Gagal

Gagal
70


__ADS_3

Bahu Mark ditepuk oleh MC pernikahan, “yang tenang.” ucap MC itu.


Mark benar benar gugup sekarang padahal dari tadi biasa biasa saja, kenapa setelah melihat kecantikan Jennie, Mark jadi gugup.


“Kak kayaknya senior Mark udah terpesona tuh.” bisik bisik Gabriel ditelinga sang kakak.


Jennie menoleh kearah Gabriel dan memicingkan matanya, lalu tersenyum. Semoga setelah mengucap janji suci pernikahan Mark bisa mencintai Jennie.


Mark yang melihat Jennie tersenyum kepada Gabriel semakin membuat kecantikan Jennie terpancar. Dimana saja Mark selama ini sampai tidak tahu kalau ada bidadari lain selain JJ.


‘Jadi trainee, itu adik istri ku?’ batin Mark bertanya tanya.


‘Pantas Gabriel tampan. kakaknya saja cantik.’ batin Mark.


Langkah Jennie semakin mendekat , kini giliran Mark yang maju dan menerima Jennie dari Gabriel. Mark mengengam jari jari tangan Jennie, tidak mengengam tangan Jennie karena Mark masih merasa canggung.


Jennie dan Mark baru saja mengucapkan janji suci pernikahan. Sepasang suami istri ini membalikan badan kearah para tamu undangan.


“Ciumannya mana nih!?” teriak para tamu undangan.


Jennie menatap Mark begitu juga dengan Mark, mereka saling melirik. Mc mendekat kearah Mark, “mempelai pria bisa mencium mempelai wanita.” ucap Mc itu.


Mark menatap Jennie, hati mark belum rela untuk mencium wanita selain JJ. Kebanyakan laki laki pasti sudah dilakukan tapi mark harus tau kalau sudah ada wanita dihatinya, dan tidak mungkin memberi bentuk cinta kepada wanita lain.


Oma Rose yang melihat keraguan dimata Mark segera berteriak, “ayo mark lakukan!” mendengar ucapan oma Rose para tamu terkikik geli, semua tamu terlihat sangat bahagia selain Kate tentunya yang dari awal tidak memberikan restu.


Mark menatap Jennie, dari pada para tamu terus berteriak mending Mark akan melakukan ciuman dengan Jennie, ‘bayangkan saja dia JJ mark.’ batin mark.


Mark mendekat kearah Jennie, Jennie pasrah jika first kiss nya diambil oleh suaminya sendiri. Wajah Mark semakin dekat dengan wajah Jennie, keduanya menutup mata, dan bibir mereka bertemu. Hanya beberapa detik saja ciuman itu terjadi, Mark langsung menjauh.


‘Maafkan aku JJ.’ batin Mark.


Para tamu undangan bertemu tangan, manajer yoo diantaran memijat pelipisnya. “Kalau JJ tahu pasti Mark akan langsung kena masalah.” gumam Manajer Yoo.

__ADS_1


Mark dan Jennie masih berdiri dialtar pernikahan, “kau tidak mau menemui tamu undangan mu Mark?” akhirnya jennie bersuara.


Mark menoleh menatap Jennie, “tidak, buat apa aku tidak mengundang teman ku. semua ini tamu dari oma.” jawab Mark.


“Member grup mu juga tidak diundang?” Jennie mencoba untuk menghapus kecanggungan diantara mereka.


Jennie berharap karena sering berkomunikasi dengan Mark, hubungan mereka semakin dekat. Karena katanya komunikasi sangat peting untuk sebuah hubungan.


“Aku tidak akan mengundang mereka. pasti dari salah satu mereka akan ada yang jujur kepada JJ. aku belum bisa memberi tahu JJ jadi biarlah pernikahan ini tertutup.”


Jennie tersenyum tapi merasa sakit hati dengan jawaban Mark, ‘sebegitu gak sukanya kamu sama pernikahan ini. sampai menutup dari semuanya.’ batin Jennie.


Mereka berdua diam bahkan sampai acara selesai.



Jennie masuk kedalam kamar pengantin dibantu dengan orang WO.


“Terima kasih mbak.” ucap Jennie.


Jennie duduk ditepi ranjang, gaun besar panjangnya sulit untuk dibuat jalan jalan. Jennie mengendarkan pandangannya kesemua penjuru kamar pengantin, sepertinya kamar ini kamar milik Mark. Terlihat dari warna tembok khas milik laki laki. Bau parfume laki laki juga terendus kedalam hidung Jennie, ‘pasti kamar ini milik mark.’


batin Jennie.


Mark masuk kedalam kamarnya, netra mark melihat Jennie, “kamu kenapa ada disini?” Mark masuk langsung memberi pertanyaan untuk Jennie


Jennie kaget dengan kedatangan Mark, “aku disuruh masuk kedalam ruangan ini.” jawab Jennie sejujur jujurnya.


“Kenapa kamu ikut ikut aja?” nada ketus keluar dari mulut Mark.


Jennie bingung mau menjawab apa lagi, tadi jennie ingin kembali keruangan dandan tapi Oma Rose menyuruh orang WO untuk mengantarkan Jennie kekamar pengantin.


“Apa aku harus keluar?” tanya Jennie dengan nada lirih.

__ADS_1


Mark menatap Jennie kemudian mark menghela nafas, lelah dengan tingkah sang oma yang sangat membuat Mark tidak nyaman, bagaimana bisa nyaman dikamar berdua dengan wanita yang tidak Mark cintai. “Kalau kamu keluar nanti gimana tanggapan tamu yang masih ada dibawah? mereka pasti berpikiran yang enggak enggak, dan juga oma pasti tidak mengizinkan.” jawab Mark.


Jennie kembali tidak bersuara, semakin kesini Mark semakin menatap tidak suka kearah Jennie, memangnya pernikahan ini karena kesalahan Jennie?.


“Jadi nanti aku tidur disini?” Jennie kembali bersuara.


Mark menggeleng tidak setuju, “Tidak, bahkan jangan sampai kamu tidur seranjang dengan aku.” penolakan dari Mark.


“Jadi nanti aku tidur dimana?”


“Terserah kamu bisa tidur disofa sama gelar kasur lipat juga tidak apa apa. aku punya tuh cek aja dilemari.” Jawaban dari mark membuat sakit hati Jennie.


Jennie pindah dari tepi kasur menuju kesofa, tangan Jennie meraba sofa, ‘empuk juga, namanya juga kasur orang kaya. semoga aja bisa tidur nyenyak.’ harap Jennie.


Mark yang masih memakai jas pengantin melangkah mendekat kearah ranjangnya, Mark sangat lelah tapi tidak mungkin langsung merebahkan tubuhnya, diruangan ini ada wanita lain selain malu Mark juga sangat tidak nyaman jika dilihat sama wanita lain. Mark akan merebahkan diri menunggu Jennie terlelap.


Jennie menatap Mark yang masih memakai jas, ternyata jika dilihat terus terus bisa bikin candu. Mark terlihat sangat tampan dengan balutan jas yang melekat, ‘pantes banyak wanita tergila gila. emang bener ganteng banget.’ batin Jennie.


Setidaknya Jennie punya kesempatan memiiliki Mark walaupun cuman sebentar dari pada wanita lain yang hanya bisa halu, kasian sekali. Mon maaf idola yang kalian kagumi sudah punya istri.


Hening tercipta dikamar pengantin ini, mungkin kalau malam pertama pasangan lain akan dilaksanakan malam pertama tapi beda dengan pernikahan Mark dan Jennie, mungkin tidak ada malam pertama karna sudah dari kemarin melaksanakannya.


Jennie kepikiran siapa yang akan mandi terlebih dahulu, “Mark kau akan mandi dahulu atau aku?” tawar Jennie.


Mark tidak memandang Jennie, fokus Mark masih diponsel. “Kamu dulu.” jawab Mark.


“Baiklah.” ucap Jennie dan bangkit dari sofa.


Jennie membuka pintu kamar mandi, ‘wah kamar mandi saja seluas ini. dasar orang kaya.’ batin Jennie. Tubuh Jennie sudah masuk semua kedalam kamar mandi, Jennie menutup pintu kamar mandi, walaupun sudah menikah tapi Jennie tidak mungkin memberikan tontonan gratis untuk Mark.


\~\~\~\~


Netx gak nih?

__ADS_1


Makasih untuk semua yang sudah mampir dan memberi vote, dukung terus yah saya untuk menyelesaikan novel ini.


__ADS_2