Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Ayam warna-warni


__ADS_3

Edgar dan yang lainnya kini sudah sampai di mansion setelah pemeriksaan selesai, dengan possesifnya Edgar menggendong tubuh Zalea keatas kamarnya. Zalea tidak nyaman karena Edgar tidak memperbolehkan dirinya ini dan itu, bahkan hanya turun dari mobil saja dia langsung mengomeli dirinya.


"Sayangku, kau istirahat saja jangan banyak bergerak kasihan dede utunnya kecapean di dalam perut." ucap Edgar.


"Mas, namanya orang hamil itu harus banyak gerak biar nanti proses persalinannya lancar." ucap Zalea.


"Zalea! Kau pikir aku ini bodoh apa, sekarang usia kehamilanmu masih muda dan bukan waktunya untuk melahirkan, si madam juga bilang harus banyak bergerak ketika hamil tuh pas masuk trimester ketiga." tegas Edgar.


"Iya, iya." ucap Zalea cemberut.


"Sekarang kamu mau apa? Biar mas beliin ya, jangan cemberut kayak gitu, jelek tau." bujuk Edgar.


Melihat Zalea yang cemberut Edgar langsung mencari cara agar bisa mengembalikkan mood istrinya, Zalea tampak berpikir saat Edgar bertanya kemauannya.


"Aku mau ayam warna-warni." jawab Zalea dengan mata berbinar.


"Hah? Ayam apa itu? Pelangi kah? Emang ada?" cecar Edgar.


"Ada mas, ayamnya itu masih pada kecil. Ada warna pink, hijau, merah, kuning pokoknya lucu banget deh, aku mau semua warna." jawab Zalea.


Edgar menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal, seumur hidupnya ia baru mendengar kalau ada ayam dengan berbagai macam warna. Zalea melihat suaminya yang tampak bingung, ia mengambil hp miliknya kemudian berselancar di media sosial mencari foto ayam yang ia inginkan.

__ADS_1


"Yang kayak gini mas." ucap Zalea menyodorkan hp nya pada Edgar.


Edgar meraih hp Zalea melihat seprti apa ayam keinginan istrinya, sontak matanya terbelalak melihat benar adanya kalau ayamnya itu tubuhnya berbagai macam warna.


"Pokoknya aku pengen ayam warna-warni." rengek Zalea.


"Hah? A-ah iya, aku akan mencarinya sayang." ucap Edgar tergagap.


"Sekarang juga." kekeh Zalea.


"Yaudah, kamu makan dulu ya biar debaynya gak kelaparan." bujuk Edgar.


"Iya kan mommy lagi bikin, bentar lagi jadi kok." ucap Edgar dengan sabar campur gemas.


"Kau mau li-." ucap Zalea terhenti.


"Enggak boleh." sahut Edgar.


Zalea langsung merapatkan bibirnya melihat ekspresi Edgar, dia lebih memilih masuk kedalam selimutnya. Edgar menghela nafasnya panjang, ternyata dibalik kenahagiaan atas hadirnya buah hati, justru akan ada drama sebelum anaknya benar-benar lahir ke dunia.


Tok..Tok..Tok..

__ADS_1


"Masuk." sahut Edgar dari dalam.


Ceklek.


Indah masuk kedalam kamar Zalea dengan nampan yang berisikan bubur ayam hasil tangannya sendiri, dia berjalan kearah kasur dimana Zalea tengah membaringkan tubuhnya. Aroma wangi dari bubur buatan Indah menguar di indra penciuman Zalea, sontak matanya berbinar sampai hampir air liurnya menetes.


"Mom, biar aku aja yang nyuapin Lea. Maaf ya mom, Ed udah ngerepotin mom." ucap Edgar tidak enak pada Indah.


"Ck, kamu ini apaan sih. Kalian kan anak mommy, Lea kan juga lagi hamil jadi wajar aja kalo dia mau yang aneh -aneh, bukannya kamu juga tau pas Adel hamil repotnya kayak gimana." ucap Indah berdecak.


"Yang repot kebanyakan aku sama Rasya mom." ucap Edgar.


Edgar menyendokkan bubur kemudian meniupnya sebentar, Zalea yang tak sabar langsung membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya.


"Mom, ini enak sekali." ucap Zalea senang.


"Syukurlah kalau kamu suka, dihabisin ya buburnya." ucap Indah.


"Iya mom." sahut Zalea.


Edgar dengan telaten menyuapi istrinya sampai bubur buatan Indah habis tak tersisa, selesai makan Edgar mengambil beberapa vitamin dan juga air minum untuk istrinya, Zalea menerima vitaminnya kemudian menelannya bersamaan dengan air putih yang di berikan oleh suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2