
Mark sedang mengutak atik komputer agensi. Mark akan membuat lagu. Karna kala Mark membuat lagu semua masalah dipikirannya akan hilang seketika. Mark sepertinya sudah menempatkan kehidupannya hanya untuk music. Produser senior datang membuka ruang rekaman milik Mark diagensinya. Agensi memberikan izin untuk Mark agar menempati salah satu ruangan, Mark memang sudah banyak membuatkan lagu untuk agensinya.
"Sepertinya kau sedang banyak pikiran, Mark." ucap Produser
Mark mengangguk, "entahlah. hanya banyak pikiran"
Produser malah bertepuk tangan, "kalo kamu kebanyakan pikiran biasanya lancar membuat lagu."
Mark pusing agensi malah kedapatan banyak rejeki, apalagi kalo Mark sehari bisa buat 3 lagu auto saham langsung naik. Lagu Mark juga bisa diperjualbelikan kembali nambah untung bukan untuk agensi?
"Jangan terlalu dipikirkan Mark, bikin pusing saja, hidup itu dibawa happy." seru Produser
"Hidup memang seru dan happy tapi takdir yang bikin aku murung seketika."
Produser itu menganggukan kepala paham dengan arah pembicaraan Mark, "aku dengar kau terlibat masalah."
"entah lah aku malas membaas itu."
JJ tiba tiba masuk kedalam ruuang rekaman milik Mark. JJ mendekat kearah Mark kemudian JJ langsung duduk dipangkuan Mark. Mereka berdua memang terbiasa seperti ini.
"Sayang." panggil JJ dengan nada manja
__ADS_1
Mark merengkuh tubuh JJ kedalam pelukannya, setelah menikah apa Mark masih diperbolehkan untuk menjalin asmara dengan JJ?. Semoga Jennie setelah melahirkan akan menggugat cerai Mark. Agar Mark bisa kembali bersama JJ.
"Kau kenapa?" tanya JJ
Mark menggeleng tapi pelukannya semakin erat, JJ tau pasti Mark sedang banyak pikiran, "ayolah sayang. kita sudah lama berhubungan kau masih susah sekali jujur kepadaku." kesal JJ
"Tenang saja aku tidak apa apa." Mark mencoba memastikan JJ
JJ menggeleng, "aku tau kau pasti punya masalah."
Mark menunduk, "aku hanya takut." akhirnya Mark jujur kepada JJ
"Aku takut hubungan kita tidak sampai kejenjang pernikahan." ungkap Mark
JJ mengenggam tangan Mark, dan mengecupnya. Perlakuan JJ membuat Mark semakin jatuh hati kepada JJ. "Kamu harus yakin, bahwa kita akan selalu bersama." ucap JJ
Mark langsung menyambar bibir JJ, sungguh JJ memang sangat manis dan cantik.
"sepertinya mereka menganggapku patung." gumam produser yang masih sibuk mengedit irama beat lagu.
Mark memberhentikan ciuman dengan JJ secara paksa,
__ADS_1
"Tumben. kenapa?" tanya JJ yang mulai curiga. Mark tidak pernah duluan menghentikan ciuman mereka.
"Aku malu kepada produser." jelas Mark
Produser itu menoleh kearah Mark tidak percaya, "ternyata kau masih melihatku Mark."
JJ mendengus sebal. Ganggu aja orang lagi pacaran, "biasanya juga tidak apa apa."
Mark menggeleng, "kita sekarang harus menjauh dulu."
JJ mengerutkan keningnya, "kenapa? kenapa harus menjauh? kamu udah bosan sama aku?" nada tinggi keluar dari mulut JJ
Mark menggeleng kemudian mengenggam tangan JJ, "Liam mengatakan bahwa aku mendapat teguran dari CEO agar hubungan kita tidak ada yang tau, ada media yang mengusulkan nama nama idol yang dating dan inisialku dan dirimu ada didaftar itu." jawab Mark panjang lebar.
"Tetap saja jangan menjauh." tolak JJ
"Ayoklah Je, kamu harus tau posisi aku yang akan comeback."
JJ menggeleng, "mungkin itu hanya akal akalan Liam, kamu tau kan kalo dulu dia suka aku."
Mark menggeleng dan membuka ponselnya kemudian mencari artikel. Mark menyodorkan ponselnya kearah JJ. JJ membaca artikel dari media ternama itu. Mata JJ langsung membulat sempurna.
__ADS_1