
Edgar melepaskan sepatu yang dipakai oleh Zalea, dia juga melepaskan pakaian yang dipakai oleh Zalea satu persatu. Zalea pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, dia tak munafik karena dia juga menginginkannya karena ia ingin menyerahkan dirinya seutuhnya pada Edgar.
"Bukalah." pinta Edgar pada Zalea untuk membuka handuk yang melilit di pinggangnya.
Zalea menuruti ucapan Edgar, dia menarik handuk yang melilit di pinggang suaminya dengan satu tarikan, begitu terbuka mata Zalea langsung terbelalak sempurna melihat perkutut milik Edgar ternyata begitu gagah, besar dan emm begitulah. Mata Edgar sudah berkabut gairah, dia kembali menyambar melon yang tepampang dengan begitu jelasnya, dia bermain di atas melon layaknya bayi yang sedang meminum asi ibunya. Tubuh Zalea menggelinjang hebat kala Edgar terus melakukan pemanasan padanya, naluri lelaki Edgar menuntunnya untuk membawa perkututnya masuk kedalam sarangnya.
'Ini gimana masuknya?' batin Edgar bingung.
Edgar mengingat sebuah video yang pernah di perlihatkan oleh Leo padanya, dia segera melakukan apa yang pernah ia lihat pada Zalea, dia menuntun perkututnya untuk masuk meskipun ia harus mencari sarangnya terlebih dahulu.
"Boleh aku melakukannya?" tanya Edgar.
"Apa mas tahu caranya?" tanya Zalea balik.
"Tidak begitu tahu sayang." jawab Edgar dengan polosnya.
"Aku udah gak tahan, kamu tinggal bawa ular kamu masuk ke da-."
Sreekkk...
"Aarrgghhh.." teriak Zalea.
Dalam satu dorongan Edgar memaksa perkututnya masuk kedalam sarang milik Zalea, belum juga masuk seluruhnya Edgar merasakan ada yang mengalir dibagian intinya. Edgar mengeceknya kemudian matanya terbelalak melihat darah, ia segera mencabut perkututnya kemudian beringsut kebelakang.
"Sayang, kamu berdarah." ucap Edgar panik.
"Mas, dengarkan aku. Darah ini yidak berbahaya, setiap pasangan akan mengalami hal serupa kala melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya, hanya diawal saja nangi juga tidak akan berdarah lagi." jelas Zalea.
__ADS_1
"Apa kamu merasakan sakit?" tanya Edgar.
"Sakut, cuman sedikit. Lama kelamaan juga gak akan kerasa, katanya kalau udah masuk sepenuhnya kamu juga bakalan ngerasa enak, percaya sama aku. Ayo sini, udah nanggung ini." ucap Zalea.
Zalea tidak mungkin menunda hasratnya yang sudah membuncah, Edgar menuruti perkataan Zalea untuk meneruskan apa yang tengah mereka lakukan. Atas arahan Zalea, Edgar mulai menuntun perkututnya dengan perlahan, dia juga m****** b*b*r Zalea agar rasanya semakin panas.
Srek..
Milik Edgar sudah berhasil masuk sepenuhnya, Zalea menyuruhnya untuk memaju mundurkan tubuhnya, Edgar mulai menikmati permainannya sampai merem-melek.
"Aiihhh.." lenguh Zalea mencengkram sprei.
Keduanya menikmati permainannya dengan begitu panas, Edgar seakan dibuat gila dengan rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Edgar melakukannya berkali-kali sampai Zalea lemas tak bertenaga, dia tetap harus melayani suaminya sampai proses berburu kecebong selesai dilakukan.
.
.
"Loh, perasaan mereka belum kelusr deh?" heran Leo.
"Mungkin me-" ucap Halimah terhenti.
Kedua netra Leo dan Halimah saling berpandangan, tubuh mereka langsung dibuat menegang begitu mendengar suara lukcknut daei arah kamar pribadi.
Pakk...cepak..cepakk..
"Astagfirullah, telingaku ternodai." ucap Halimah menutup telinganya.
__ADS_1
"Limah, mending kita keluar dari sini. Kayaknya kita salah waktu, gue gak kita dengernya, takut kepengen." ucap Leo mengajak Halimah keluar.
Aaahhh...aaahhh..
Pakkk...cepakk...pak cepakkk...aaahhhh
"Cepak koceak gak tuh." ucap Halimah.
"Halimah anjay, jangan di perjelas." tegur Leo.
Leo langsung menarik tangan Halimah keluar dari dalam ruangan Edgar, mereka langsung masuk kedalam ruangannya masing-masing. Halimah duduk di depan layar laptopnya berusaha mengalihkan pikirannya yang kotor, sama halnya dengan Halimah, Leo pun mengerjakan beberapa berkas agar pikirannya bersih.
"@ny13n9 aing gak bisa fokus, mana dengernya kayak enak lagi, aaarggghh.. Mau punya istri juga makkk." ucap Leo mengacak-acak rambutnya frustasi.
Halimah terus meneguk air minumnya sampai habis tak tersisa, suara Zalea dan Edgar terus terngiang di dalam benaknya.
"Oh ya ampun, otak ku seketika jadi travelling." keluh Halimah.
.
.
Di kamar.
Tubuh Edgar eketika ambruk diatas tubuh Zalea, rasanya tenaganya habis terkuras setelah melakukan apa yang selama ini ia harapkan.
Cup. Cup. Cup. Cup.
__ADS_1
Esgar mengecupi seluruh wajah Zalea, dia sangat bahagia karena telah memiliki Zalea seutuhnya. Karena lelah Zalea langsung terbang ke alam mimpinya, sedangkan Edgar menarik tubuh Zalea kedama pelukannya.
"Terimakasih sayang, rasanya aku mau melakukannya lagi, sepertinya aku kecanduan." ucap Edgar.