
Elina adalah mantan kekasih Edgar sewaktu kuliah, saat berpacaran dengan Edgar pun Elina ternyata menjalin kasih dengan Albert yang saat ini menjadi suami Adel. Setelah kebenarannya terbongkar, baik Edgar maupun Albert memutuskan hubungan mereka, tapi nyatanya cinta Elina lebih besar untuk Edgar. Dia kembali setelah bertahun-tahun lamanya menetap di luar negeri atas permintaan ayahnya, setelah dia kembali dari luar negeri hal pertama yang dia lakukan adalah menemui Edgar.
Ternyata sebuah kebenaran membuatnya terkejut, Edgar sudah menikah dengan orang lain tanpa ia ketahui. Dia kembali juga bukan tanpa alasan, dia di perintahkan oleh ayahnya untuk membujuk Edgar supaya mau menanam kembali saham dan juga menjalin kerjasama kembali, ayahnya tahu kalau Elina itu cinta pertama bagi Edgar, jadi tak heran jika dia memperalat anaknya sendiri. Elina dan Alina adalah saudara kandung, lebih tepatnya Elina adalah kakak dari Alina yang selama ini sering mengganggu Zalea.
Zalea tersenyum miring melihat ekspresi kesal Elina yang dikatai tepos olehnya, Edgar sangat salut kepada istrinya yang tak mau ditindas oleh orang lain.
"Aku akan pergi dari sini, tapi aku minta tolong padamu Edi. Tolong kau terima kembali tawaran kerjasama ayahku, sekarang perusahaannya sedang tidak baik-baik saja." ucap Elina dengan wajah memelasnya.
"Oh, jadi kau berusaha mendekatiku karena ayahmu ya? hemm, gimana ya. Itu tergantung sikap adikmu yang mempunyai hati busuk, jika dia tidak mengganggu lagi istriku maka aku tak akan segan-segan menghancurkan kalian, adikmu hampir membahayakan nyawa istriku jadi kalian akan tahu konsekuesinya. Suruh adikmu meminta maaf pada istriku, kalau perlu dia sujud di kakinya." ucap Edgar dengan datar.
"Maksudmu Alina?" tanya Elina.
"Benar sekali, dia menabrak mobil istriku dan menyeretnya sampai mobilnya penyok. Aku masih berbaik hati tidak memenjarakan adikmu, tapi dengan balasan perusahaan ayahmu yang menjadi taruhannya." ucap Edgar tersenyum smirk.
"Brengsek kau Ed! Lihat saja apa yang akan aku lakukan, kau akan menyesal!" bentak Elina tak terima.
"Gue tunggu, ternyata loe kakaknya si cewek gatel itu. Cih, kakak sama adiknya sama aja. Oh ya, gue mau kasih tahu kalau sekarang adek loe udah babak belur berkat gangan gue yang bergoyang di wajah mulusnya." ucap Zalea.
"Apa yang udah lakuin sama adek gue bangsat?!" tanya Elina dengan emosi, ia melayangkan tas mahalnya kearah Zalea.
Melihat tas mahal melayang membuat Zalea tersenyum tipis, dia menendang tas tersebut sampai terjatuh ke lantai, setelah melihat tas Elina jatuh ia segera mengambilnya kemudian melemparnya ke jendela ruangan Edgar.
Pluuunggg..
"TAS GUEE!!!" teriak Elina.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Elina langsung keluar dari ruangan Edgar dengan berjalan tergesa, diabtakut ada yang mengambil tas mahalnya karena didalamnya ada barang-barang berharga miliknya.
"Awas loe semua, gue bakal bikin perhitungan!" gumam Elina.
Melihat Elina sudah pergi, Zalea menatap tajam suaminya. Melihat situasi yang tidak kondusif Leo mengajak Halimah keluar dari dalam ruangan Edgar.
'@ny1n9 si Leo malah kabur' batin Edgar.
Edgar menelan ludahnya kasar, dia mencoba meraih tangan Zalea namun segera di tepis kasar oleh isttrinya.
"Jangan sentuh aku!" tekan Zalea.
"Kenapa gak boleh sayang? Kan kamu istri aku, dosa loh nolak kemauan suami." ucap Edgar.
"Aku gak mau di pegang sama kamu, tangan kamu habis di tempelin bekicot itu, aku gak mau tahu pokoknya mas pergi mandi yang bersih sekarang juga!" amuk Zalea.
"Alesan aja, mau meeting atau seneng abis ditempelin tuh dedemit? Au ah males, mending pulang aja." kesal Zalea.
Zalea pun hendak melangkahkan kakinya, tapi sejurus kemudian Edgar menahan tangannya. Istri mana yang rela melihat suaminya di peluk oleh wanita lain, terlebih itu mantannya. Jujur saja Zalea dibuat cemburu, cintanya untuk Edgar sudah mulai menggunung, tetapi ada saja ujian yang datang menghinggapi runah tangganya.
"Sayang, jangan marah dong. Sekarang juga aku mandi, tapi kamu jangan pulang dulu ya, temenin aku kerja biar lebih semangat dan bisa pulang lebih awal." bujuk Edgar.
"10 menit." ucap Zalea singkat.
Edgar melongo dibuatnya, dia langsung masuk kedalam kamar pribadinya yang memang ada kamar mandi didalamnya. Edgar segera mengambil handuk, melepaskan pakaiannya dengan cepat kemudian membersihkan tubuhnya. Zalea masuk kedalam kamar pribadi milik Edgar, dia melihat sekeliling kamar tersebut, pandangan Zalea tertuju pada sebuah bingkai foto yang sudah sedikit usang. Dilihatnya seorang wanita cantik tengah tersenyum begitu merekah, wajahnya terlihat sangat mirip dengan Satria.
__ADS_1
"Apa wanita ini adalah ibu dari mas Edgar dan juga kak Satria?" gumam Zalea.
Ceklek.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, Zalea mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Dia melihat handuk yang terlilit di pinggang suaminya, rambut yang basah serta roti sobek yang begitu terpampang jelas dimatanya. Zalea selalu dibuat terpesona melihat suaminya ketika sudah selesai mandi, entah dorongan darimana Zalea mendekat kearah Edgar mengusap roti sobek di perut Edgar.
"Ini asli?" tanya Zalea.
Edgar memutar bola matanya jengah, pertanyaan konyol Zalea membuatnya migrain seketika. Bagaimana mungkin roti sobek yang sudah jelas terbentuk di perutnya itu palsu, entah Zalea yang polos atau pura-pura tidak tahu membuat kepala Edgar seakan ingin meledak.
"Ck, ya asli lah sayang. Kamu juga udah pegang, pasti tahu asli atau bukannya." jawab Edgar berdecak.
"Tiap kali liat mas udah mandi, aku ngerasa gantengnya jadi berkali lipat." ucap Zalea.
"Benarkah?" tanya Edgar.
Zalea menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia menatap netra mata Edgar dengan lekat. Edgar menarik pinggang Zalea agar mendekat kearahnya, dia menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri. Zalea mengusap rahang Edgar karena melihat air yang mengalir dari atas rambut, tindakannya membuah Edgar memejamkan matanya menikmati sentuhan dari Zalea.
"Eemmh." lenguh Edgar.
Tanpa menunggu lama, Edgar membuka matanya. Dia mendekatkan wajahnya sehingga tak ada jarak diantara keduanya, Edgar mendaratkan c****n di bibir mungil Zalea. Keduanya saling menautkan b*b*rnya, c***** semakin lama semakin memanas, sesuatu yang ada dibalik handuk Edgar menggeliat sampai berdiri dengan gagahnya.
"Ssshh, i want you sayang." ucap Edgar dengan suara seraknya.
Zalea tak menjawab ucapan Edgar, dia seakan terbuai dengan sentuhan demi sentuhan yang Edgar lakukan. Edgar menggendong tubuh Zalea menuju ranjang, dia merebahkan tubuh istrinya dengan menindihnya. mengikuti naluri lelakinya, Edgar mendaratkan kembali c*****nnya, dia melakukannya dengan sangat lembut lengkap dengan tangannya yang menjalar kemana-mana membuat tubuh Zalea semakin tak karuan.
__ADS_1
"Eeuunnggghhh, aaakkhh.."