Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Pulang ke rumah


__ADS_3

Edgar dan Zalea pun datang, mereka ikut bergabung dengan yang lainnya, Edgar mengerutkan keningnya melihat Rasya di pelukan Indah.


"Kenapa tuh si Rasya?" tanya Edgar.


"Kepo lu," sahut Adel.


"Issh, serius nanya ini." kesal Edgar.


Indah menjelaskan kenapa Rasya murung, Edgar pun mengangguk-anggukan kepalanya paham dengan apa yang terjadi pada Rasya.


"Sabar Sya, gue doain loe dapet jodoh yang terbaik deh." ucap Edgar.


"Makasih Ed." ucap Rasya.


"Loe santai aja, si Leo juga masih jomblo aman-aman aja." ucap Edgar.


"Aman bagaimana wahai baginda raja, gue jomblo juga karena sibuk kerja, mana sempat cari wanita." ucap Leo membela dirinya.


"Sstt, udah kita pulang aja. Kalau kelamaan ngobrol, kapan pulangnya." ucap Indah.


"Oh iya, dad. Aku akan menginap di rumah ibu bersama Zalea, jarak ke perusahaan juga lumayan dekat." ucap Edgar.

__ADS_1


"Baiklah nak, terserah kau saja. Diamana pun kau tinggal yang pastinya harus jaga kesehatan, jaga keluarga barumu seperti kau menjaga keluargamu sendiri." pesan Rio.


"Iya dad, kalau ada apa-apa tolong hubungi aku." ucap Edgar.


Rio paham mengapa Edgar memutuskan untuk menginap di rumah Naraya, dia ingin Zalea menghabiskan waktunya bersama ibunya. Naraya menatap Edgar dengan lekat, Edgar hanya mengulas senyumnya pada Naraya seakan ia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Naraya.


'Ya Tuhan, menantuku sangat baik sekali' batin Naraya.


Indah dan yang lainnya pun bergegas untuk pulang, terkecuali Adel dan Albert, mereka sengaja tidak ikut pulang karena Adel harus menemui Luna yang masih tertidur dikamarnya akibat mabuk semalam.


.


.


"Ibu." panggil Zalea dari depan.


."Ibu, kakak manggil ibu." ucap Nathan menggoyangkan tubuh Naraya.


"E-eh, ada apa dek?" tanya Naraya tersentak.


Naraya langsung tersadar dari lamunannya begitu Nathan menggoyangkan tubuhnya, Zalea menatap ibunya dengan lekat seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh ibunya.

__ADS_1


"Ibu kenapa melamun?" tanya Zalea.


"Ah tidak, siapa yang melamun?" kilah Naraya.


"Jangan bohong bu, ibu nyembunyiin sesuatu dari Lea?" tanya Zalea.


"Enggak kok, ibu cuman kecapean aja. Semalam ibu juga lupa minum obat dari dokter jadinya agak kurang enak badan." alasan Naraya.


"Lain kali jangan lupa minum obatnya ya bu, Lea gak mau liat ibu sakit." ucap Zalea.


"Iya nak." sahut Naraya tersenyum.


Edgar fokus menyetir mobilnya, dia ingung harus apa karena ada rasa bersalah dalam dirinya karena menyembunyikan kebenaran mengenai penyakit Naraya.


20 menit kemudian.


Mobil yang di kendarai oleh Edgar sudah sapai di rumah Naraya, dia memarkirkan mobilnya kemudian membukakan pinymtu belakang untuk ibu mertuanya. Kepala Naraya tiba-tiba merasakan pusing yang luar biasa, Edgar menyadari ada sesuatu yang tengah dirasakan oleh Naraya, dia langsung menuntun Naraya keluar dari dalam mobilnya, tetapi tubuh Naraya seketika limbung dan terjatuh.


Glubraakk.


"IBU." teriak Zalea dan Nathan bersamaan.

__ADS_1


Edgar langsung menggendong tubuh Naraya masuk kedalam rumah, Zalea dan Nathan mengekor di belakang Edgar. Begitu sampai di kamar, Edgar langsung membaringkan tubuh Naraya diatas kasur, dengan gerakan cepat Edgar menghubungi Burhan selaku dokter yang menangani Naraya.


__ADS_2