Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Keluh kesah Leo


__ADS_3

Berbeda dengan Edgar dan keluarga yabg tengah diliputi kebahagiaanatas kehamilan Zalea, Leo justru tengah melamun didalam ruangannya. Selama beberapa minggu terakhir dia berusaha menyembuhkan hati Luna, dia ingin wanita yang ia incar keluar dari rasa takutnya dan mulai membuka hatinya agar ia bisa masuk walaupun celahnya hanya sedikit. Saat ia tengah berjuang justru Iren membuat usahanya tersendat, dia berusaha mendekati dirinya sampai Luna menjauh darinya.


"Aku tidak akan membiarkan semuanya menjadi sia-sia, selama bukan aku yang mengakuinya, Iren hanya mengaku-ngaku." gumam Leo.


Sejak Leo mengantarkan Luna ke cafe tempatnya bekerja, tak sengaja Iren melihat dirinya yang datang bersama Luna. Iren terus berusaha mendekati Leo bagaimanapun caranya, bahkan ia dapat melihat kalau Leo menaruh rasa pada Luna, tapi dengan tidak tau dirinya Iren menggunakan Luna sebagai jalan untuk bisa mendapatkan Leo. Saat ini Luna menjaga jarak dengan Leo, karena merasakan perubahan yang begitu drastis dari Luna yang semakin menjauh, Leo pun memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu kebenarannya.


"Aku tidak akan tinggal diam Iren, sejak dulu kau berusaha mendapatkanku dengan berbagai macam cara yang telah kau gunakan, aku tidak akan pernah lupa bagaimana penghinaanmu dan juga kedua orangtuamu sampai saat ini." ucap Leo mengepalkan tangannya. Menatap lurus kedepan dengan sorot mata yang tajam.


Dulu Leo adalah seorang anak yang pandai dan juga genius, berkat kepintarannya ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Leo, Edgar, Rasya, Albert dan Iren kuliah di satu kampus yang sama, Leo menaruh rasa suka pada Iren karena pada saat itu Iren adalah mahasiswi yang cantik dan banyak di incar para pria, dengan modal keberaniannya Leo mengungkapkan rasa sukanya pada Iren, tak disangka Iren menghinanya karena ia adalah seorang yang bisa dikatakan tidak jelas asal usulnya. Kedua orang tua Leo tidak tahu dimana berada, kabar Leo yang mengungkapkan rasa sukanya pada Iren pun sampai ke telinga orang tua Iren, mereka mendatangi kediaman Leo melontarkan hinaan, cacian bahkan tak segan-segan mereka menghajar wajah Leo. Itulah alasan dibalik sikap dingin dan juga sangarnya Leo, dia ingin merubah segalanya agar orang lain tak seenaknya menindas dirinya.


Saat Leo berumur 4 tahun, Rio menemukannya berada di pinggir jalan dengan baju yang sudah koyak serta penampilannya yang sangat memprihatinkan, ia membawa Leo ke kediaman Giomani. Ibu dari Rio menerima dengan tangan terbuka saat Rio membawa Leo ke rumahnya, Basakara pun tidak keberatan karena permintaan dari ibunda Rio dan juga Rio sendiri, sampai akhirnya Edgar dan Leo di besarkan bersama dan sekolah di tempat yang sama, seiring berjalannya waktu saat akan masuk ke perguruan tinggi Leo meminta untuk tinggal sendiri, dia tidak mau merepotkan keluarga Rio lagi karena ia cukup sadar diri. Beasiswa yang ia dapatkan juga hasil dari kerja kerasnya tanpa campur tangan Rio, selesai dengan kuliahnya ia menjadi seorang asisiten yang mendampingi Edgar selaku pewaris tunggal perusahaan saat itu.


Lamunan Leo buyar seketika saat Halimah mengetuk pintu ruangannya, dia menyuruh Halimah masuk. Saat Halimah masuk ia melihat beberapa berkas yang di bawa oleh sekertarisnya, ia menghela nafasnya panjang sebelum kembali bertempur di dunia nyata.

__ADS_1


"Tuan, kau sedang ada masalah?" tanya Halimah.


"Aku sedang banyak pikiran akhir-akhir ini, bahkan lentera yang sudah menyinari kegelapanku pun meredup." jawab Leo lesu.


"Jika tuan mau, kau boleh bercerita padaku, meskipun nantinya aku tidak bisa memberi solusi. Setidaknya bisa membuatmu tenang, aku hanya takut jika kau pendam sendirian membuatmu gila secara perlahan." ucap Halimah.


"Ck, kau kebanyakan gaul sama si Rasya, jadi ikutan geser otaknya." kesal Leo.


"Kenapa bawa tuan Rasya, gak ada hubungannya tuan Leo yang terhormat." ucap Halimah.


"Aku tau." sahut Halimah.


"Kau tahu, selama ini aku deketin Luna tapi Iren yang terus halangin aku sampe sekarang Luna menjaga jarak dariku, aku juga gak tahu Luna ada rasa gak sama aku seperti apa yang aku rasakan selama kenal dengannya." jelas Leo.

__ADS_1


"Pastiin dulu perasaan Luna nya, urusan penghalang nanti di urusnya kalau emang kalian saling mencintai dan berusaha mempertahankan. Semua bisa di bicarakan dengan baik-baik, aku juga pernah bertemu dengan Luna saat tuan Rasya dan tuan Leo mengajakku makan bersama di restoran seafood, aku bisa melihat dari sorot matanya kalau dia tengah memperhatikan setiap yang tengah tuan lakukan, aku rasa kalian itu saling mencintai." jelas Halimah.


"Apa kau yakin? Aku takut Luna menolakku, apalagi setiap kali aku berusaha menemuinya dia langsung pergi begitu melihat aku datang, rasanya aku lelah dengan kata cinta yang membuatku pusing melebihi berurusan dengan berkas-berkas yang terus menumpuk." ucap Leo dengan lesu.


"Tuan Leo yang terhormat, setiap cinta memiliki ujiannya masing-masing. Kau tahu, aku dan kak Rasya juga tadinya berjarak karena traumaku, tapi kita sekarang menjadi lebih dekat karena saling terbuka dengan perasaan kita masing-masing. Aku malahan sempat tidak mau dekat dengan kak Rasya karena tuan Edgar bilang Luna pernah menyukainya, tapi kak Rasya menjelaskan padaku kalau aku yang ada di hatinya, dan kakak ipar kak Rasya juga sudah menjelaskan bahwa Luna hanya sekedar mengagumi saja tidak lebih." jelas Halimah lagi.


Halimah dan Rasya memang semakin dekat dan perlahan trauma Halimah pun mulai menghilang, mereka juga akan melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius. Leo tampak menganggukkan kepalanya mengerti, dia mendesah kasar memikirkan bagaimana langkah yang akan ia ambil.


"Halimah, nanti setelah jam makan siang selesai kemungkinan aku akan datang terlambat, tolong kau handle dulu pekerjaan di kantor. Kalau si bos datang katakan saja aku ada urusan dulu sebentar, keejaan juga saat ini tidak terlalu banyak kok." ucap Leo.


"Baik tuan, berkas yang ku bawa sudah selesai ku kerjakan, aku akan kembali lagi ke ruanganku." ucap Halimah.


Leo menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Halimah beranjak dari duduknya kemudian keluar dari ruangan Leo. Halimah sudah menganggap Leo sebagai kakaknya sendiri, jadi mereka dekat layaknya keluarga, jika salah satu dari mereka ada masalah seperti saat ini, paati mereka akan saling terbuja dan memberikan solusi selama itu bisa membantu.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak akan berbaik hati sekarang, kau salah telah mempermainkan aku Iren." gumam Leo.


Leo geram dengan tingkah Iren yang seenaknya menghalangi hubungannya dengan Luna, mulai saat ini juga dia tidak akan berbelas kasihan meskipun Iren adalah seorang wanita.


__ADS_2