Gagal

Gagal
60


__ADS_3

Pertama tama Jennie membersihkan kaca ditoilet apartemen, selanjutnya Jennie menyapu dan mencuci pakaian. Sudah kebiasaan Jennie untuk melakukan pekerjaan rumah tangga walaupun tubuhnya sudah lelah tapi melihat rumah bersih itu menyenangkan menurut Jennie. Setelah semuanya bersih, Jennie mulai memasak untuk dirinya


sendiri, Jennie jadi penasaran apakah rasa teobokki buatannya akan sama dengan chef, sebaiknya Jennie akan membuat teobokki saja biar rasa penasarannya terpenuhi. Jennie sedikit menyicipi kuah dari teoboki buatannya, “wah rasanya ternyata sama, ada untungnya juga aku bekerja dicafe dan disuruh bantu bantu.” senang Jennie.


Jennie sedang mikir apakah perlu Jennie menyisakan makanan untuk adiknya? tapi Gabreil sepertinya tidak akan pulang malam ini. Tapi biarlah lagian pasti pagi pagi Gabriel akan makan, sebaiknya


Jennie menyisakan sedikit.


“Kayaknya teobokki itu enaknya makan sama Samyang.” Jennie membawa totebag dan mulai meninggalkan apartemen, Jennie akan membeli samyang ditoko bawah. Setelah membeli samyang, Jennie kembali keapartemen.


“Untung yah nak kamu ngidamnya gak aneh aneh dan Cuma samyang, apa kamu mau jadi oppa oppa dimasa depan nak?” celutuk Jennie sambil mengelus perutnya.


“Oppa oppa?” ucap seseorang yang mengkagetkan Jennie.


“Loh kamu katanya gak pulang!” kaget Jennie


Gabriel nyengir, “aku bilangnya pulang terlambat bukan gak pulang kak.”


Jennie tersenyum mengangguk, “gimana capek? latihannya sukses?”


“Latihannya si seperti biasa tapi suksesnya nanti kalau sudah debut, apakah banyak penggemar yang suka atau tidak dengan performa kita.” ungkap Gabriel.


“Kapan si debutnya? kamu kayak digantungin sama agensi kamu.”


“Katanya sih nunggu grup senior comeback, kalau gak sih sebelas dua belas harinya dengan comeback senior.” ungkap Gabriel.


“Kamu baru latihan pasti laperkan?” tebak Jennie.


“Tau aja, memang kakak yang peka,”


“kakak masak apa?” lanjut Gabriel bertanya.


“Teobokki masakan jajanan dari Korea Selatan.” jawab Jennie.


“Kakak gak asal masakkan? kakak beli atau buat? jujur sama Gabriel.” pinta Gabriel.


“Kakak merhatiin chef masak, dan nyoba ternyata rasanya menakjubkan, kakak juga mau masak samyang nih, kamu mau minta?” tawar Jennie.

__ADS_1


“Beneran enak gak?” Jennie menatap tajam kearah Gabriel, “kamu meragukan masakanku Riel?”


“Aku sedikit meragukan masakan kakak, kakak belum pernah masak selain sandwitch dan nasi goreng.” ungkap Gabreil.


“Padahal kakak berusaha keras loh buat masak ini.” ucap Jennie


“Kakak beneran masak ini? tanpa kendala?”


“Iyalah kakakkan mau jadi istri idaman.” jawab Jennie.


“istri idaman belum tentu disayang suami.” celutuk Gabriel, Jennie yang memang mendengarnya langsung lesu tertampar dengan perkataan Gabriel. Jennie memang harus mulai sadar dari sekarang jika Mark menikah dengan Jennie karena sebuah kesalahan bukan saling cinta. Gabriel panik karena perkataannya sendiri, “maaf kak bukan maksud Gabriel begitu, tapiii.”


Jennie mencoba tersenyum, “jadi kamu mau makan gak?” Jennie mengalihkan pembicaraan. Gabriel mengangguk, Jennie menjauh dari Gabriel kemudian mulai memanasi kompor.


Gabriel yang masih duduk dikursi makan mulai merenung atas kesalahannya sendiri, memang sebagai manusia paling baik ketika punya masalah adalah menyadarinya kemudian merenung, setelah selesai merenung sebaiknya meminta maaf.


“Yang tadi tolong maafin Gabriel yah kak.” pinta Gabreil dengan tulus. Sepertinya kesalahan Gabriel kali ini sangat fatal, kakaknya yang selalu menjawab perkataan Gabriel sekarang hanya terdiam.


“Maafin Gabriel yah kak, besok besok Gabriel gak akan kayak gini kok.” Gabriel jadi menyesal, padahal Gabriel sudah membaca banyak artikel tentang ibu hamil yang sensitive tapi tetap saja kalau keceplosan gak bisa ditahan.


“Kamu suka pedes Gabriel? kakak belinya samyang yang pedes rasa teobokkinya juga lumayan pedes, kakak takut kamu nanti sakit perut.” Jennie masih mengubah arah obrolan.


“kalau kakak gak mau nerima permintaan maaf, Gabriel gak akan makan.” lanjut Gabriel memberi ancaman.


“Kamu kayak anak kecil aja kalau gak keturutan pasti ngancem.”


“Ayo dong kak maafin Gabriel yah?”


“Udah kakak lupain kok tenang aja, sekarang kita fokus ngisi perut aja.” Jennie membawa semangkok samyang kemeja makan, Gabriel sudah keliahatan ngiler, saat Gabriel ingin mengambil semangkuk samyang, tangannya dipukul Jennie menggunakan sendok, “adoh sakit banget.” adu Gabriel.


“Nanti dulu jangan dimakan, kakak mau ambil teobokki dulu.” Jennie berbalik dan membawa semangkuk entah apa Gabriel tidak tau. Gabriel memandangi makanan berkuah merah pekat itu, rip perut Gabriel.


“Ouh ini yang namanya teobokki yah kak?”


“Betul.”


“Kok merah banget, pake apa kuahnya kak?” kepo Gabriel. Gabriel masih memperhatikan masakan yang namanya teobokki ini.

__ADS_1


“Pake Gochujang semacam sambel khas Korea.”


“Enak gak sih?” Gabriel masih ragu memakannya.


“Kamu lihat ekspresi kakak aja pas makan, kalau kamu yakin langsung hap aja.” Jennie langsung menyampur Samyang dan teobokki. Suapan pertama, Jennie langsung kaget karena rasanya benar benar luar biasa, memang waow sekali. Gabreil yang melihat kakaknya sangat menikmati makanan akhirnya goyah dan ikut makan. Gabriel


langsung bertepuk tangan merasakan masakan kakaknya plus samyang yang enak sekali.


“Gimana enak kan?” tanya Jennie kepada Gabriel, Gabriel langsung mengangguk, “sumpah kak makanan Korea ternyata enak enak yah.”


“Heem kakak juga baru merasakannya.”


“Apalagi mie instan ini bener bener sedap.” Gabriel memberikan jempol.


Jennie merebahkan tubuhnya diranjang, sudah tengah malam waktunya Jennie beristirahat. Sebelum benar benar terpejam, Jennie membayangkan jika nanti Jennie sudah melahirkan apakah bisa tidur jam segini? Jennie banyak baca baca tweet ibu ibu yang bilang kalau malam malam pasti bayi mereka akan menangis, Jennie jadi merasa belum siap.


“Apa aku nanti bisa jadi orang tua yang baik bagi anak anakku?” gumam Jennie.


Jennie menghembuskan nafas, lelah sekali batinnya membayangkan masa depan padahal masa depan masih jauh.


Dipagi hari, Jennie terbangun karena perutnya tiba tiba sangat mual. Jennie bangun dari ranjang dan segera melangkah kedalam toilet, disana Jennie memutahkan isi perutnya, percuma tadi malam Jennie makan banyak


saat ini terbuang sia sia.


Gabriel masuk kedalam kamar Jennie karena khawatir mendengar suara orang muntah, “kakak gak apa apa?” Gabriel memijit tengkuk Jennie.


Jennie masih memuntahkan isi perutnya, “Gabriel bawa kakak kerumah sakit aja yah? Gabriel takut kakak kenapa kenapa.” Gabriel benar benar khawatir dengan keadaan kakaknya saat ini.


Jennie memberi kode bahwa Gabriel tidak usah membawa Jennie kerumah sakit, Gabriel membantu Jennie bangkit, “kakak beneran gak apa apa?”


Jennie mengangguk, “tenang aja memang ibu hamil kebiasaan mual dipagi hari.” jawab Jennie


“Tadi Gabriel benar benar takut kak.”


“Kenapa harus takut, kan memang ibu hamil sering begini.”


Gabriel mengangguk anggukan kepalanya, “rasanya Gabriel pengin bawa senior biar bisa melihat pengorbanan kakak.” celutuk Gabriel.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca novel ini, jangan lupa yah like dan votenya.


IG: griliyy


__ADS_2