Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Menyerang


__ADS_3

Di sisi lain.


Gavin dan Adrian tengah berkumpul bersama anak buahnya di sebuah basecamp, dia tengah menyusun sebuah rencana untuk melakukan penyerangan dan pengambil alihan secara paksa harta Giomani.


"Apa yang akan kita lakukan untuk menyerangnya? Bahkan menyabotase data perusahaan itu sangatlah mustahil, banyak orang cerdas yang berdiri di belakangnya." tanya Gavin.


"Tidak ada cara lain, kita harus menyerangnya dan mengancamnya untuk memberikan semua aset miliknya, disana juga ada sebagian hak mu Gavin. Bertahun-tahun adikku menderita, bahkan disaat ia melahirkanmu saja tidak ada Baskara yang datang menjengukmu ataupun membayar biaya persalinan ibumu." jelas Adrian.


"Brengsek! Bahkan, jika dia masih hidup di dunia ini pun aku pasti akan melenyapkannya. Setiap tetes air mata mommy, akan mereka bayar dengan tuntas." geram Gavin.


"Kita harus bergerak cepat!" desak Adrian.


BRAAKKK..


Seseorang mendobrak pintu dengan keras, dia tersenyum menyeringai menatap kearah Gaavin dan juga Adrian. Melihat siapa yang datang, Gavin langsung bangkit dari duduknya dengan tangannya yang terkepal.


"Sungguh terlambat, sangatlah terlambat untuk bergerak. Tidak udah repot-repot mendatangaiku, Aku sudah ada dihadapanmu GAVIN." ucap Edgar menekan kata terakhinya.


"Brengsek! ternyata nyalimu cukup berani Edgar, aku tidak perlu membuang waktuku untuk menghabisimu dan keluargamu, karena kau sudah mengantarkan nyaeamu sendiri." ucap Gavin datar.


Prookkk..Prokk...


"Apa aku tidak salah dengar? Mengantarkan nyawaku? Cih, tidakkah itu terbalik tuan OM GAVIN DAN KAKEK ADRIAN." ucap Edgar tersenyum miring.


"Serahkan semua harta Giomani, kalau tidak. Maka kau akan menanggung akibatnya! Bukankah saat ini istrimu juga sedang sekarat? Itu belum seberapa, karena aku sudah menyebarkan anak buahku untuk mencelakai orang yang kau sayangi." ucap Adrian dengan wajah penuh ambisi.

__ADS_1


"Apakah anak haram berhak mendapatkan harta warisan? Upppss, sepertinya tidak. ibumu saja yang terlalu terobsesi dengan pria tua itu, sudah tahu dia itu cassanova, masih saja di layani. Sekarang yang rugi siapa? bahkan mengakuimu sebagai anaknya saja tua bangka itu enggan." ucap Edgar dengan nada mengejek.


"Jangan kau hina ibuku!" geram Gavin.


Emosi Gavin langsung naik pitam, dia mengambil senjata tajam disampingbtempat duduknya. Dia langsung berjalan mendekat kearah Edgar, namun langkahnya langsung terhenti begitu Leo memutar video dimana ibunya tengah ditahan.


Dimana aku?


Lepaskan aku, hei tolong. Siapapun, tolong aku.


Gavin, dimana kamu nak? Tolong mommy.


Terdengar suara teriakan ibunya meminta tolong, di dalam video tersebut ibunya tengah di ikat diatas kursi dengan mata yang tertutup.


"Kau hampir mencelakai adik iparku, maka jangan salah jika kakaknya sendiri yang akan mencelakai ibumu akibat kecerobohanmu itu." ucap Edgar.


Flashback


Saat Edgar tengah membawa Zalea ke rumah sakit, Leo sudah mendapatkan informasi mengenai siapa yang sudah menyuruh para penjahat yang menghalangi mobil yang di tumpangi oleh Rio dan yang lainnya untuk mengantar Cindy. Leo langsung memberikan kabar pada Albert, begitu Albert mendapatkan apa yang tengah terjadi pada adiknya, dia segera meminta Raden selaku asisten pribadinya mencari informasi tentang Gavin.


Tak butuh waktu lama, berkat kecerdasan Raden dan juga sebagian informasi tentang Gavin dari Leo yang sudah mengorek sejak lama membuat semuanya jadi mudah, apa yang diinginkan oleh Albert langsung ia dapatkan. Albert memanggil bodyguardnya dan juga salah satu pelayan untuk ikut bersama Raden, dia sengaja tidak turun tangan langsung agar ibu dan juga istrinya tidak curiga.


Saat itu, Raden pergi bersama bodyguard dan juga salah satu pelayan. Diam-diam Raden menyusup kedalam rumah Gavin yang memang tidak terlalu besar, tetapi lumayan mewah. Raden sudah mengetahui bahwa Jessica sudah berencana ingin pergi ke pusat perbelanjaan, dia sudah meretas cctv yang ada di dalam rumah tersebut yang dapat memudahkan semua rencananya. Bodyguard yang dibawa oleh Raden menarik supir ke belakang rumah, dia membuatnya tidak sadarkan diri dengan cara membiusnya, ia pun mengganti pakaiannya dengan pakaian sang supir kemudian masuk kedalam mobil. Pelayan jessica keluar terlebih dahulu, begitu ia menunggu kedatangan Jessica dia di seret ke belakang dengan mulut yang ditutupi tangan oleh Raden. Raden mengikat tubuh pelayan dan juga supir di sebuah gudang yang tak jauh dari belakang rumah, ia juga menutup mulut keduanya menggunakan lakban.


Jessica tidak menaruh curiga apapun pada supir maupun pelayan, pikirannya tengah melayang entah kemana. Bahkan pandangannya pun kosong, maka dari itu ia selalu di dampingi oleh pelayan kemana pun ia pergi. Begitu Jessica masuk kedalam mobil, perjalanan pun dimulai maka saat itu juga pelayan dan bodyguard menjalankan misinya. Pelayan membius Jessica sampai tak sadarkan diri, mereka membawa Jessica ke sebuah tempat yang tidak dapat di ketahui oleh Gavin.

__ADS_1


Flashback off


Gavin seketika terdiam mendengar ucapan Edgar, dia mengeratkan tangannya pada senjata tajam yang tengah ia pegang, matanya menatap nyalang pada Edgar seakan ingin menelannya hidup-hidup. Raut wajah Edgar langsung berubah tak kalah seramnya, Gavin menyerang Edgar dengan menghajarnya dan juga mengayunkan senjata tajamnya.


Bugh..Bughh..Bugh..


"Kau pikir akan menang melawanku, hemm? Setelah kau membuat istriku kritis?! Jangan harap!" tekan Edgar.


Anak buah Gavin pun ikut menyerang anak buah yang sudah Leo bawa, sedangkan Adrian hendak kabur dari medan perang, tapi Leo tidak akan membiarkannya lari begitu saja setelah semua yang dilakukan oleh keduanya.


Edgar dan Gavin sama kuatnya, tetapi Edgar seakan tak kenal lelah menghajar Gavin. Tubuh Gavin sudah mulai kelelahan, tetapi dia masih bersikukuh ingin membunuh Edgar.


Bughhh, sreetttt. ..


Edgar memukul perut Gavin menggunakan kakinya, kemudian dia memiting leher Gavin menggunakan tangannya.


"Jika kau berfikir aku dan ayahku yang menikmati harta kekek tua itu, kau salah besar. Bahkan harta yang dia miliki hanya seujung kuku saja, akulah yang telah membangkitkan perusahaan sampai sesukses sekarang, aku sampai kehilangan ibu dan juga nenekku karena ayahmu yang brengsek itu! Jangan pernah berfikir aku akan menyerahkan hasil jerih payahku dengan percuma, karena sampai kapanpun aku akan mempertahankannya." ucap Edgar dengan penuh penekanan.


Edgar melepaskan tangannya, dia mendorong tubuh Gavin sampai terjerembab ke bawah. Adrian terus melawan Leo dengan kemampuannya, bahkan Leo tak memegang senjata apapun di tangannya alias melawan dengan tangan kosong. Wajah Adrian sudah babak belur, tetapi kondisi Leo malah sebaliknya.


"Cih, ambisimu saja yang besar, tapi kekuatanmu hanya segitu! dasar payah!." ejek Leo menyeringai.


Dorr..Dorr...


Tanpa disangka Adrian mendongkan senjata api kearah Leo, beruntung Rasya menyadari pergerakan Adrian yang dengan segera ia mendorong tubuh Leo sampai keduanya terjatuh tampa terkena tembakan.

__ADS_1


__ADS_2