Gagal

Gagal
19


__ADS_3

Dokter itu tersenyum melihat layar monitor USG. Jennie sudah selesai diperiksa dan Mark serta Jennie disuruh untuk mendengarkan penjelasan dokter.


"Selamat untuk tuan Mark dan ibu Jennie ,saya menyatakan bahwa ibu Jennie sedang mengandung, usia janin dua minggu jalan." Ungkap dokter itu


Mark kaget begitupun Jennie, hancur sudah harapan mereka berdua. Jennie menatap Mark dengan tatapan bengis dan terkesan kejam. Gara gara kelakuan Mark semuanya hancur. Jennie langsung bangun dari duduknya kemudian berlari meninggalkan ruangan rumah sakit itu.


Jennie berlari lari juga dengan menangis, banyak orang menatap Jennie iba. "Gue harus gimana Tuhan?" Gumam Jennie. Mark mengejar Jennie, setelah dekat dengan tubuh Jennie, Mark langsung membawa tubuh Jennie kedalam pelukannya. Sungguh bukan hanya Jennie yang merasa hancur, Mark juga merasa hancur bagaimana dengan masa depannya sebagai idol jika skandal ini akan diketahui media?


Jennie menangis dibaju mahal Mark, sebenarnya jika bukan karena suasana yang sedih  dan Mark tidak mau merusak suasana bisa jadi Mark akan memarahi Jennie dan menyuruh Jennie untuk membayar ganti rugi Baju yang sekelas dengan Dior ini.


"Gue bakal bertanggung jawab tenang saja Jennie." Mark berusaha membujuk Jennie


Jennie menggeleng. "Gue bakal ngugurin anak ini." Ungkap Jennie


Mark melotot dan menggeleng. "Gila lo, gak kasian apa sama dia?" Tanya Mark


"Buat apa gue kasian? bahkan ayahnya saja juga tidak mau dengan kehadirannya." Kesal Jennie


Benar kata Jennie, Mark memang masih menolak kehadiran janin diperut Jennie, tapi kan nanti bakal terbiasa sejalan dengan waktu. Ponsel Mark berbunyi dan tertera nomer milik sang nenek. Rosean sepertinya sudah tau tentang ini.

__ADS_1


"Halo." Sapa Mark berusaha ramah


"Jangan berusaha mengugurkan janin itu, atau aku akan mengungkap skandal ini ke publik." Ancam Rosean


Sudah dipastikan nenek Mark pasti akan berusaha mengancam.


"Akan aku usahakan." Setelah mengatakan ini Mark memutuskan sambungan telepon.


Mark menoleh dan menatap Jennie yang masih melamun entah memikirkan apa. Mark mengandeng tangan Jennie untuk keresepsionis dan membayar obat. Selanjutnya Mark membawa Jennie untuk sarapan diapartemennya, Mark tidak butuh ijin dari Jennie yang hanya melamun saja sepanjang jalan.


Mark memakirkan mobilnya, tadi diluar banyak sasaeng yang mematai matainya untung kaca mobil bmw ini hitam jadi tidak akan kelihatan dari luar kalo ada bayang bayang Jennie.


"Halo manager Yoo yang gantengnya tidak melebihi Keith Marc." Sapa Mark


"Ada apa tumben lo nelepon manager mu sendiri, biasanya manager mu yang menelepon duluan." Jawab Manager Yoo


"Tolong jual mobil bmw miliku." Perintah Mark


Manager Yoo melotot kaget tapi tidak terlihat oleh Mark karna sedang menelepon. "Bukannya itu mobil kesayanganmu Mark?"

__ADS_1


"Benar, tapi sepertinya gue lagi pengin mobil sport." Ucap Mark


"Baiklah gue bakal menjual nya untukmu, kalo bisa gue yang akan membayarnya tapi kasih potongan harga yang sangat besar bagaimana?" Tawar Manager Yoo


"Terserah yang penting mobil itu sudah tidak dihadapanku mulai besok, mau lo bawa tanpa bayar juga gak apa apa, duit gue masih banyak." Sombong Mark


"Sudah kalo begitu gue tutup dulu teleponnya." Lanjut Mark


Mark membuka pintu apartemen dengan pin jarinya. Jennie masuk kedalam apartemen Mark yang mewah dan tertata rapi. Mark membuka jaket dan maskernya. Wajah tampan Mark tertampang indah, sekarang Jennie tahu mengapa para remaja mengidolakan Mark. Jennie berjalan memutari ruangan santai ini, banyak piala keberhasilan grup NT, dan juga banyak hadiah dari Fans yang masih disimpan oleh Mark. Ternyata sehype itu Mark.


"Gue belum pernah bawa perempuan diapartemen gue, lo baru pertama kali." Ungkap Mark


Jennie mengangguk anggukan kepala. "Tapi tadi diluar banyak fans mu mungkin mereka sudah pernah berkunjung disini."


Mark menggeleng. "Mereka tidak bakal bisa sampai disini karena akan dicegah satpam, dan ingat mereka bukan fans tapi mereka itu sasaeng."


"sasaeng?" Jennie tampak kebingungan


"Fans yang terlalu fanatik kepada idolnya itulah sasaeng."

__ADS_1


__ADS_2