tampa ingin menjadi penengah, Halimah sudah memberikan isyarat pada Edgar dan Leo agar diam di tempatnya karena saat ini emosi Zalea tangah menggebu-gebu.


"Iddiihh, kecil banget. Gedean juga punya gue, mana mau suami gue sama cewek tepos depan belakang kayak loe." ejek Zalea.


Edgar menggelengkan kepalanya melihat kelakuan barbar istrinya, ternyata ucapannya dulu di dengar oleh Tuhan kala ia beucap ingin memiliki istri yang modelannya seperti Adel.

__ADS_1


__ADS_2