
Tubuh Zalea serasa remuk redam karena bermain dengan waktu yang lama bersama Edgar, tetapi dia juga senang bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri. Perlahan Zalea berjalan ke kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya, Edgar masih betah menutup matanya di bawah selimut yang tebal.
"Ibu, sekarang Lea udah bukan gadis lagi. Semoga Lea bisa cepet-cepet kasih keturunan buat mas Edgar, walaupun dia dinyatakan impoten dan semuanya bisa dipatahkan dengan pembuktiannya benerapa hari lalu." gumam Zalea.
Zalea berharap Tuhan memberikan kepercayaan padanya untuk memiliki seorang bayi, dia bisa melihat begitu inginnya Edgar memiliki keturunan darinya, pasalnya Edgar juga ingin memiliki penerus untuk perusahaannya. Satria juga mendapat bagian dari perusahaan, tetapi ia juga memiliki bisnisnya sendiri yang ia rintis bersama Cindy setelah menikah.
Edgar melenguh sambil meraba sebelah kasurnya, ia tidak mendapati istrinya disana, terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi yang bisa dipastikan Zalea tengah membersihkan tubuhnya.
"Kenapa mandi gak ngajak sih, kan bisa olahraga tipis-tipis." gerutu Edgar.
Edgar mengubah poisisinya menjadi duduk, dia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, kemudian ia berjalan kearah kamar mandi hendak menyusul Zalea, tapi ternyata kamar mandinya terkunci.
"Iisshh, sial." kesal Edgar.
Tok..Tok..Tok..
"Sayang, buka pintunya."ucap Edgar sambil mengetuk- ngetuk pintunya.
Tidak ada jawaban dari dalam, Edgar mendengus kesal karena Zalea tak kunjung membuka kamar mandinya. Dia melipat kedua tangannya di depan dada sambil menyandarrkan tubuhnya disamping pintu kamar mandi, dia menunggu Zalea keluar dari kamar mandinya.
Tak lama kemudian.
Ceklek.
Zalea keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
EEKHHEEMM
Edgar berdehem dengan cukup keras sampai Zalea terlonjak kaget, Zalea memegangi dadanya yang berdegup kencang akibat keterkejutannya.
"Mas, bikin kaget aja." kesal Zalea.
"Bagus ya, mandi gak ngajak-ngajak." ucap Edgar dengan wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Kan kamu masih tidur mas, jadi aku mandi duluan. Lagian gak papa juga mandi sendirian, kalau berduaan terus yang ada mandinya butuh waktu berjamjam sampe gak bisa berdiri." ucap Zalea.
"Ya emang tujuanku begitu, pokonya aku sebel sama kamu." ucap Edgar kesal.
Brak.
Edgar masuk kedalam kamar mandi dengan membanting pintu cukup keras, Zalea menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang selalu di luar nurul. Dengan santainya Zalea mengganti pakaiannya dan juga menyisir rambutnya yang basah, tak sampai disitu. Zalea membereskan kekacauan yang ia dan Edgar buat, sambil menunggu sang suami selesai dengan ritual mandinya, Zalea memainkan ponselnya bertukar kabar dengan kedua sahabatnya yang sudah lama tidak bertemu dengannya semenjak menikah.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Edgar yang sudah selesai dengan ritual mandinya, wajahnya masih di tekuk karena tidak bisa berolahraga kembali bersama istrinya. Edgar semakin kesal melihat kearah istrinya yang tengah memainkan ponselnya sambil senyum-senyum sendiri, wajahnya berubah dingin bercampur marah. Zalea yang menyadari jika suaminya sudah selesai dengan mandinya segera menghampirinya, dia mengeluarkan baju ganti untuk Edgar yang belum sempat ia simpan kedalam lemari.
"Ini mas, kalau mas pake baju ini kaliatan banget gantengnya." ucap Zalea menyodorkan baju casual lengan pendek pada Edgar.
Edgar tak menghiraukan Zalea, dia mengambil baju lain dari dalam kopernya kemudian berjalan meninggalkan Zalea yang bingung melihat sikap suaminya.
"Ini bapak-bapak lagi puber ke 2 apa gimana? Kenapa moodnya gajelas gitu sih, nyeebelin banget sih. Awas aja ,gue diemin balik tau rasa!" gumam Zalea kesal.
Selesai memakai bajunya, Edgar duduk di sofa sambil mengotak-atik hp miliknya. Tak lama kemudian suara ketukan pintu terdengar dari arah luar, Edgar bangkit dari duduknya kemudian mengambil makanan yang di kirimkan oleh petugas hotel. Tanpa ada sepatah kata pun dari Edgar, dia menata makanannya dia tas meja.
Zalea pun diam tanpa menjawab ucapan Edgar, sungguh dia bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba dingin. Akhirnya, mereka makan dalam diam tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun.
2 jam kemudian.
'Isshhh, kenapa dia malah balik diemin gue sih' batin Edgar kesal.
Zalea sibuk memainkan ponselnya, setelahnya ia berjalan kearah kamar mandi mengganti pakaiannya. Tak lama kemudian Zalea keluar menggunakan celana hotpants dan juga t@ngt0p saja, ia sengaja melakukan itu semua karena ingin melihat seberapa lama Edgar akan terus mendiamkannya.
'Let's see' batin Zalea.
Edgar masih betah duduk di sofa sambil mengotak-atik hpnya, diam-diam ia menekan tombol kamera ingin melihat apa yang tengah dilakukan istrinya.
'Anjoy, godaan yang menggiurkan' batin Edgar.
__ADS_1
Zalea berpose dengan seksi diatas tempat tidurnya, dia tahu kalau Edgar tengah memperhatikannya, maka dari itu dia dengan sengaja menyemprotkan parfum yang di sukai Edgar. Semakin lama Edgar semakin dibuat frustasi, melihat Zalea yang begitu seksi membuat pergahanannya runtuh, ia berdiri dari duduknya kemudian berjalan mendekat kearah Zalea.
"Ada apa?" tanya Zalea mendongak menatap suaminya.
"Pengen n3n." rengek Edgar.
"Gak!" tegas Zalea.
"Pokoknya pengen n3n!" rengekan Edgar semakin menjadi.
"Tadi aja sok-sok'an ngediemin, sekarang kenapa kayak bocil?" ledek Zalea.
"Ya habisnya kesel sama kamu gak ngajak mandi bareng, pas mau nyusul malah di kunci." ucap Edgar dengan wajah cemberutnya.
"Ya di kunci lah, orang aku lagi pup." ucap Zalea.
"Terus tadi pegang hp kenapa senyum-senyum sendiri? Kamu lagi chat sama cowok yang lebih muda dari aku ya?" tanya Edgar.
"Isshh, ini nih yang membuat opini yang bisa menyakiti diri sendiri, emang pernah aku deket sama cowok lain selain keluarga dan asisten kamu? Kalau apa-apa itu tanya dulu dong mas, selama ini aku selalu jujur dan terbuka sama kamu, gak mungkin aku khianatin suami aku sendiri." kesal Zalea.
"Maaafin aku ya sayang." ucap Edgar memeluk tubuh Zalea.
Zalea mendengus kesal pada suaminya, bisa-bisanya dia di tuduh berselingkuh oleh Edgar. Tapi, dia bisa memaklumi kecemburuan Edgar karena itu salah satu bukti kalau Edgar takut kehilangan dirinya.
"Tau gini mending gak honeymoon." kesal Zalea.
"Kenapa sayang? Maafin aku ya. Aku akui kalau aku salah dan berlebihan sama kamu, asal kamu tahu ya. Aku gak mau kehilangan kamu, ditinggal koma selama satu minggu aja udah bikin aku kehilangan arah, aku mencintai kamu sayang." ucap Edgar.
"Kalau kamu mau aku maafin, kita keluar keliling sourl sambil cari kuliner, deal?" ucap Zalea memberikan penawaran.
"Tapi, satu ronde." ucap Edgar.
"Oke, tapi habis itu kita keliling soul ya." ucap Zalea.
__ADS_1
"Oke sayangku." ucap Edgar senang.
Edgar pun langsung melancarkan aksinya tanpa basa-basi lagi, keduanya tidak bisa marahan dalam jangka waktu yang lama, karena bagi Zalea jika Edgar marah maka hidupnya akan hampa tanpa kekonyolan yang suaminya lakukan. Begitupun dengan Edgar, dia tidak bisa melihat Zalea diam karena ia lebih suka Zalea yang banyak bicara.