Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Berkelahi


__ADS_3

Jantung Halimah seakan berhenti berdetak, lidahnya terasa kelu serta menahan perih di matanya. Kenyataan pahit apalagi yang harus ia dengar, rasa bersalah menyeruak kedalam relung hatinya. Rasya tahu saat ini Halimah tengah syok, dia memegang tangan Halimah dan berusaha memberikan kekuatan padanya.


"Saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku meminta Difa dan oranf kepercayaanku menyelidiki semua yang berkaitan tentangmu. Saat itu adikmu di mintai keterangan oleh Difa, dia meminta uang sebagai bayarannya jika mau memberitahukan apa yang tengah Difa cari, akhirnya Difa memberikannya uang dengan jumlah yang cukup besar. Melihat gelagat Nisa yang aneh membuat Difa penasaran, dia juga menyelidiki dan diam-diam mengikuti kemana Nisa pergi, bahkan ia di buat terkejut melihat Nisa pergi bersama seorang pria kedalam sebuah hotel. Baru beberapa hari terakhir, Difa memberikan laporan bahwa Nisa tengah mengandung dan usia kandungannya kini tengah menginjak tiga minggu, pria yang menghamilinya kabur membawa sisa uang yang pernah di berikan Difa. Saat ini, Nisa tengah berada di sebuah apartemen milikku yang tak jauh dari sini, dia stress dan sering melamun karena orangtuamu yang mengetahui kehamilan adikmu dengan tanpa rasa kasihan mengusirnya dari rumah, bahkan warga pun berbondong-bondong menyuruh Nisa pergi dari kediaman kalian." jelas Rasya.


"Ya Allah, Nisa.." Lirih Halimah.


Tangis Halimah pecah saat itu juga, dia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan adiknya saat ini. Halimah juga merasa bersalah karena telah pergi dari rumah, bahkan tak pernah sekalipun ia mengunjungi kediaman orangtuanya karena kekecewaannya yang begitu dalam pada ayah dan ibunya. Karena harta semua orang bisa menjadi gelap mata, pada dasarnya harta tidak bisa dibawa mati ataupun jaminan amal di akhirat nanti.


"Aku ingin bertemu Nisa kak, hiks." pinta Halimah.


"Tenangkan dirimu terlebih dahulu sayang, kita akan pergi kesana meluhat keadaan Nisa. Tapi, sebelum itu aku ingin mengajakmu makan terlebih dahulu, akhir-akhir ini kau tidak memperhatikan makanmu." ucap Rasya.

__ADS_1


Halimah pun mengelap air matanya. Dia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Tubuh Halimah tampak kurus tidak sepertu sebelumnya, dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dan juga lebih sering melamun. Dirasa sudah tenang, Rasya bangkit dari duduknya mengajak Halimah keluar dari dalam ruangannya. Mereka berdua berjalan menuju lantai dasar perusahaan, di sepanjang perjalanan para karyawan berbisik-bisik melihat kedekatan Halimah dan Rasya.


"Siapapun yang bisik-bisik di jam kerja, sepulang kerja menghadap Difa." Ucap Rasya dengan dingin dan tegas.


Para karyawan pun langsung terdiam, tubuh mereka seketika membeku mendengar ucapan Rasya. Rasya kembali melanjutkan langkah kakinya, dia menggandeng tangan Halimah tanpa menghiraukan orang lain.


20 menit kemudian.


Sreett..


Seseorang tersebut melepaskan tautan tangan Rasya dan Halimah dengan paksa, dia mendorong tubuh Halimah sehingga terhuyung, tapi langsung di tangkap oleh Rasya.

__ADS_1


"Apa-apaan kau ini, hah?!" sentak Rasya.


"Kau ini milikku! Tidak akan ku biarkan orang lain menempati posisiku!" takan Rena.


Halimah sudah tahu siapa orang yang sudah mendorongnya, Rasya sudah menceritakan siapa Rena dan juga memberikan sebuah foto agar Halimah tau seperti apa wajah Rena. Tiba-tiba saja Halimah membalas Rena dengan mendorong tubuhnya sampai terjatuh, dia menatap tajam Rena yang sudah berani mendorongnya.


"Kurang ajar!" geram Rena.


"Siapapun yang akan mendampingi kak Rasya, itu adalah hak dia. Kau seharusnya sadar, kau adalah sejatinya seorang lelaki yang bersembunyi di balik wajah perempuan. Kak Rasya lelaki normal, bahkan sangat normal! Dia tidak mungkin menyukai sesama jenis, aku tetap akan mendampingi hidupnya sampai akhir hayat. Kau pikir aku akan taku padamu? Heh, jangan harap." tegas Halimah.


Rena berusaha berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Halimah, dia hendak melayangkan tangannya ingin menarik jilbab yang di kenakan oleh Halimah. Tapi, secepat kilat Halimah menepis tangan Rena, karena Halimah tau Rena seorang pria jadi dia menendang perut Halimah sampai jatuh kembali. Rasya hanya menatap takjub melihat calon istrinya tanpa rasa takut melawan Rena, Halimah dan Rena saling menyerang dan bisa terlihat beberapa luka di bagian wajah mulus Rena akibat serangan Halimah, sedangkan Halimah sendiri semua anggota tubuhnya tetap utuh tanpa ada luka sedikitpun.

__ADS_1


"Berani kau mengejar calon suamiku! Maka akan ku pastikan lehermu bengkok." tekan Halimah.


__ADS_2