
Edgar dan yang lainnya sudah sampai di bandara, ia dan istrinya berpamitan pada Rio dan yang lainnya. Singkat cerita, Edgar dan Zalea sudah masuk kedalam pesawat dimana hanya mereka berdua yang menjadi penumpang disana.
"Apa kau senang?"tanya Edgar.
"Senang sekali, kalau bisa aku mau bertemu idolaku." jawab Zalea tersenyum sumringah.
"Memang siapa idolamu?" tanya Edgar.
"Woorim, dia salah satu anggota Forestella yang memiliki suara deep voice." jawab Zalea.
"Katanya sih kalau mau ketemu idol korea itu susah, lebih baik kita habiskan waktu kita berlibur disana. Aku sudah menahannya kurang lebih dua hari sayang, aku merindukan suara merdumu saat bilah aahhh, eemmmhh." ucap Edgar.
Zalea membekap mulut suaminya, dia malu karena saat Edgar memperagakan suara Zalea saat beradegan ranjang terdengar oleh pramugari. Dia tersenyum kikuk kearah pramugari yang tengah menahan tawanya, Edgar mencoba melepaskan tangan Zalea daei mulutnya karena tidak nyaman.
"Kebiasaan deh, kalau ngomong tuh asa ceplos aja gak tau tempat." omel Zalea.
"Ya gapapa, kita kan sudah jadi SUAMI ISTRI." ucap Edgar menekankan kata-katanya.
Zalea memutar bola matanya jengah melihat tingkat kepedean Edgar yang tidak ada batasnya, dia lebih memilih menatap kearah luar jendela dimana ia bisa melihat awan dari jarak dekat.
*
*
Berbeda dengan Edgar dan juga Zalea yang tengah pergi berbulan madu, Rasya dan Halimah kini tengah berada di dalam pesawat yang sama dengan tujuan pergi ke kota malang. Halimah di tugaskan oleh Edgar untuk menggantikannya memantau proyek di malang, sedangkan Leo mengurus pekerjaan di perusahaan di bantu oleh Satria.
__ADS_1
"Sebentar lagi kita sampai." ucap Rasya.
"Iya tuan." sahut Halimah.
"Halimah, apa kau sudah memiliki suami?" tanya Rasya.
"Belum tuan, saya sedang menikmati kesendirian saya." jawab Halimah dengan senyum yang di paksakan.
Rasya ber -oh ria mendapati jawaban Halimah, setelah itu tak ada percakapan lagi diantara keduanya karena pesawat akan mendarat. Tak lama kemudian, Rasya dan Halimah keluar dari dalam pesawat menyeret kopernya masing-masing.
"Dengan tuan Rasya Wiguna?" tanya seorang laki-laki menghampiri Rasya dan Halimah.
"Benar." jawab Rasya singkat.
"Mari tuan, saya akan mengantarkan ke mobil yang sudah disiapkan untuk menjemput anda." ucap lria tersebut mempersilahkan Rasya dan Halimah untuk ikut dengannya.
Hening.
Masing-masing penumpang di dalam satu mobil yang sama tidak ada yang mengeluarkan suaranya, mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Begitu mobil sudah sampai di sebuah hotel di kota malang, Rasya dan yang lainnya keluar dari mobil, supir dan asisten pribadi Rasya mengeluarkan koper dari dalam bagasi, setelah itu mereka masuk kedalam hotel menuju resepsionis. Ketiganya diarahkan oleh petugas hotel menuju kamar masing-masing karena mereka merupakan tamu VIP, setelah masuk kedalam kamarnya masing-masing mereka lebih memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah mengudara.
Rasya menjatuhkan tubuhnya keatas kasur king size kamarnya, dia menatap langit-langit dikamarnya memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan hati Halimah.
"Gimana caranya ya biar Halimah deket sama gue, selama ini gue udah berusaha buat deket sama dia, tali nyatanya tembok pertahanannya begitu kuat karena tertutupo rasa trauma. Apa gue harus minta bantuan si madam, atau mommy yang sesama perempuan?" gumam Rasya.
Rasya sibuk berperang dengan isi kepalanya, disaat ia hampir terlelap seseorang menghubunginya. Rasya meraih hp miliknya melihat siapa yang tengah menghubunginya, disana tertera nama sang ibu yang selalu khawatir jika ia bepergian jauh.
__ADS_1
[Sya, kamu udah sampai belum?]
[Udah mom, baru aja sampe di hotel]
[Syukurlah, mommy lega mendengarnya. Jaga kesehatan ya nak, tetep jaga diri sama sholat lima waktunya.]
[Iya, mommy ku sayang. Mommy lagi ngapain sekarang? Kenapa Sya gak denger dua bocil kematian?]
[Emm, mulutmu Sya. Si kembar lagi anteng sama kakak kamu, kalau momny lagi nemenin Adel makan burayot]
[Hah? Makanan apa itu mom? Sya baru denger namanya, apa itu umbi-umbian atau makanan tradisional.]
[ Makanan tradisional dari garut, bentuknya itu bikin mommy sama Adel gak behenti ketawa loh, hahaha]
[Sya penasaran, mom fotoin dong]
[Iya, nanti mommy fotoin. Adel ngidamnya aneh-aneh aja, itu dia gak sengaja liat di medsos, terus katanya ngiler sampai Al ketar-ketir nyarinya. Untung aja ada temen Al yang baru pulang dari garut, jadi burayotnya Al beli deh. Mommy tutup dulu telponnya, pengen pup]
Tutt.
Belum juga Rasya membalas perkataan ibunya, telponnya sudah di tutup oleh Indah secara sepihak. Rasya mendapatkan notifikasi lesan dari ibunya, dia yang penasaran segera membuka sebuah foto yang di kirimkan oleh ibunya.
"Hah? Gue baru liat makanan kayak gini." gumam Rasya.
__ADS_1
Karena penasaran ia mencoba membuka media sosial, dia mencari nama burayot untuk melihat proses pembuatannya. Otak Rasya seketika travelling, dia juga terkekeh geli membayangkan sesuatu yang kini tengah di pikirkannya.
"Kayak sarang telur punya gue, hahahha." Ucap Rasya tertawa.