
Liam datang dengan membawa bungkusan mochi, wah sepertinya memang enak dilihat dari bungkusnya saja sudah membuat Jennie kelaperan. Jennie berlari lari kecil menuju ke Liam. Liam semakin gemas dan selalu gemas dengan tingkah Jennie.
"Jangan lari lari Jennie, tidak ada yang merebut mochi ini." Cegah Liam
Saat sudah sampai didepan tubuh Liam, Liam memberikan bungkusan mochi itu untuk Jennie. "Makanlah sesuka mu, aku akan menghabiskan sisanya." Ucap Liam
Wah Jennie tersentuh sebegitu baiknya Liam kepada Jennie, beda dengan Mark.
"Terimakasih Liam." Setelah mengatakan terimakasih Jennie langsung membuka bungkusan dan memakan mochi dengan lahap. Jennie sempat berhenti sebentar memakan mochi.
"Sepertinya mochi yang kau beli mahal Liam." Ucap Jennie
Liam menoleh kemudian menggeleng. "Aku tidak tau, karena setiap beli mochi, aku hanya membelinya disini." Ungkap Liam
Jennie mengangguk anggukan kepalanya. "Mochi ini sangat kenyal dan isinya buah buahan, pasti mahal dibanding mochi yang biasa diperjual belikan dipasar."
"Sepertinya Iya, toko mochi ini juga bersih."
"Kau tidak mau berfoto Jennie?" Tanya Liam
Jennie tersenyum kemudian memberikan handphonenya kepada Liam. "Tolong fotokan aku Liam."
__ADS_1
Liam tertawa. "Jarang jarang idol menjadi tukang foto."
"Benar sekali dan ini kesempatanmu membuktikan bahwa kamu juga pantas jadi tukang foto." Canda Jennie diakhiri kekehan.
"Kalo aku jadi tukang foto pasti akan sangat terkenal, kapan lagi difotoin orang dengan visual mirip Jaehyun NCT."
"Teruskan halu mu Liam."
Liam pun membidikan kameranya kearah Jennie. Jennie bergaya dengan senang hati semoga hasil foto Liam bagus untuk diupload dimedia sosial. Ditengah aksi memotret Liam, HP Jennie bergetar ada pesan masuk.
Mark
Aku sibuk
Jennie mendekat kearah Liam yang berhenti memotret.
"Kenapa Liam?" tanya Jennie
Liam gelagapan, "Ada pesan masuk, usernamenya Mark."
Jennie kelihatan panik dan langsung meraih handphonenya. Mark sialan menganggu acara Jennie dengan Liam.
__ADS_1
"Siapa Mark?. apakah itu anggota grup yang sama dengan ku?" tanya Liam
Jennie jujur mengangguk daripada Liam kepo. "Awal tahun ada masalah antara hotel aku kerja dengan Mark."
"Apakah masalah itu sudah selesai?"
Jennie menggeleng tapi selanjutnya megangguk, "Satu masalah selesai datang masalah lain, yah maklum namanya juga kehidupan."
Jennie mengecek hasil jepretan Liam, bagus juga. Liam memang multitalenta sekali, bisa jadi tukang foto dan idol.
"Bagaimana hasil foto yang aku potret?" tanya Liam
Saat Jennie menoleh, hidung Jennie terkena tepung mochi. Pelaku pencolekan tepung sudah tertawa. Dasar Liam bikin emosi aja.
Jennie akan berdiri dan menghajar Liam, Liam gelagapan dan langsung berlari. Jennie mengejar Liam dengan hati hati takut kandungannya keguguran karena berlari lari. Liam membawa Jennie mengelilingi tempat penuh bintang ini dengan tawa bahagia. Liam bersyukur Jennie bisa dengan mudah tertawa, Jennie memang tipikal orang yang mudah bahagia.
Jennie menghentikan langkahnya, tubuhnya sudah tidak kuat. Jennie haus, Liam membawakan air mineral untuk Jennie. Jennie bersyukur mengenal Liam, perempuan yang akan mendampingi hidup Liam pasti sangat beruntung, diperlakukan dengan baik oleh Liam.
"Kasian sekali kamu pasti kecapekan Jennie." goda Liam
Jennie mengangguk, "Ayo, kita pulang."
__ADS_1
Liam mengangguk menyetujui ajakan Jennie, waktu juga sudah malam. Tidak baik bagi perempuan untuk keluar terlalu malam. Mereka berduapun masuk kedalam mobil. Jennie kedinginan otomatis Liam langsung memberikan jaketnya kepada Jennie.
'Jangan sampai aku baper sama Liam' batin Jennie