Gagal

Gagal
24


__ADS_3

Pintu kamar diketuk oleh seseorang. Dua manusia yang sedang terlelap tidur masih belum keganggu dengan suara ketukan pintu. Akhirnya Rosean membuka pintu kamar Mark dengan kunci cadangan yang Rosean punya. Saat melihat pemandangan Jennie yang tidur dikasur sedangkan Mark yang tidur disofa, hati Rosean nyeri mungkin dua orang itu belum bisa menerima satu sama lain. Rosean akan pastikan bahwa takdir dua orang dihadapannya ini akan bahagia.


Rosean melangkah mendekat kearah Mark, kemudian menggoyangkan tubuh Mark, agar Mark terbangun. Mark menggeliat dan netranya sedikit demi sedikit terbuka.


"Ooomaa, tumben kekamar Mark." Ucap Mark lirih


Rosean mengelus rambut cucunya. "Aku hanya ingin melihatmu bersama Jennie, ayok turun kita makan siang dan kamu pilih wedding organizernya." Perintah Rosean


"Apa aku harus membangunkan nya?" Tanya Mark kepada Rosean


Rosean tersenyum kemudian mengangguk. "Bersikap seperti suaminya sekarang Mark, Jennie sepertinya juga kesepian."


Mark mengangguk. "sebisa aku oma." Ucap Mark


Rosean pergi dari kamar Mark, biarkan Mark yang membangungkan Jennie.


Mark mendekat kearah ranjang kemudian menggoyangkan tubuh Jennie. "Bangun, dasar kebo." Ledek Mark


'Cantik juga kalo lagi diem, eits apaan masih cantikan JJ.' Batin Mark

__ADS_1


Jennie mengeliat karena terganggu. "Jangan ganggu."


Mark tertawa, mungkin Jennie mengira bahwa Mark adalah adik Jennie. "Bangun dasar beruang hibernasi, gue Mark bukan adik lo." Setelah mengatakan itu tubuh Jennie otomatis bangun. Jennie menoleh kearah Mark, benar yang dihadapannya kini laki laki ganteng bukan seperti Gabriel.


"Lo Mark? bukan setan kan?" Tanya Jennie sambil menunjukan jarinya kewajah Mark


Mark memukul kepala Jennie. "Orang ganteng ganteng kayak gini, kok dibilang setan aneh"


"Mungkin mata lo minus." Kesal Mark


Jennie menyungingkan senyumnya. "Maklum baru ngumpulin nyawa."


"Turun makan nanti ada wedding organizer juga." Ucap Mark


Jennie mengangguk, Mark keluar dari kamar terlebih dahulu. Jennie mnyusul saat Jennie sudah sampai dilantai bawah dan melihat banyak pelayan yang menatap Jennie remeh seperti ngajak tawuran. Kate berjalan dari arah belakang tubuh Jennie, kemudian Kate dengan sengaja menyenggol bahu Jennie. Jennie yang kagetpun hampir saja terjatuh.


Pelayan tidak ada yang membantu Jennie bangun, bahkan Mark hanya menatap sedetik kemudian menoleh kearah lain. Rosean melempar bantal sofa kemuka Kate, bantal itu mengenai muka Kate. Make up Katepun menempel dibantal, saking tebelnya.


"Lihat lah mungkin anak ku Robert buta, mukamu penuh riasan kenapa bisa Robert mencintaimu setengah mati?" Tanya Rosean meledek

__ADS_1


"Mama seperti ini karena ada wanita lain bukan dirumah ini? dulu aku juga dibangga banggakan beda dengan sekarang, kau menjelek jelekan aku." Kesal Kate


"Dari dulu aku sudah tidak menyukaimu."


Kate memelototkan matanya, bukannya dulu Rosean selalu membanggakannya. "Jadi sepertinya kau langsung menyukai Jennie bukan?"


Rosean mengangguk. "Dia kelihatan lebih baik dari kamu." Tegas Rosean


Kate menahan amarahnya. "Tapi bukannya pernikahan mereka tidak direstui aku?"


"Tidak apa apa , karena kau tidak penting."


"Terserah mama saja, aku tidak akan datang kepernikahan mereka." Kesal Kate. Kate langsung melangkah menjauh dari perkumpulan orang wedding organizer itu. Orang orang asing yang datang pun berbisik bisik. Rosean menepuk tangannya agar semua orang mendengar perkataannya.


"Saya harap semua orang diam dengan berita ini, jangan sampai berita ini terdengar sampai keteliga media, ingat akan ada akibatnya kalo kalian ketahuan." Ancam Rosean


"Duduk lah Jennie, jangan pikirkan tentang penyihir itu." Perintah Rosean


Jennie duduk disamping Rosean. Karyawan wedding organizer itu membuka perlembar buku tentang pesta pernikahan. Jennie menata takjub pada gambar gambar konsep pernikahan. Gaun gaun yang mereka promosikan juga sangat bagus. Mungkin Mark tidak peduli karena apapun yang dipakai Mark akan tetap bagus.

__ADS_1


Jangan follow IG: griliyy


__ADS_2