
Zalea mulai terbangun dari tidurnya, dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya, rasanya tubuhnya remuk lemas bagaikan tak bertulang. Zalea berusaha mengubah posisinya dari tidur menjadi duduk, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Ya Allah, rasanya remuk banget ini badan, huhu..." keluh Zalea.
Ceklek.
Terdengar suara pintu terbuka menampilkan sosok pria tampan yang tak lain adalah suaminya sendiri, ia berjalan kearah ranjang dengan membawa paperbag di tangannya.
"Apa masih mau lagi?" tanya Edgar.
Pertanyaan Edgar tak sesuai ekspekstasi Zalea yang saat ini tengah merasakan nyeri di seluruh badannya terutama bagian inti, biasanya orang yang melakukan hubungan suami istri seperti yang ia baca dalam novel, sang suami akan menggendong tubuh istrinya yang tak bisa berjalan ke kamar mandi. Tetapi Edgar berbeda, ingin rasanya Zalea berteriak dengan keras, kalau ia tidak cinta pada suaminya mungkin saat ini Edgar tengah di rumah sakit karena sudah memancinf amarahnya.
"Huaaaa...kenapa suamiku berbeda Tuhan." tangis Zalea.
"Hey sayang, kenapa kau menangis? Kalau kau mau, aku akan melakukannya lagi." tanya Edgar panik.
"Mana ada! Tubuhku masih sakit mas, rasanya remuk semua badanku. Tapi kamu seenaknya bilang mau lagi, kamu mau bikin aku pingsan atau gimana?" ucap Zalea frustasi.
"Iya kan kali aja mau lagi, sekarang kamu mau apa?" ucap Edgar.
"Dasar suami gendeng!" sewot Zalea.
Zalea membungkus tubuhnya dengan selimut, ia perlahan menurunkan kakinya dari atas ranjang karena ingin segera membersihkan tubuhnya. Tapi, baru saja hendak berdiri.
Nyess...
"Aawhhh..ssshhh." ringis Zalea.
"Sayang kamu kenapa? Bilang padaku apa yang sakit?!" tanya Edgar semakin panik.
"Bisa diem gak sih mas?! Ini tuh ulah kamu tadi, donatku masih sakit soalnya kamu mainnya gak mau berhenti." Sewot Zalea.
"Donat? Kapan kamu beli donat?" tanya Edgae bingung.
"Mas! Maksud aku bagian inti aku masih sakit." ucap Zalea geram.
Karena otak suaminya yang masih belum mencerna ucapannya, Zalea memberi isyarar menggunakan tangannya memegang bagian intinya agar suaminya paham.
"Oh donat yang itu, ngomong yang jelas dong sayang jangan pakai bahasa makanan, kan akunya juga gak ngerti. Ayo sini, biar mas gendong ke kamar mandi.
Edgar menggendong tubuh Zalea untuk membawanya ke kamae mandi, sampai di kamar mandi Edgar melepaskan selimut yang masih melekat di tubuh Zalea. Refleks Zalea menutupi bagian sensitifnya karena belum terbiasa, Edgar menelan ludahnya dengan kasara sehingga hal tersebut membangkitkan kembali gairahnya.
__ADS_1
"Auucchh, sayang. Sepertinya perkututku lapar, biarkan dia makan ya." ucap Edgar menahan sesak dibalik celananya.
"Mas, tapi aku masih capek." rengek Zalea.
"Tidak boleh menolak ajakan suami sayang, sekarang aku sangat menginginkannya." ucap Edgar dengan mata yang sudah berkabut gairah.
Dengan berat hati Zalea menganggukkan kepalanya, meskipun dia menolak nyatanya Edgar sudah mulai menggerayangi tubuhnya. Sentuhan demi sentuhan sudah mulai Edgar lakukan, meskipun tubuh Zalea lelah nyatanya ia menikmati permainan lembut Edgar dan akhirnya keduanya pun melakukannya lagi.
*
*
Di rumah sakit.
Elina menjenguk adiknya yaitu Alina, ia bisa melihat sang adik tengah terbaring lemah lengkap dengan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Sang ayah tidak mau menjenguk Alina karena tengah pusing memikirkan perusahaannya yang hampir kolaps, bahkan ia mengatakan tidak peduli keadaan Alina karena ia adalah penyebab kehancurannya.
"Dek, kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Elina.
"Ceritanya panjang kak," jawab Alina.
"Tadi aku ke perusahaannya Edgar, istrinya bilang dia yang sudah menyebabkan kamu seperti ini?" ucap Elina.
"Aku tidak tahu namanya siapa, tapi penampilannya itu tomboy gak ada anggun-anggunnya. Edgar bilang sih istrinya, dan perempuan itu juga mengaku kalau Edgar suaminya." jawab Elina.
"Penampilan tomboy? Aku yakin itu Zalea, dia yang sudah menyebabkan perusahaan tuan Edgar mencabut saham dan juga kerjasamanya. Awas aja loe lea, gue bakal hancurin loe!" ucap Alina dengan tangan yang mengepal.
"Aku tidak menyangka kalau Edgar akan menemukan penggantiku, aku datang kesini memang atas permintaan papa. Tapi, aku juga punya tujuan untuk kembali pada pria yang dulu pernah meratukanku, salah satunya Edgar atau enggak ya Albert." ucap Elina.
"Kau tenang saja, kau mau Edgar bukan? aku pun menginginkan Zafier untuk ku miliki seutuhnya. Bagaimana kalau kita bekerja sama? Aku juga ingin membalaskan dendamku pada wanita campuran itu, dia sudah menyebabkan wajah mulusku menjadi bengkak seperti ini." ucap Alina menggebu-gebu.
"Aku mau, tapi bagaimana caranya?" tanya Elina.
"Kau serahkan padaku kak." ucap Alina tersenyum licik.
Alina sudah menyiapkan rencana untuk membuat Zalea menderita dan juga berpisah dengan Edgar, dia akan membuat Zalea hancur karena ia penyebab perusahaan ayahnya diambang kebangkrutan sampai semua fasilitasnya disita.
*
*
Zalea keluar dari kamar mandi di gendong oleh Edgar, tubuhnya lemas tak bertenaga akibat ulah suaminya. Edgar memakai bajunya terlebih dahulu, setelah itu ia memakaikan baju untuk Zalea karena untuk sekedar memakai baju pun Zalea rasa tak mampu.
__ADS_1
"Aku akan mengambil makanan terlebih dahulu, kau istirahat saja karena nanti malam kota akan melakukannya lagi." ucap Edgar dengan santainya.
"Mas! Donatku masih sakit!" ucap Zalea frustasi.
"Siapa suruh enak sayang? Aku kan jadi ketagihan, biar Edgar junior cepet tumbuh di rahim kamu." ucap Edgar.
"Bukannya daddy udah nyiapin tiket honeymoon? Kalau aku gak bisa jalan gimana honeymoonnya, kalau kita batalin kasihan daddy mas. Aku juga pengen ke korea, untuk sekarang mas tahan dulu ya, biar lusa kita bisa berangkat ke korea dan bikin Edgar junior disana." ucap Zalea.
Edgar tampak memikirkan ucapan Zalea, dia lupa kalau ayahnya sudah menyiapkan tiket bulan madu untuknya. Tapi, disisi lain ia tak bisa menahan diri kalau melihat tubuh Zalea yang terlihat seksi di matanya, setiap kali berdekatan dengan Zalea rasanya gairahnya langsung memuncak.
"Aduuh, susah kalau gitu mah." rengek Edgar.
"Pasti bisa kok, emang kamu gak kasihan lihat aku? donat ku udah bengkak loh ini, mending kasih jeda atau enggak sama sekali." ucap Zalea.
"Arrgghhh, tapi-" ucap Edgar frustasi.
"Enggak ada tapi-tapian, tahan dulu kan cuman sehari soalnya lusa kita berangkat. Setidaknya biarkan aku bisa jalan, donatku juga mendingan agar kita bisa leluasa saat di korea." sambung Zalea.
Mau tak mau Edgar menganggukkan kepalanya, ia tak bisa membayangkan jika harus menahan hasratnya ketika melihat tubuh istrinya.
*
*
Leo saat ini tengah berada di dalam restoran bersama Luna yang tak sengaja bertemu dengannya, mereka berdua makan bersama sekalian Leo melepas panatnya menghadapi kenyataan.
"Tuan, boleh gak aku pinjam uang?" tanya Luna.
"Untuk apa?" tanya Leo balik.
"Untuk ngedate sama suami orang." jawab Luna dengan santainya.
. Uhuukk. Uhukkk.
Tuiiiinnnggggg..
Daging yang sedang dikunyah oleh Leo langsung terbang dari mulutnya, daging tersebut mengenai wajah Luna yang tengah duduk berhadalan dengannya. Leo menepuk dadanya yang terasa sesak, sedangkan Luna memejamkan matanya karena wajahnya kotor akibat ulah Leo.
Update nya satu dulu, sekarang lagi sibuk banget.
Ayo dong vote sama komen, like nya juga. Biar tambah semangat nih authornya 🤔😍
__ADS_1