Gagal

Gagal
22


__ADS_3

Robert yang tadinya fokus membaca majalah kini menoleh kearah Mark ketika mendengar anak laki satu satunya akan menikahi seorang wanita, yang bahkan Robert belum tau latar belakang Jennie.


"Mama gak setuju." Tolak Kate


Rosean menatap Kate meremehkan. Rosean itu mendukung usaha Mark untuk menikah karena Rosean sudah tua dan ingin segera menimang cucu. Toh Kate dan Robert juga gak bakalan ngasih cucu lagi buat Rosean, mereka berdua sibuk satunya sibuk kerja satunya sibuk menghabiskan uang suaminya.


"Silakan Mark menikah saja, jangan dengarkan omong kosong ibumu." Jelas Rosena


Robert berdehem. "Aku juga menyetujuinya, agar kau pensiun dari dunia idol dan fokus bekerja mengantikan ayah." Ucap Robert


Kate semakin emosi kenapa suaminya membela Rosean, tidak bisa dibiarkan begitu saja, Mark harus menikah dengan wanita pilihan Kate sendiri.


"Kenapa kau menyetujuinya?" Tanya Kate kepada Robert


"Karna aku mementingkan bisnis daripada menjadi terkenal sebagai seorang ayah dari idol." Ungkap Robert


"Tidak bisa! Mark anak ku jadi untuk menikah Mark harus mendapatkan izin dari ku."

__ADS_1


Rosena tertawa. "Aku bisa jadi mama untuk Mark, yang lebih baik daripada kamu."


Kate semakin emosi kenapa semuanya tidak ada yang membela Kate. "Terserah, yang penting setelah mereka berdua menikah, Mark tetap menjadi kekasih JJ."


Sebenarnya tujuan Kate terus mengengkang hubungan Mark dengan JJ karena Kate ingin terkenal seperti ibu JJ, setelah terkenal Kate bisa mendapatkan barang braded dari para fans, itung itung katanya hadiah untuk calon mertua. Boro boro jadi mertua beneran Kate bahkan enggan menatap wajah para fans berlama lama. Kate hanya menginginkan barang dari mereka bukan menjadikan mereka sebagai menantu. Sudah tampang pas pasan kadang juga fans memberi barang yang harganya cuman ratusan ribu, bukan pakaian Kate sekali.


Setelah Kate pergi karena emosi disusul juga dengan Robert yang tidak mau mengurusi kehidupan putranya. Jennie juga berpikir kenapa dengan keluarga Mark? kenapa mereka seperti egois dengan kehidupan mereka sendiri. Tapi Mark pasti bahagia karena Mark bisa hidup bersama keluarganya walaupun hanya sebentar, sedangkan Jennie sudah lupa wajah dari keluarganya. Rosean mengapai kemudian mengelus punggung tangan Jennie.


"Segeralah menikah dengan Mark, dia laki laki yang kesepian." Ungkap Rosean


"Aku takut nek." Ungkap Jennie


"Tidak usah takut karena ada aku dibelakangmu Jennie, Mark butuh pendamping disisinya yang bisa untuk cerita dan berbagi lara."


Jennie menggeleng. "Aku ingin sekali membantu Mark, tapi aku juga tidak punya keluarga, aku tidak pernah bermasalah dengan anggota keluarga." Jujur Jennie


"Jika kamu menikah dengan Mark, maka kalian adalah keluarga." Jelas Rosean

__ADS_1


Jennie ragu ragu mengangguk karena memang setelah menikah pasti sudah menjadi suatu keluarga kecil, apalagi mereka berdua akan dikaruniai seorang bayi.


Mungkin kalo itu bukan kesalahan dan atas nama cinta, Jennie akan setuju menikah dengan Mark. Tapi semuanya bukan karena cinta tapi karena suatu kesalahan fatal.


"Bukan cuman lo yang ragu Jen, Tapi gue juga"


"Apalagi kalo masalah ini sampai terdengar media pasti bakal bikin pamor aku turun." Ucap Mark


"lo kira cuman lo yang rugi? Kalo perut gue besar gue juga gak bisa kerja ,kasian adik gue yang sekarang trainee dan butuh uang." Kesal Jennie


"Jadi adik lo mau jadi idol?" Tanya Rosean


Jennie mengangguk sedangkan Mark hanya diam. "Kenapa kamu setujui Jen, jadi idol itu gak mudah lo, banyak rintangan." Jelas Rosean


"Sebenarnya aku udah ngomong gitu sama Gabriel tapi tetep saja Gabriel kekeh."


"Riel? seperti pernah denger." Ragu ragu Mark

__ADS_1


__ADS_2