Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Rasya jatuh cinta


__ADS_3

Rasya terus membayangkan wajah Halimah, wanita cantik yang baru saja di temuinya di ruangan Leo, rasanya dia langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Edgar dan Leo tetap pada posisinya yaitu beringsut di pojokan, Rasya mengalihkan pandangannya kepada kedua temannya yang menatap heran padanya.


"Ngapain mojok berduaan disana?" tanya Rasya.


"Leo, cek dulu deh kepalanya." ucap Edgar mendorong tubuh Leo.


"Gak mau ah, takutnya dia gigit atau enggak, dia nanti tantrum." tolak Leo.


"Wooy! Loe berdua kenapa sih?" teriak Rasya.


Tubuh Leo dan Egdar langsung menegang, mereka benar-benar yakin kalau Rasya kini sudah gila. Mereka semakin tak ingin mendekat kearah Rasya, karena bingung melihat tingkah aneh kedua pria dihadapannya, Rasya langsung berdiri kemudian menubruk tubuh keduanya.


"Woyy, lepasin woy!" ucap Edgar mendorong tubuh Rasya.


"Gak akan! sebelum kalian bilang, apa yang sedang kalian pikirkan tentangku." tolak Rasya.


"Boss, kayaknya Rasya beneran gila deh." ucap Leo.


Rasya langsung memiting leher Leo, dia menariknya sampai kebawah lantai, ucapan Leo mampu membuat darah Rasya terbakar karena menyebutnya gila.


"Leo ayo lawan, go Leo, go Leo, GO!" ucap Edgar heboh.


"Sembarangan loe bilang gue gila, rasain nih." ucap Rasya berguling-guling bersama Leo.


"Wahahaha, seru ini guys." ucap Edgar tertawa.


Leo berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Rasya, keduanya berguling-guling dibawah lantai saling melawan satu sama lain. Penampilan keduanya sudah acak-acakan, Edgar hanya berdiri dan menyoraki keduanya layaknya anak kecil yang tengah bermain gulat. Pintu ruangan Edgar sedikit terbuka, Halimah membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh Edgar, dia mengetuk pintu namun Tidak ada jawaban sama sekali. Terdengar suara keributan dari dalam, dengan ragu Halimah masuk kedalam ruangan Edgar saat itu juga.


"Astagfirullah!" pekik Halimah terkejut.


Mendengar suara Halimah yang cukup keras, Leo dan Rasya langsung menghentikan aksinya. Rasya cukup terkejut karena wanita pujaannya tengah berdiri menatap kearahnya dengan mulut yang di tutup oleh salah satu tangannya, Edgar langsung mengunci mulutnya karena sisi lainnya dilihat oleh orang lain. Leo dan Rasya langsung bangkit dan merapikan pakaiannya, begitupun Edgar yang langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar.


"Ada apa Maimunah?" tanya Edgar datar.

__ADS_1


"Maaf tuan, nama saya Halimah, bukan Maimunah." ucap Halimah.


"O-oh, iya. Maksudku Halimah." ucap Edgar terbata.


Sungguh malu rasanya salah menyebut nama sekertaris barunya dihadapan Leo dan Rasya, sedangkan Rasya dan Leo sendiri menahan tawanya yang seakan ingin pecah saat itu juga.


"Saya mau mengantarkan berkas yang harus ditandatangani, saya juga membawa berkas yang sudah saya tinjau sebelum tuan pergi dari kantor." ucap Halimah.


"Baik, letakkan berkasnya di meja kerjaku." ucap Edgar.


Halimah menuruti ucapan Edgar, dia meletakkan berkasnya diatas meja kerjanya. Edgar bangkit dari duduknya, dia merapikan jasnya kemudian berjalan menuju singgasananya, dia langsung meraih berkas yang di letakkan oleh Halimah kemudian menandatanganinya.


"Terimakasih tuan, kalau begitu saya permisi." ucap Halimah.


Halimah keluar dari ruangan Edgar setelah urusannya selesai, ketiganya memastikan Halimah benar-benar keluar. Setelah Halimah pergi, Leo langsung saja mengunci ruangan Edgar lalu tertawa dengan keras.


"HAHHAHAA.. Maimunah..." ucap Leo tertawa terbahak-bahak.


"Iti Sarimin guobllookkss.." kesal Edgar melemparkan balpoint kearah Rasya.


Tawa Leo dan Rasya semakin pecah, mereka sampai memegangi perutnya yang keram karena tedus tertawa. Edgar lebih memilih kembali mengerjakan pekerjaannya tanpa memperdulikan dua manusia ubur-ubur, Leo mengelap sudut matanya yang mengeluarkan air mata, dia mengatur nafasnya agar bisa menghirup oksigen dengan baik dan benar.


"Njir keram perut gue." keluh Leo.


"Sama, gue juga." ucap Rasya.


"Loe kesini mau ngapain sih sebenernya? Terus tadi senyum-senyum sendiri ngapain?" tanya Leo.


"Iya sebenernya udah lama aja gak ngumpul, kalau ke apartemen kan si Edgar udah nikah jadi gak disana lagi, sekalian ngurusin proyek kerjasama kita yang di malang. Kalau tadi gue senyum-senyum sendiri tuh bukan gila ege, tapi gue lagi jatuh cinta." jawab Rasya.


"Jatuh cinta sama siape loe? Udah nemu cewek sekarang?" tanya Edgar.


"Ada, barusan ceweknya habis dari sini." jawab Rasya salah tingkah.

__ADS_1


"Ihh, iihh, geli banget ekspresinya kayak tulang lunak." cibir Leo.


"Halimah maksud loe?" tanya Edgar lagi.


"Iya, dia tipe gue banget coy. Kayaknya gue mau deketin ah, siapa tahu jodoh." ucap Rasya.


"Gak semudah itu bro, Halimah bukan cewek sembarangan. Udah banyak laki-laki yang deketin dia, bahkan gak sedikit yang mau ngelamar dia dan ngajakin nikah, tapi dia punya trauma tersendiri perihal Cinta." jelas Leo.


"Maksudnya?" tanya Rasya.


"Gue kasih tahu garis besarnya aja ya, dia itu dulunya gak berhijab. Dia emang anak yang berprestasi, tapi sayangnya orangtuanya maksa jodohin dia sama cowok yang bisa dibilang cukup tajir, suatu hari Halimah diajak jalan sama cowoknya ehh gataunya dia di bawa ke hotel buat di blaem-blaem secara paksa sampai bajunya koyak, untungnya dia ada yang nolongin waktu itu. Pas dia ngasih tau ke orangtuanya dia malah di maki, intinya ortunya ngebela tuh cowok brengsek ketimbang Halimah, jadi Halimah sendiri memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal di panti asuhan." jelas Leo.


"Anj*** tuh cowok, kalau tahu siapa orangnya gue bogem juga tuh. Eh tapi, pas cerita hampir di blaem-blaem kok kayak tahu deh." ucap Rasya kesal.


"Gak hanya sampai disitu bro, beberapa kali Halimah hampir ketangkep sama cowok yang pernah mau ngelecehin dia seakan penasaran sama Halimah sebelum kemauannya tercapai." tambah Leo.


"Gak bisa di biarin ini, calon bini gue harus diawasi jangan sampai ada yang berani nyentuh dia sedikitpun." ucap Rasya.


"Uhhuuuyy, calon suami nih bos senggol dong." sorak Edgar.


Edgar dan Leo terkekeh, sedangkan Rasya memalingkan wajahnya yang memerah karena malu. Jujur saja, Rasya sangat ingin memiliki Halimah walaupun dia baru saja bertemu dengannya, dari sekian banyaknya wanita yang mendekatinya bahkan terang-terangan mengatakan cinta padanya, hanya sosok Halimah saja lah yang membuat jantungnya berdebar.


"Tenang, kita bantuin kok." ucap Leo.


"Kita? Loe aja kali, gue juga lagi berusaha buat menautkan hati sama istri gue." ucap Edgar.


"Dasar loe Ed, gak priketemenan." kesal Rasya.


"Yeee.. Bukan gitu ege, gue bantuinnya ya sebisanya aja, soalnya gue juga lagi sibuk ngurusin kehidupan gue. Kalau si Leo kan gak ada kesibukan, cari cewek aja dia mah gak dapet-dapet." kilah Edgar.


"Bukannya gak dapet, ada sih ada. Cuman maunya duit doang, cari cewek tulus diantara ribuan cewek modus tuh susah." ucap Leo membela dirinya.


"Lagak loe Lele." ejek Rasya.

__ADS_1


__ADS_2