Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten

Gadis Tomboy Vs Tuan Impoten
Membuntuti Rena


__ADS_3

Edgar dan Zalea memutuskan untuk tidur, mereka tidur terpisah dimana Zalea tidur dikasur dan Edgar tidur di sofa.


"Mas, kamu di kasur aja." ucap Zalea.


"Enggak, kamu aja yang di kasur." ucap Edgar.


"Aku gapapa kok tidur di sofa, kasihan juga mas kalo tidur di sofa kakinya bakalan menjuntai, badan mas kan tinggi." ucap Zalea.


"Iiisshh, jangan ngeyel. Cepetan tidur, besok siang kita pulang ke rumah ibu." ucap Edgar.


"Loh kenapa pulang ke rumah ibu? Kata ibu, bukannya kalau sudah menikah perempuan harus ikut ke rumah suaminya?" tanya Zalea.


'Pake kata 'aku, kamu' kek geli-geli dimana gitu' batin Zalea.


"Gak selalu, yang pastinya kalau perempuan sudah menikah harus ikut kemanapun suaminya pergi, kamu kan tahu aku udah gak punya ibu, jadi aku pengen serumah sama ibu dan ngerasain gimana rasanya. Emang kamu gak mau tinggal di rumah ibu? Biasanya kan cewek kalo udah nikah gak mau pisah sama ibunya?" jelas Edgar.


"Ya pengennya sih gitu, tapi kan aku harus ikut kamu." ucap Zalea.


"Kita nginep di rumah ibu untuk sementara waktu, sambil nungguin rumah yang aku pesan sudah siap di tempati." ucap Edgar.


"Hah? Mas bikin rumah?" tanya Zalea terkejut.


"Iyalah, masa nginep di apartemen terus sih? dahlah, jangan nanya terus mending kamu tidur, apa mau di tidurin?" goda Edgar.


"H-hah, enggak mau." ucap Zalea beringsut mundur ke belakang.


Zalea langsung loncat dari sofa, dia berlari kearah kasur lalu menjatuhkan tubuhnya, dia menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut. Edgar terkekeh melihat Zalea yang ketakutan, dia membaringkan tubuhnya di sofa panjang meskipun kakinya menjuntai.


'Maafkan aku Zalea, aku terpaksa harus berbohong padamu' batin Edgar.


.

__ADS_1


.


Adel keluar dari kamar Luna, dia berjalan menuju kamar miliknya. Di tengah perjalalanan Adel menghentikan langkahnya, dia memutuskan untuk memeriksa Rena yang sudah ia kunci di toilet.


"Si bang Rena udah keluar belum ya? Gue harus pastikan dia pergi dari sini, enak aja dia mau samperin adik gue." gumam Adel.


Begitu Adel berjalan kearah toilet, dia melihat Rena tengah berdebat dengan security dan memberontak ingin melepaskan diri. Sebelumnya Albert memerintahkan security untuk mengusi Rena pergi, tetapi begitu security membuka kunci toilet dan menyeret Rena, Rena tidak terima kemudian ia memberontak dan memaki security.


"Lepaskan! Dasar security sialan!" amuk Rena.


"Keluar! Atau aku akan melakukan hal yang bisa menyakitimu nona." tegas security.


"Loe pikir gue takut, hah!?" tantang Rena.


Rena menghempaskan tangan security, matanya langsung menajam serta tangannya yang mengepal dengan kuat, security hendak menarik kembali tangan Rena namun sejurus kemudian Rena meninju wajah security. Adel yang melihatnya pun terbelalak, dia menyaksikan semuanya kemudian merekam aksi Rena tersebut.


"Haiisssh, gue lupa. Dia kan emang cowok, jadi gak heran kalau bisa ninju." gumam Adel.


Security dan Rena pun akhirnya berkelahi, tenaga Rena ternyata jauh lebih besar daripada security meskipun tubuhnya ramping. Security tersebut pun pingsan dibuatnya, Rena mengambil tasnya kemudian berlalu begitu saja. Adel tetap membuntuti Rena kemanapun ia pergi, dan seperti dugaannya Rena berjalan kearah kamar Rasya dengan percaya dirinya.


"Tuh kan bener, abang Rena mau nyamperin Rasya." gumam Adel.


Sebuah kebetulan ada pelayan yang berjalan melewari Adel, dengan sigap Adel memanggil pelayan tersebut untuk meminta bantuannya.


"Sstt, heyy sini." panggil Adel dengan suara pelan.


Pelayan tersebut pun berjalan menghampiri Adel yang memanggilnya, dia ikut bersembunyi di balik tembok yang tak jauh dari tempat Rena berdiri.


"Aku butuh bantuanmu, tolong bilang pada perempuan yang ada disana kalau Rasya gak ada di kamarnya." ucap Adel menunjuk kearah Rena.


"Baik nyonya, tapi kalau dia tanya kemana tuan Rasya pergi bagaimana?" ucap pelayan.

__ADS_1


"Bilang aja sudah pulang, ada kesibukan di kantor." ucap Adel.


Rena tengah mengetuk-ngetuk pintu, lama berdiri di depan pintu pelayan datang menghampirinya.


"Maaf nona, apa nona mencari tuan Rasya?" tanya pelayan.


"Iya benar," jawab Rena.


"Mohon maaf sebelumnya, tuan Rasya sudah pergi daei hotel beberapa jam yang lalu." ucap pelayan.


"Kau tahu dia pergi kemana?" tanya Rena.


"Aku kurang tahu, tapi sekilas aku mendengar kalau ada kepentingan di kantornya." jawab pelayan.


"Baiklah, terimakasih." ucap Rena.


"Sama-sama nona, kalau begitu saya permisi." ucap pelayan berlalu dari hadapan Rena.


Pelayan tersebut kembali mengjampiri Adel, sedangkan Rena menyugar rambutnya kebelakang karena niatnya ingin mendatangi Rasya nihil.


"Namamu siapa?" tanya Adel.


"Nama saya Eva, nyonya." jawab pelayan.


"Nanti aku akan kirimkan upah untukmu karena sudah membantuku." ucap Adel.


"Ahh, tidak perlu nyonya, saya senang bisa membantu." ucap Eva.


"Sudah, jangan menolak rezeki." ucap Adel.


"Kalau begitu, terimakasih sebelumnya nyonya." ucap Eva tersenyum.

__ADS_1


Adel membalas senyuman Eva, dia menyuruh Eva untuk pergi agar Rena tidak curiga. Melihat Rena sudah pergi dari kamar Rasya, Adel pun berjalan menuju kamarnya.


__ADS_2