
Jennie tampak berpikir dan menggeleng.
"aku tidak tau liam itu siapa"ungkap Jennie sambil menyeruput jus alpukatnya
"sungguh?apakah kau tau juga grup NT?"tanya liam dengan muka kaget
Lagi lagi Jennie menggeleng dan liam yang melihat tanggapan Jenniepun terkekeh.
"kukira seluruh negri ini tau grup NT tapi ternyata masih ada yang tidak tau,ouh aku harus menuntut agensi untuk mempromosikan lagi agar semua orang digrup NT dikenal negri"
Jennie hanya menatap liam dan menilai liam adalah pria asik
"ehm kalo boleh tau kenapa kamu tidak melepaskan masker?"tanya Jennie
Liam menoleh kesamping kanan dan kiri ,meneliti apakah ada orang lain disekitar tempat duduknya.Setelah selesai meneliti Liam membuka master,Jennie terpana karena ketampanan Liam yang tidak ada duanya.
"wah kau sampai terpesona begitu"goda Liam membuat pipi Jennie merah seketika
Jennie tersenyum malu malu sedangkan Sabrina mengembangkan senyum karena interaksi liam dan Jennie.
"paman pasti suka sama kakak cantik"goda Sabrina
Liam menoleh kearah anak perempuan cantik yang sedang mengodanya itu."anak kecil tidak mengerti apa itu cinta princes"seru Liam
Sabrina menggeleng dan menyuruh liam mendekat kearah tempat duduk Sabrina,Liam menurut dan Sabrina mengecup pipi Liam.
"apa reaksi paman ketika dicium aku?"tanya Sabrina keluar dari topik yang dibicarakan tadi
__ADS_1
"Senang"Jawab Liam
Sabrina tersenyum jail dan menyuruh Liam dan Jennie tutup mata.Jennie dan Liam menuruti kemauan Sabrina.Liam sebenarnya menolak namun ketika melihat Sabrina hendak menangis Liam setuju untuk menutup mata.Sabrina meraih tangan Jennie dan Liam,menuntun mereka untuk semakin dekat dan.
Cup
Liam mengecup pipi Jennie,membuat Sabrina terkekeh.Jennie dan Liam membuka mata dan salah tingkah.
"Gimana paman rasanya mencium kakak Jennie?"goda Sabrina
Liam menatap Jennie kemudian membuang muka.Sumpah baru kali ini Liam salah tingkah dengan wanita.
"Sepertinya paman menyukai kakak"seru Sabrina
Jennie tersenyum kemudian berjongkok menyamakan tingginya dengan sabrina.
Liam menatap interaksi Sabrina dengan Jennie membuat senyum mengembang dibibir Liam
"Seharusnya aku yang meminta maaf karena lancang mencium kakak jennie"
"Tidak apa apa jangan merasa bersalah Liam" Jennie mencoba untuk biasa saja
Namun jika mengingat kejadian tadi membuat senyum dibibir Jennie mengembang.
Liam menoleh kearah Jennie
"Jennie aku sepertinya harus pamit undur diri" Ucap Liam
__ADS_1
Jennie menoleh kearah Liam dan bertanya "kenapa? "
"Cafe disini akan ramai pengunjung, Aku tidak diperbolehkan untuk berada dalam kerumunan karena tidak membawa manager"ungkap Liam
" Baiklah hati hati dijalan"
Sebelum Liam benar benar keluar dari cafe, Liam menoleh kearah Jennie "Jennie bolehkah aku meminta nomer ponselmu? " Tanya Liam
Jennie mengangguk dan memberikan kartu pengenalnya. Setelah itu Liam pamit undur diri.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mark baru saja masuk kedalam ruang latihan koreografi diagensinya. Tumben masih sepi biasanya sudah ramai. Liam yang biasanya berangkat tepat waktu mengapa sekarang terlambat? Aneh. Mark duduk disofa , datanglah Lucas. Mark dan Lucas terpaksa pemanasan terlebih dahulu tanpa Liam.
Hampir 15 menit Mark dan Lucas pemanasan, Liam datang dengan menenteng bungkusan kue. Sontak mark langsung mendekat dan mengambil satu kue rasa strowberry kesukaanya.
"Ish Mark aku juga ingin memberikan kue ini kepada staf kenapa kau makan semua" Ungkap Liam
Lucas terkekeh "bang sepertinya kamu baru mengenal Mark" Celutuk Lucas
"Mark tidak akan kenyang hanya dengan satu kue" Canda Lucas
Mark menatap tajam Lucas "diam kalian double L"
"Aku tidak yakin kue ini pas untuk semua staff yang ada, pasti akan habis dimakan Mark"
Mark emosi dan langsung mengejar Lucas yang memang sudah mempersiapkan diri lari. Liam mengenal nafas sudah sering Mark dan Lucas seperti kucing dan tikus bahkan sekarang Liam tidak kaget. Mark yang selalu emosi dan Lucas yang selalu menjaili Mark sangat klop. Bahkan Liam sang ketua tidak dianggap jika Mark dan Lucas sedang beradu.
__ADS_1